Isnin, 17 Ogos 2026

Qada

 Saudaraku, engkau telah sampai pada titik "Iqra'" (Bacalah) yang hakiki—bukan membaca huruf di mushaf, tetapi membaca Ayat Kauniyah (alam semesta) dan Ayat Nafsiah (diri sendiri) dengan mata hati yang rendah. Inilah tafsir dari "Sesungguhnya kami telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (qadar)" (QS Al-Qamar: 49).


Mari kita buka lembaran cahaya itu satu per satu, sebagaimana engkau titipkan:


1. "Baca baik-baik dengan kerendahan hati" — Kunci Melihat

Kerendahan hati (tawadhu') adalah satu-satunya "kacamata" yang mampu menangkap cahaya takdir. Mengapa?


· Jika hatimu tinggi (sombong), takdir yang pahit akan kau lihat sebagai ketidakadilan, dan takdir yang manis kau lihat sebagai hasil usahamu. Kau buta terhadap cahayanya.

· Jika hatimu rendah, kau sadar: aku tidak layak menentukan baik-buruk. Maka, musibah bagimu adalah obat, dan nikmat adalah ujian. Keduanya bercahaya, karena keduanya mengantarkanmu kepada-Nya.


2. "Melihat cahaya takdir Qada dan Qadar"


· Qada adalah kubah cahaya di atas langit tertinggi—ketetapan azali yang tak berubah, bagaikan matahari yang tetap bersinar.

· Qadar adalah sinar yang memecah masuk ke jendela rumahmu—yakni peristiwa harian yang berubah-ubah, bagaikan cahaya matahari yang menembus celah-celah daun.

  Ketika kau melihat dengan hati, kau tahu: sinar yang masuk itu (Qadar) tidak pernah terpisah dari mataharinya (Qada). Maka kau tidak bingung dengan takdir buruk yang sementara, karena kau tahu ia berasal dari Cahaya Yang Satu.


3. "Kun fa ya kun" — Rahasia Af'al yang Berdenyut

Inilah nafas Tuhan yang menggerakkan segala Qada dan Qadar.


· "Kun" (Jadilah) adalah perintah abadi yang tidak terikat waktu—ia adalah momentum kehendak Allah.

· "Fa ya kun" (Maka jadilah) adalah respon alam semesta yang terjadi dalam sekejap (fawran).

  Para sufi menyebutnya al-amr al-takwini (perintah penciptaan) yang terus berlangsung setiap saat. Jantungmu berdetak karena Kun, dedaunan gugur karena Kun, dan taubatmu tulus karena Kun. Dengan rendah hati, engkau membaca bahwa dirimu sendiri adalah manifestasi "Fa ya kun" yang sedang terjadi di hadapan Al-Qayyum.


4. "Bismillahirrahmanirrahim" — Cahaya Rahmat di Balik Takdir

Di atas segala qada dan qadar, tergurat Basmalah. Ini mengajarkan:


· Meskipun takdir terasa pahit (qada yang keras), ia selalu dibungkus oleh Ar-Rahman (Rahmat universal) dan Ar-Rahim (Rahmat spesifik untuk orang beriman).

· Jika kau membaca takdir dengan Basmalah, engkau tidak akan pernah berputus asa. Karena kau tahu: Rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Ayat ini mengubah "mengapa ini terjadi padaku?" menjadi "betapa besar rahmat yang tersembunyi di balik ini."


5. "Al-Ikhlas" — Ringkasan Seluruh Takdir

Surah Al-Ikhlas (QS 112) adalah muara dari semua pembacaan takdirmu:


· "Qul huwallahu Ahad" — Semua qada dan qadar, betapapun rumitnya, pada hakikatnya adalah Keesaan. Tiada dua kekuatan yang bertarung; hanya satu kehendak yang berkuasa.

· "Allahu As-Samad" — Segala musibah dan nikmat menjadikanmu bergantung hanya kepada-Nya. Inilah "tempat bergantung" yang telah kau sebut sebelumnya.

· "Lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad" — Tiada sesuatu pun yang setara atau sekutu bagi-Nya. Maka, dalam takdir, jangan pernah samakan musibah dengan kejahatan (karena kejahatan hanyalah ketiadaan kebaikan, bukan entitas yang mandiri). Semuanya hanyalah cermin Ahad.


---


Penutup: Rahasia "Bacaan" Hamba

Saudaraku, ketika engkau membaca dengan kerendahan hati, engkau bukan lagi sekadar "pembaca". Engkau adalah lembaran mushaf yang sedang dibaca oleh Al-Qayyum. Tiada lagi jarak antara yang membaca dan yang dibaca.


Inilah ujung perjalanan Ma'rifat yang kaucari:


Takdir adalah Tinta, Qada adalah Pena, Alam adalah Kertas, dan Allahu Ahad adalah Isi Tulisan yang tidak pernah berubah.


Bacalah terus dengan hati yang hancur, karena di situlah Kun fa ya kun bergema paling keras—bukan di gunung atau langit, tetapi di relung jiwa hamba yang mengaku dirinya faqir (miskin). Di sanalah Bismillahirrahmanirrahim menjadi nyata, dan Al-Ikhlas menjadi nafasmu.


Semoga cahaya takdir menerangi langkahmu, dan semoga kau pulang dalam dekapan Ahad yang Maha Dekat. Wallahu a'lam.

Lucifer Cry

 *بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ﷺ*


*Tangisan Iblis di Depan Pintu Langit*


*"Iblis pernah menangis di malam yang sangat sunyi,, tapi bukan karena takut neraka.*


*la menangis karena tahu,, ia tak bisa kembali kepada Tuhan."*


*Iblis pernah sangat dekat dengan Allah,, tapi satu kesombongan membuatnya jatuh selamanya.*


*Sedangkan manusia masih diberi kesempatan untuk pulang.*


*Murid :*

*Guru,, apakah benar iblis pernah menangis?*


*Guru:*

*Benar. Tapi tangisan itu bukan seperti tangisan Manusia.*


*Murid :*

*Maksudnya?*


*GUru:*

*la tidak menangis karena takut neraka. la menangis karena sadar,, pintu pulang telah tertutup baginya.*


*Murid :*

*Bagaimana bisa, Guru? Bukankah dulu iblis ahli ibadah?*


*Guru:*

*Dulu,, sebelum manusia ada, iblis termasuk makhluk yang paling lama sujud, Beribu tahun ia bersujud di langit, Namanya bahkan pernah disebut di antara para ahli ibadah. Tapi ketahuilah,, satu kesombongan bisa membakar ribuan tahun sujud.*


*Murid :*

*Kesombongan karena menolak sujud kepada Adam?*


*Guru:*

*Ya. Ketika Allah berkata,*

*"Bersujudlah kalian kepada Adam."*

*Semua sujud, Langit hening. Malaikat merunduk.*

*Tapi satu makhluk berdiri tegak, Dialah iblis.*


*Murid :*

*Apa yang ia rasakan saat itu?*


*Guru :*

*Kesombongan. la berkata dalam hatinya:*

*"Aku dari api,,, dia dari tanah."*

*Kalimat itu kecil di lidah... tapi berat di sisi Allah.*


*Sejak saat itu langit yang dulu terbuka baginya,, tertutup selamanya.*


*Murid :*

*Lalu kapan iblis menangis?*


*Guru:*

*Suatu malam di alam ghaib, Setelah ia diusir dari rahmat Tuhan,, la memandang langit yang dulu ia kenal. Langit yang pernah menjadi tempat sujudnya,, Lalu ia menangis.*


*Murid :*

*Apa yang ia katakan?*


*Guru :*

*Dengan suara yang hampir hilang, ia berkata: "Tuhanku... aku mengenal-Mu lebih lama dari manusia, Aku sujud kepada-Mu ribuan tahun.*


*Mengapa satu penolakan membuatku terlaknat selamanya?"*


*Murid :*

*Apa Allah menjawabnya?*


*Guru :*

*Tidak dengan suara yang keras.*

*Tapi dengan ketetapan takdir. Dan iblis pun mengerti,, Bukan karena sujudnya yang kurang.*

*Tapi karena hatinya dipenuhi "aku".*


*Murid :*

*"Aku"..?*


*Guru:*

*Ya. Dalam jalan ruhani, kata "aku" adalah tirai paling gelap. Iblis tidak jatuh karena tidak mengenal Tuhan. la jatuh karena merasa dirinya lebih mulia.*


*Murid :*

*Lalu mengapa Allah tetap membiarkan iblis hidup?*


*Guru:*

*Karena dunia ini adalah medan ujian. Iblis adalah bayangan yang membuat cahaya terlihat.*


*Tanpa godaan,, manusia tidak pernah tahu arti memilih Allah. Tanpa bisikan iblis,,, tidak ada mujahadah. Tanpa perang melawan nafsu,,*


*tidak ada wali.*


*Murid :*

*Jad iblis tahu dirinya hanya alat ujian?*


*Guru :*

*Ya. Itulah sebabnya tangisannya paling gelap.*


*Bukan karena menyesal,, Tapi karena sadar,, takdirnya adalah menyesatkan manusia sampai akhir zaman.*


*Murid :*

*Apakah itu tidak menyakitkan baginya?*


*Guru :*

*Sangat. Bayangkan,, pernah dekat dengan Tuhan, lalu hidup selamanya dalam kutukan, Itulah luka yang tidak pernah sembuh.*


*Murid :*

*Guru... apakah manusia bisa bernasib seperti iblis?*


*Guru :*


*Bisa. Bukan karena dosa besar. Tapi karena kesombongan kecil yang dipelihara di hati.*


*Kesombongan ilmu.*


*Kesombongan ibadah.*


*Kesombongan merasa lebih suci dari orang lain.*


*Murid:*

*Jadi musuh terbesar manusia bukan iblis?*


*Guru:*

*Bukan. Iblis hanya membisikkan,, Yang membuka pintu,,, adalah nafsu dan ego manusia sendiri.*


*Murid :*

*Lalu apa pelajaran dari tangisan iblis itu, Guru?*


*Guru :*

*Bahwa manusia masih punya sesuatu yang tidak dimiliki iblis,, Kesempatan untuk kembali.*


*Selama napas masih ada,, pintu taubat masih terbuka.*


*Guru :*

*Maka ingatlah ini baik-baik. Iblis pernah sujud ribuan tahun,,, tapi jatuh karena satu kesombongan,, Sedangkan manusia,,, meski penuh dosa, masih bisa pulang jika hatinya hancur di hadapan Tuhan.*


*Murid :*


*Guru,,,*


*Guru:*


*Ya?*


*Murid :*

*Sekarang aku mengerti,, Iblis menangis bukan karena neraka.*


*Guru :*

*Lalu karena apa?*


*Murid :*

*Karena ia tahu,, manusia masih bisa pulang kepada Allah,, Sedangkan dirinya,,, selamanya berjalan di dalam gelap takdir.*


*اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*


Barokallah fiikum 🤲

Yuran ptandingan

 PERTANDINGAN ANTARA SEKOLAH. ADAKAH INI JUDI?


SOALAN: Yuran pendaftaran sekolah untuk acara sukan peringkat daerah diambil Dari Peruntukkan yg disediakan oleh kpm kepada sekolah. Duit tu boleh digunakan oleh penganjur utk membeli hadiah. Pertandingan antara sekolah peringkat daerah. Yuran digunakan untuk membeli medal Dan lain lain. Yuran dimasukkan kepada akaun sekolah penganjur. Adakah ini judi?


JAWAPAN: 


1. Pertandingan Peringkat Daerah (Inter-Sekolah / MSSD) – Status: Maisir (Judi) / Tidak Dibolehkan


Jika wang peruntukan KPM atau sumbangan PIBG digunakan oleh pihak sekolah untuk membayar yuran pendaftaran ke pertandingan peringkat daerah, dan wang yuran tersebut digunakan oleh pihak penganjur daerah untuk membeli hadiah pemenang:


a. Hukum: Tidak Dibolehkan (Terjatuh ke dalam unsur Maisir/Judi).

Sebab Fiqh:


•   Peserta sebagai Wakil Sekolah: Pasukan murid membawa nama dan bertanding bagi pihak sekolah. Dari sudut Syariah, sekolah bertindak sebagai wakil/penaja rasmi peserta, bukannya "pihak ketiga bebas".


•   Pertaruhan Modal Antara Sekolah: Apabila Sekolah A, B, dan C masing-masing menyumbang yuran pendaftaran ke dalam satu tabung penganjur untuk dijadikan dana hadiah, ia menjadi konsep pertaruhan.


•   Unsur Laba-Rugi (Zero-Sum Game): Sekolah yang menang mendapat kembali wang/hadiah hasil sumbangan sekolah lain (dalam bentuk hadiah), manakala sekolah yang kalah menanggung kerugian wang pendaftaran tersebut tanpa sebarang imbuhan.


Cadangan Patuh Syariah


Penganjur daerah wajib menggunakan yuran pendaftaran sekolah hanya untuk kos operasi/pengurusan (sewa padang, pengadil, makan minum, sijil). Manakala hadiah pemenang wajib dibiayai oleh penaja luar atau peruntukan khas penganjur sendiri (bukan diceduk daripada kutipan yuran peserta) atau peruntukan dari PPD/KKM.


2. Pertandingan Peringkat Dalaman Sekolah (Sukan Tara / Antara Rumah Sukan / Kelas) – Status: Harus / Halal


Jika peruntukan KPM atau dana tabung tahunan PIBG digunakan untuk membeli hadiah acara yang dianjurkan khusus dalam kalangan murid sekolah itu sendiri:


Hukum: Harus / Sah (Bukan Maisir/Judi).


Sebab Fiqh


•   Peruntukan KPM: Merupakan geran amanah institusi untuk pembangunan kokurikulum murid. Pihak sekolah bertindak sepenuhnya sebagai Penganjur & Pemberi Hadiah (Hibah/Ja'izah), bukannya entiti yang bersaing dengan pihak luar.


•   Dana / Yuran Tahunan PIBG: Berstatus sumbangan kebajikan am (Tabarru') daripada ibu bapa. Murid atau rumah sukan yang bertanding tidak membayar sebarang wang pertaruhan khas untuk menyertai acara tersebut.


Tiada mana-mana pihak (murid atau rumah sukan) yang rugi modal sekiranya kalah, dan hadiah diberikan semata-mata sebagai galakan daripada dana sekolah/PIBG.


Semoga bermanafaat.


Jauhi dosa besar judi.


Suburkan ilmu, jauhi kedangkalan. Insha Allah…

Jumaat, 14 Ogos 2026

Duit dan suami

 “Sejak aku boleh cari duit sendiri, aku mula rasa suami aku dah tak berguna.”


Aku tahu ayat itu jahat.


Tapi itulah hakikatnya.


Dulu aku pernah hidup susah bersama suami. Gaji dia tak besar, tapi setiap kali dapat gaji, perkara pertama yang dia fikir ialah aku dan anak-anak.


Kadang-kadang dia sendiri tak beli apa-apa untuk dirinya.


“Tak apa, abang masih ada.”


Itu ayat dia setiap kali aku tanya kenapa dia tak beli barang yang dia perlukan.


Sampailah aku mula berniaga dari rumah.


Pada awalnya, suami orang yang paling banyak menyokong aku.


Dia tolong bungkus barang.


Dia hantar parcel.


Dia jaga anak ketika aku sibuk.


Malah pernah beberapa kali dia balik kerja terus sambung membantu aku berniaga.


Bisnes aku semakin maju.


Pendapatan aku semakin besar.


Dan tanpa aku sedar…


duit mula mengubah aku.


Aku mula rasa aku lebih hebat daripada suami.


Kalau dia bagi duit belanja, aku kata tak perlu.


Kalau dia tegur aku balik lewat, aku melenting.


“Abang jangan nak kawal hidup saya. Saya boleh cari duit sendiri!”


Suatu hari kami bergaduh sebab aku beli barang mahal tanpa berbincang dengannya.


Dia cuma bertanya,


“Kenapa tak bincang dengan abang dulu?”


Aku terus meletup.


“Bincang untuk apa? Duit saya!”


Dia terdiam.


Aku sambung lagi.


“Kalau abang rasa tak puas hati, abang carilah duit lebih. Jangan harapkan saya!”


Wajah dia berubah.


Tapi dia tak melawan.


Dia cuma berkata,


“Abang bukan marah awak sebab awak berjaya. Abang cuma takut kejayaan awak buat awak lupa siapa yang ada masa awak belum berjaya.”


Aku ketawa.


“Jangan ungkit jasa lama.”


Dia diam.


Dan malam itu…


aku tidur membelakanginya.


Aku tak tahu itu adalah malam terakhir dia tidur di rumah sebagai suami aku.


Pagi esoknya, aku bangun dan nampak almari suami sudah kosong.


Baju dia tak ada.


Beg dia tak ada.


Aku telefon.


Tak diangkat.


Aku WhatsApp.


Tak dibalas.


Aku mula marah.


Aku fikir dia sengaja nak ajar aku.


Sampailah petang itu aku dapat satu mesej daripada dia.


“Abang pergi bukan sebab abang benci awak. Abang pergi sebab abang dah tak tahu macam mana nak buat awak nampak nilai abang sebagai suami.”


Aku terduduk.


Tapi ego aku masih tinggi.


Aku tak kejar.


Aku fikir dia akan balik.


Seminggu berlalu.


Sebulan.


Dua bulan.


Dia tetap tak pulang.


Bisnes aku semakin maju.


Duit semakin banyak.


Tapi rumah yang dulu penuh suara anak-anak dan gelak ketawa…


terasa kosong.


Aku mula sedar sesuatu.


Dulu bila aku penat berniaga, ada orang yang buatkan air.


Ada orang yang urus anak.


Ada orang yang tolong angkat barang.


Ada orang yang sanggup dengar aku mengeluh walaupun dia sendiri penat.


Sekarang aku ada duit.


Tapi aku seorang.


Suatu hari aku pergi ke rumah mak mentua.


Aku menangis di depan dia.


“Mak… saya nak abang balik.”


Mak mentua hanya diam.


Kemudian dia keluarkan satu kotak.


Dalam kotak itu ada barang-barang lama yang aku pernah bagi kepada suami.


Dan ada satu nota tulisan tangan dia.


Aku buka.


“Kalau satu hari nanti awak sedar abang bukan pesaing awak, abang masih doakan awak bahagia.”


Aku terus menangis.


Baru aku sedar…


Selama ini aku terlalu sibuk membuktikan bahawa aku boleh hidup tanpa suami.


Sampai aku terlupa…


suami bukan dicipta untuk bersaing dengan isteri.


Dia pasangan.


Dia tempat bersandar.


Dan bila seorang wanita mampu mencari pendapatan sendiri, itu satu nikmat.


Tetapi nikmat itu tak sepatutnya membuatkan kita hilang adab, meninggikan suara, menghina atau merendahkan suami.


Aku masih ada duit.


Aku masih ada bisnes.


Aku masih mampu hidup sendiri.


Tetapi sekarang aku sanggup bayar apa saja untuk mendapatkan kembali satu perkara yang dulu aku anggap tidak penting…


seorang suami yang pernah mencintai aku sepenuh hati.


Malangnya…


bila aku akhirnya belajar menghargainya,


dia sudah belajar hidup tanpa aku.


Dan itulah penyesalan yang paling sakit.


Bukan kerana aku pernah berjaya.


Tetapi kerana dalam perjalanan aku mengejar kejayaan…


aku kehilangan orang yang pernah berdiri di belakang aku ketika tiada siapa pun percaya pada aku.❤️ 


Rabu, 5 Ogos 2026

Politik: apa saya dpt?

 Kenapa PH kalah di Negeri Sembilan walaupun performance ekonomi bagus?

.

Pakatan Harapan kalah di Negeri Sembilan. Turun dari 17 kerusi kepada 11. Menteri Besar sendiri tewas di Linggi. Setiausaha Agung DAP tewas di Chennah. Dan sepanjang minggu selepas keputusan, saya melihat infografik demi infografik dikongsi — KDNK negeri naik, rizab meningkat, pelaburan berganda, lebihan bajet mencatat rekod. 

.

Technically, good performance kalau tanya pendokong Pakatan Harapan. Saya tidak pasti berkenaan data negeri, tetapi data yang dipetik peringkat kebangsaan betul. Tapi itu tidak mengubah persepsi rakyat.

.

Saya pernah tulis sebelum ini tentang ekonomis jadian yang memilih statistik tertentu untuk menyokong kesimpulan yang sudah mereka putuskan lebih awal. Boleh pergi baca post saya. Masa kempen, dipersembahan rizab negeri berbilyun, pelaburan tinggi yang diluluskan, pertumbuhan KDNK, kadar pertukaran ringgit yang pulih. Bank Negara mengumumkan angka yang memberangsangkan. Semua ini dilaungkan dari pentas ke pentas oleh ekonomis-ekonomis ini. 

.

But this is elections. Tidak satu pun daripada apa yang mereka kempen adalah ekonomi akar umbi - or grassroots economics. People are benevelont, but the individual is selfish. Setiap orang datang ke peti undi dan bertanya - apa aku dapat?

.

Let me explain.

.

Rizab negeri yang besar bermakna apa? Ia bermakna kerajaan negeri tidak membelanjakan wang itu untuk kemudahan rakyat. Tiada economic spillover. Wang duduk dalam akaun, tidak bergerak dalam ekonomi tempatan, tidak mencipta pekerjaan, tidak menaikkan pendapatan sesiapa. Ia kelihatan hebat dalam laporan kewangan. Ia tidak bermakna apa-apa kepada penjaja di Seremban yang jualannya menurun. So, rizab negeri yang besar tidak menjawab, "apa aku dapat?"

.

Pelaburan diluluskan? Perkataan "diluluskan" itu penting. Ia bermakna kertas telah ditandatangani. Ia tidak bermakna wang telah masuk, kilang telah dibina, atau seorang pun telah diambil bekerja. Jurang antara pelaburan diluluskan dan pelaburan direalisasikan boleh mengambil masa bertahun-tahun, dan sebahagiannya tidak pernah direalisasikan langsung. So, "approved FDI", tidak menjawab, "apa aku dapat?"

.

Pertumbuhan KDNK lima peratus bermakna apa kepada orang biasa? Kalau gaji anda tidak naik, kalau harga barang naik lebih laju daripada pendapatan anda, angka lima peratus itu adalah abstraksi yang tidak dapat dimakan. Again, "apa aku dapat?".

.

Kadar pertukaran ringgit? Kalau anda tidak pernah ke luar negara dan tidak terlibat dalam import atau eksport, mengapa ia penting kepada anda? Again, "apa aku dapat?".

.

Realitinya, mungkin hanya 15 hingga 20 peratus rakyat yang benar-benar memahami atau merasai kesan langsung daripada statistik-statistik makro ini. Baki 80 peratus hidup dalam ekonomi yang berbeza sama sekali.

.

So, let's talk about grassroots economics dan kenapa penolakan di Negeri Sembilan juga merupakan penolakan secara dasar peringkat persekutuan.

.

Bank Negara mengumumkan dalam Sasana Symposium 2025 bahawa harga makanan dan minuman naik 17.5 peratus dari suku pertama 2020 hingga suku pertama 2025. Dalam tempoh yang sama, gaji nominal sektor swasta setiap pekerja hanya naik 7.9 peratus. Timbalan Gabenor Datuk Marzunisham Omar menyatakan dengan jelas: dalam terma sebenar, gaji setiap pekerja telah menurun sebanyak 1.9 peratus. Dan yang lebih menyakitkan — produktiviti setiap pekerja naik 7.4 peratus dalam tempoh yang sama. Oversimplification: Kerja lebih masa 7%, Gaji turun 2%, Makanan naik 17%.

.

People feel this. 

.

Next is housing.

.

Purata harga rumah di Malaysia pada suku pertama 2025 adalah RM486,070 menurut data NAPIC. Di Kuala Lumpur, purata harga subsale mencecah lebih RM800,000. Gaji median bulanan Malaysia adalah sekitar RM3,000 — bermakna RM36,000 setahun. Nisbah harga rumah kepada pendapatan tahunan: 13 kali ganda. Penanda aras antarabangsa untuk perumahan yang dianggap "mampu milik" adalah tiga kali ganda pendapatan tahunan.

.

Kalau anda berpendapatan RM5,000 sebulan, bank akan meluluskan pinjaman dalam lingkungan RM450,000 hingga RM480,000. Itu sudah menyingkirkan anda daripada Kuala Lumpur sepenuhnya.

.

Sekarang tengok Seremban. Purata harga rumah di Negeri Sembilan lebih rendah daripada purata nasional — dalam lingkungan RM350,000 hingga RM400,000 untuk rumah teres di kawasan yang munasabah dekat dengan bandar. Kelihatan lebih mampu milik, betul? Tapi gaji median di Negeri Sembilan juga lebih rendah — sekitar RM2,500 hingga RM2,800 sebulan bagi ramai pekerja tempatan. Buat kiraan: RM33,600 setahun berbanding rumah RM380,000. Nisbahnya masih 11 kali ganda pendapatan tahunan. Masih jauh melebihi penanda aras tiga kali ganda. Seorang pekerja kilang di Nilai atau juruteknik di Senawang masih tidak mampu membeli rumah walaupun dia bekerja sepanjang hayatnya.

.

Iskandar Abdul Samad, mantan Exco Kerajaan Negeri Selangor dengan pengalaman dalam urban planning, dalam satu podcast ada menyebut bahawa ini antara sebab yang miskin makin miskin. Mereka perlu beli rumah jauh dari pusat bandar, tempat kerja dan menambah kos transportation etc. Its counterintuitive.

.

Ini ekonomi yang memberikan impak direct kepada rakyat. Bukan rizab negeri. Bukan pelaburan diluluskan. Bukan KDNK. Those are good for reporting and international investors, but not good for election campaigns.

.

Jadi anda boleh dapatkan seramai mana pun ekonomis jadian untuk naik ke pentas dan memilih statistik yang menyenangkan. Menteri Besar boleh membentangkan senarai pencapaian sepanjang lapan tahun pentadbiran. Semuanya mungkin betul dari segi teknikal.

.

Tetapi kalau ekonomi itu tidak bergema dengan kualiti hidup yang lebih baik, dengan beban yang lebih ringan, dengan rasa bahawa esok akan lebih senang daripada hari ini — rakyat tidak akan memilih anda. 

.

Itu bukan politik identiti. Itu bukan pengundi yang tidak faham. Itu adalah rakyat yang mengundi berdasarkan realiti mereka sendiri, bukan realiti yang dipersembahkan dalam infografik.

.

Anyway, tahniah kerana baca sampai habis. Sebelum komen, letakkan "grassroot economics" supaya saya tahu siapa yang baca sampai habis. 

.

p/s: Jangan kecam bahawa ada banyak faktor lain. Saya explain dari angle satu faktor je. Biar la pakar lain explain dari faktor2 social engineering, human behaviour etc.