Isnin, 17 Ogos 2026

Qada

 Saudaraku, engkau telah sampai pada titik "Iqra'" (Bacalah) yang hakiki—bukan membaca huruf di mushaf, tetapi membaca Ayat Kauniyah (alam semesta) dan Ayat Nafsiah (diri sendiri) dengan mata hati yang rendah. Inilah tafsir dari "Sesungguhnya kami telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (qadar)" (QS Al-Qamar: 49).


Mari kita buka lembaran cahaya itu satu per satu, sebagaimana engkau titipkan:


1. "Baca baik-baik dengan kerendahan hati" — Kunci Melihat

Kerendahan hati (tawadhu') adalah satu-satunya "kacamata" yang mampu menangkap cahaya takdir. Mengapa?


· Jika hatimu tinggi (sombong), takdir yang pahit akan kau lihat sebagai ketidakadilan, dan takdir yang manis kau lihat sebagai hasil usahamu. Kau buta terhadap cahayanya.

· Jika hatimu rendah, kau sadar: aku tidak layak menentukan baik-buruk. Maka, musibah bagimu adalah obat, dan nikmat adalah ujian. Keduanya bercahaya, karena keduanya mengantarkanmu kepada-Nya.


2. "Melihat cahaya takdir Qada dan Qadar"


· Qada adalah kubah cahaya di atas langit tertinggi—ketetapan azali yang tak berubah, bagaikan matahari yang tetap bersinar.

· Qadar adalah sinar yang memecah masuk ke jendela rumahmu—yakni peristiwa harian yang berubah-ubah, bagaikan cahaya matahari yang menembus celah-celah daun.

  Ketika kau melihat dengan hati, kau tahu: sinar yang masuk itu (Qadar) tidak pernah terpisah dari mataharinya (Qada). Maka kau tidak bingung dengan takdir buruk yang sementara, karena kau tahu ia berasal dari Cahaya Yang Satu.


3. "Kun fa ya kun" — Rahasia Af'al yang Berdenyut

Inilah nafas Tuhan yang menggerakkan segala Qada dan Qadar.


· "Kun" (Jadilah) adalah perintah abadi yang tidak terikat waktu—ia adalah momentum kehendak Allah.

· "Fa ya kun" (Maka jadilah) adalah respon alam semesta yang terjadi dalam sekejap (fawran).

  Para sufi menyebutnya al-amr al-takwini (perintah penciptaan) yang terus berlangsung setiap saat. Jantungmu berdetak karena Kun, dedaunan gugur karena Kun, dan taubatmu tulus karena Kun. Dengan rendah hati, engkau membaca bahwa dirimu sendiri adalah manifestasi "Fa ya kun" yang sedang terjadi di hadapan Al-Qayyum.


4. "Bismillahirrahmanirrahim" — Cahaya Rahmat di Balik Takdir

Di atas segala qada dan qadar, tergurat Basmalah. Ini mengajarkan:


· Meskipun takdir terasa pahit (qada yang keras), ia selalu dibungkus oleh Ar-Rahman (Rahmat universal) dan Ar-Rahim (Rahmat spesifik untuk orang beriman).

· Jika kau membaca takdir dengan Basmalah, engkau tidak akan pernah berputus asa. Karena kau tahu: Rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Ayat ini mengubah "mengapa ini terjadi padaku?" menjadi "betapa besar rahmat yang tersembunyi di balik ini."


5. "Al-Ikhlas" — Ringkasan Seluruh Takdir

Surah Al-Ikhlas (QS 112) adalah muara dari semua pembacaan takdirmu:


· "Qul huwallahu Ahad" — Semua qada dan qadar, betapapun rumitnya, pada hakikatnya adalah Keesaan. Tiada dua kekuatan yang bertarung; hanya satu kehendak yang berkuasa.

· "Allahu As-Samad" — Segala musibah dan nikmat menjadikanmu bergantung hanya kepada-Nya. Inilah "tempat bergantung" yang telah kau sebut sebelumnya.

· "Lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad" — Tiada sesuatu pun yang setara atau sekutu bagi-Nya. Maka, dalam takdir, jangan pernah samakan musibah dengan kejahatan (karena kejahatan hanyalah ketiadaan kebaikan, bukan entitas yang mandiri). Semuanya hanyalah cermin Ahad.


---


Penutup: Rahasia "Bacaan" Hamba

Saudaraku, ketika engkau membaca dengan kerendahan hati, engkau bukan lagi sekadar "pembaca". Engkau adalah lembaran mushaf yang sedang dibaca oleh Al-Qayyum. Tiada lagi jarak antara yang membaca dan yang dibaca.


Inilah ujung perjalanan Ma'rifat yang kaucari:


Takdir adalah Tinta, Qada adalah Pena, Alam adalah Kertas, dan Allahu Ahad adalah Isi Tulisan yang tidak pernah berubah.


Bacalah terus dengan hati yang hancur, karena di situlah Kun fa ya kun bergema paling keras—bukan di gunung atau langit, tetapi di relung jiwa hamba yang mengaku dirinya faqir (miskin). Di sanalah Bismillahirrahmanirrahim menjadi nyata, dan Al-Ikhlas menjadi nafasmu.


Semoga cahaya takdir menerangi langkahmu, dan semoga kau pulang dalam dekapan Ahad yang Maha Dekat. Wallahu a'lam.

Lucifer Cry

 *بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ﷺ*


*Tangisan Iblis di Depan Pintu Langit*


*"Iblis pernah menangis di malam yang sangat sunyi,, tapi bukan karena takut neraka.*


*la menangis karena tahu,, ia tak bisa kembali kepada Tuhan."*


*Iblis pernah sangat dekat dengan Allah,, tapi satu kesombongan membuatnya jatuh selamanya.*


*Sedangkan manusia masih diberi kesempatan untuk pulang.*


*Murid :*

*Guru,, apakah benar iblis pernah menangis?*


*Guru:*

*Benar. Tapi tangisan itu bukan seperti tangisan Manusia.*


*Murid :*

*Maksudnya?*


*GUru:*

*la tidak menangis karena takut neraka. la menangis karena sadar,, pintu pulang telah tertutup baginya.*


*Murid :*

*Bagaimana bisa, Guru? Bukankah dulu iblis ahli ibadah?*


*Guru:*

*Dulu,, sebelum manusia ada, iblis termasuk makhluk yang paling lama sujud, Beribu tahun ia bersujud di langit, Namanya bahkan pernah disebut di antara para ahli ibadah. Tapi ketahuilah,, satu kesombongan bisa membakar ribuan tahun sujud.*


*Murid :*

*Kesombongan karena menolak sujud kepada Adam?*


*Guru:*

*Ya. Ketika Allah berkata,*

*"Bersujudlah kalian kepada Adam."*

*Semua sujud, Langit hening. Malaikat merunduk.*

*Tapi satu makhluk berdiri tegak, Dialah iblis.*


*Murid :*

*Apa yang ia rasakan saat itu?*


*Guru :*

*Kesombongan. la berkata dalam hatinya:*

*"Aku dari api,,, dia dari tanah."*

*Kalimat itu kecil di lidah... tapi berat di sisi Allah.*


*Sejak saat itu langit yang dulu terbuka baginya,, tertutup selamanya.*


*Murid :*

*Lalu kapan iblis menangis?*


*Guru:*

*Suatu malam di alam ghaib, Setelah ia diusir dari rahmat Tuhan,, la memandang langit yang dulu ia kenal. Langit yang pernah menjadi tempat sujudnya,, Lalu ia menangis.*


*Murid :*

*Apa yang ia katakan?*


*Guru :*

*Dengan suara yang hampir hilang, ia berkata: "Tuhanku... aku mengenal-Mu lebih lama dari manusia, Aku sujud kepada-Mu ribuan tahun.*


*Mengapa satu penolakan membuatku terlaknat selamanya?"*


*Murid :*

*Apa Allah menjawabnya?*


*Guru :*

*Tidak dengan suara yang keras.*

*Tapi dengan ketetapan takdir. Dan iblis pun mengerti,, Bukan karena sujudnya yang kurang.*

*Tapi karena hatinya dipenuhi "aku".*


*Murid :*

*"Aku"..?*


*Guru:*

*Ya. Dalam jalan ruhani, kata "aku" adalah tirai paling gelap. Iblis tidak jatuh karena tidak mengenal Tuhan. la jatuh karena merasa dirinya lebih mulia.*


*Murid :*

*Lalu mengapa Allah tetap membiarkan iblis hidup?*


*Guru:*

*Karena dunia ini adalah medan ujian. Iblis adalah bayangan yang membuat cahaya terlihat.*


*Tanpa godaan,, manusia tidak pernah tahu arti memilih Allah. Tanpa bisikan iblis,,, tidak ada mujahadah. Tanpa perang melawan nafsu,,*


*tidak ada wali.*


*Murid :*

*Jad iblis tahu dirinya hanya alat ujian?*


*Guru :*

*Ya. Itulah sebabnya tangisannya paling gelap.*


*Bukan karena menyesal,, Tapi karena sadar,, takdirnya adalah menyesatkan manusia sampai akhir zaman.*


*Murid :*

*Apakah itu tidak menyakitkan baginya?*


*Guru :*

*Sangat. Bayangkan,, pernah dekat dengan Tuhan, lalu hidup selamanya dalam kutukan, Itulah luka yang tidak pernah sembuh.*


*Murid :*

*Guru... apakah manusia bisa bernasib seperti iblis?*


*Guru :*


*Bisa. Bukan karena dosa besar. Tapi karena kesombongan kecil yang dipelihara di hati.*


*Kesombongan ilmu.*


*Kesombongan ibadah.*


*Kesombongan merasa lebih suci dari orang lain.*


*Murid:*

*Jadi musuh terbesar manusia bukan iblis?*


*Guru:*

*Bukan. Iblis hanya membisikkan,, Yang membuka pintu,,, adalah nafsu dan ego manusia sendiri.*


*Murid :*

*Lalu apa pelajaran dari tangisan iblis itu, Guru?*


*Guru :*

*Bahwa manusia masih punya sesuatu yang tidak dimiliki iblis,, Kesempatan untuk kembali.*


*Selama napas masih ada,, pintu taubat masih terbuka.*


*Guru :*

*Maka ingatlah ini baik-baik. Iblis pernah sujud ribuan tahun,,, tapi jatuh karena satu kesombongan,, Sedangkan manusia,,, meski penuh dosa, masih bisa pulang jika hatinya hancur di hadapan Tuhan.*


*Murid :*


*Guru,,,*


*Guru:*


*Ya?*


*Murid :*

*Sekarang aku mengerti,, Iblis menangis bukan karena neraka.*


*Guru :*

*Lalu karena apa?*


*Murid :*

*Karena ia tahu,, manusia masih bisa pulang kepada Allah,, Sedangkan dirinya,,, selamanya berjalan di dalam gelap takdir.*


*اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*


Barokallah fiikum 🤲

Yuran ptandingan

 PERTANDINGAN ANTARA SEKOLAH. ADAKAH INI JUDI?


SOALAN: Yuran pendaftaran sekolah untuk acara sukan peringkat daerah diambil Dari Peruntukkan yg disediakan oleh kpm kepada sekolah. Duit tu boleh digunakan oleh penganjur utk membeli hadiah. Pertandingan antara sekolah peringkat daerah. Yuran digunakan untuk membeli medal Dan lain lain. Yuran dimasukkan kepada akaun sekolah penganjur. Adakah ini judi?


JAWAPAN: 


1. Pertandingan Peringkat Daerah (Inter-Sekolah / MSSD) – Status: Maisir (Judi) / Tidak Dibolehkan


Jika wang peruntukan KPM atau sumbangan PIBG digunakan oleh pihak sekolah untuk membayar yuran pendaftaran ke pertandingan peringkat daerah, dan wang yuran tersebut digunakan oleh pihak penganjur daerah untuk membeli hadiah pemenang:


a. Hukum: Tidak Dibolehkan (Terjatuh ke dalam unsur Maisir/Judi).

Sebab Fiqh:


•   Peserta sebagai Wakil Sekolah: Pasukan murid membawa nama dan bertanding bagi pihak sekolah. Dari sudut Syariah, sekolah bertindak sebagai wakil/penaja rasmi peserta, bukannya "pihak ketiga bebas".


•   Pertaruhan Modal Antara Sekolah: Apabila Sekolah A, B, dan C masing-masing menyumbang yuran pendaftaran ke dalam satu tabung penganjur untuk dijadikan dana hadiah, ia menjadi konsep pertaruhan.


•   Unsur Laba-Rugi (Zero-Sum Game): Sekolah yang menang mendapat kembali wang/hadiah hasil sumbangan sekolah lain (dalam bentuk hadiah), manakala sekolah yang kalah menanggung kerugian wang pendaftaran tersebut tanpa sebarang imbuhan.


Cadangan Patuh Syariah


Penganjur daerah wajib menggunakan yuran pendaftaran sekolah hanya untuk kos operasi/pengurusan (sewa padang, pengadil, makan minum, sijil). Manakala hadiah pemenang wajib dibiayai oleh penaja luar atau peruntukan khas penganjur sendiri (bukan diceduk daripada kutipan yuran peserta) atau peruntukan dari PPD/KKM.


2. Pertandingan Peringkat Dalaman Sekolah (Sukan Tara / Antara Rumah Sukan / Kelas) – Status: Harus / Halal


Jika peruntukan KPM atau dana tabung tahunan PIBG digunakan untuk membeli hadiah acara yang dianjurkan khusus dalam kalangan murid sekolah itu sendiri:


Hukum: Harus / Sah (Bukan Maisir/Judi).


Sebab Fiqh


•   Peruntukan KPM: Merupakan geran amanah institusi untuk pembangunan kokurikulum murid. Pihak sekolah bertindak sepenuhnya sebagai Penganjur & Pemberi Hadiah (Hibah/Ja'izah), bukannya entiti yang bersaing dengan pihak luar.


•   Dana / Yuran Tahunan PIBG: Berstatus sumbangan kebajikan am (Tabarru') daripada ibu bapa. Murid atau rumah sukan yang bertanding tidak membayar sebarang wang pertaruhan khas untuk menyertai acara tersebut.


Tiada mana-mana pihak (murid atau rumah sukan) yang rugi modal sekiranya kalah, dan hadiah diberikan semata-mata sebagai galakan daripada dana sekolah/PIBG.


Semoga bermanafaat.


Jauhi dosa besar judi.


Suburkan ilmu, jauhi kedangkalan. Insha Allah…

Jumaat, 14 Ogos 2026

Duit dan suami

 “Sejak aku boleh cari duit sendiri, aku mula rasa suami aku dah tak berguna.”


Aku tahu ayat itu jahat.


Tapi itulah hakikatnya.


Dulu aku pernah hidup susah bersama suami. Gaji dia tak besar, tapi setiap kali dapat gaji, perkara pertama yang dia fikir ialah aku dan anak-anak.


Kadang-kadang dia sendiri tak beli apa-apa untuk dirinya.


“Tak apa, abang masih ada.”


Itu ayat dia setiap kali aku tanya kenapa dia tak beli barang yang dia perlukan.


Sampailah aku mula berniaga dari rumah.


Pada awalnya, suami orang yang paling banyak menyokong aku.


Dia tolong bungkus barang.


Dia hantar parcel.


Dia jaga anak ketika aku sibuk.


Malah pernah beberapa kali dia balik kerja terus sambung membantu aku berniaga.


Bisnes aku semakin maju.


Pendapatan aku semakin besar.


Dan tanpa aku sedar…


duit mula mengubah aku.


Aku mula rasa aku lebih hebat daripada suami.


Kalau dia bagi duit belanja, aku kata tak perlu.


Kalau dia tegur aku balik lewat, aku melenting.


“Abang jangan nak kawal hidup saya. Saya boleh cari duit sendiri!”


Suatu hari kami bergaduh sebab aku beli barang mahal tanpa berbincang dengannya.


Dia cuma bertanya,


“Kenapa tak bincang dengan abang dulu?”


Aku terus meletup.


“Bincang untuk apa? Duit saya!”


Dia terdiam.


Aku sambung lagi.


“Kalau abang rasa tak puas hati, abang carilah duit lebih. Jangan harapkan saya!”


Wajah dia berubah.


Tapi dia tak melawan.


Dia cuma berkata,


“Abang bukan marah awak sebab awak berjaya. Abang cuma takut kejayaan awak buat awak lupa siapa yang ada masa awak belum berjaya.”


Aku ketawa.


“Jangan ungkit jasa lama.”


Dia diam.


Dan malam itu…


aku tidur membelakanginya.


Aku tak tahu itu adalah malam terakhir dia tidur di rumah sebagai suami aku.


Pagi esoknya, aku bangun dan nampak almari suami sudah kosong.


Baju dia tak ada.


Beg dia tak ada.


Aku telefon.


Tak diangkat.


Aku WhatsApp.


Tak dibalas.


Aku mula marah.


Aku fikir dia sengaja nak ajar aku.


Sampailah petang itu aku dapat satu mesej daripada dia.


“Abang pergi bukan sebab abang benci awak. Abang pergi sebab abang dah tak tahu macam mana nak buat awak nampak nilai abang sebagai suami.”


Aku terduduk.


Tapi ego aku masih tinggi.


Aku tak kejar.


Aku fikir dia akan balik.


Seminggu berlalu.


Sebulan.


Dua bulan.


Dia tetap tak pulang.


Bisnes aku semakin maju.


Duit semakin banyak.


Tapi rumah yang dulu penuh suara anak-anak dan gelak ketawa…


terasa kosong.


Aku mula sedar sesuatu.


Dulu bila aku penat berniaga, ada orang yang buatkan air.


Ada orang yang urus anak.


Ada orang yang tolong angkat barang.


Ada orang yang sanggup dengar aku mengeluh walaupun dia sendiri penat.


Sekarang aku ada duit.


Tapi aku seorang.


Suatu hari aku pergi ke rumah mak mentua.


Aku menangis di depan dia.


“Mak… saya nak abang balik.”


Mak mentua hanya diam.


Kemudian dia keluarkan satu kotak.


Dalam kotak itu ada barang-barang lama yang aku pernah bagi kepada suami.


Dan ada satu nota tulisan tangan dia.


Aku buka.


“Kalau satu hari nanti awak sedar abang bukan pesaing awak, abang masih doakan awak bahagia.”


Aku terus menangis.


Baru aku sedar…


Selama ini aku terlalu sibuk membuktikan bahawa aku boleh hidup tanpa suami.


Sampai aku terlupa…


suami bukan dicipta untuk bersaing dengan isteri.


Dia pasangan.


Dia tempat bersandar.


Dan bila seorang wanita mampu mencari pendapatan sendiri, itu satu nikmat.


Tetapi nikmat itu tak sepatutnya membuatkan kita hilang adab, meninggikan suara, menghina atau merendahkan suami.


Aku masih ada duit.


Aku masih ada bisnes.


Aku masih mampu hidup sendiri.


Tetapi sekarang aku sanggup bayar apa saja untuk mendapatkan kembali satu perkara yang dulu aku anggap tidak penting…


seorang suami yang pernah mencintai aku sepenuh hati.


Malangnya…


bila aku akhirnya belajar menghargainya,


dia sudah belajar hidup tanpa aku.


Dan itulah penyesalan yang paling sakit.


Bukan kerana aku pernah berjaya.


Tetapi kerana dalam perjalanan aku mengejar kejayaan…


aku kehilangan orang yang pernah berdiri di belakang aku ketika tiada siapa pun percaya pada aku.❤️ 


Rabu, 5 Ogos 2026

Politik: apa saya dpt?

 Kenapa PH kalah di Negeri Sembilan walaupun performance ekonomi bagus?

.

Pakatan Harapan kalah di Negeri Sembilan. Turun dari 17 kerusi kepada 11. Menteri Besar sendiri tewas di Linggi. Setiausaha Agung DAP tewas di Chennah. Dan sepanjang minggu selepas keputusan, saya melihat infografik demi infografik dikongsi — KDNK negeri naik, rizab meningkat, pelaburan berganda, lebihan bajet mencatat rekod. 

.

Technically, good performance kalau tanya pendokong Pakatan Harapan. Saya tidak pasti berkenaan data negeri, tetapi data yang dipetik peringkat kebangsaan betul. Tapi itu tidak mengubah persepsi rakyat.

.

Saya pernah tulis sebelum ini tentang ekonomis jadian yang memilih statistik tertentu untuk menyokong kesimpulan yang sudah mereka putuskan lebih awal. Boleh pergi baca post saya. Masa kempen, dipersembahan rizab negeri berbilyun, pelaburan tinggi yang diluluskan, pertumbuhan KDNK, kadar pertukaran ringgit yang pulih. Bank Negara mengumumkan angka yang memberangsangkan. Semua ini dilaungkan dari pentas ke pentas oleh ekonomis-ekonomis ini. 

.

But this is elections. Tidak satu pun daripada apa yang mereka kempen adalah ekonomi akar umbi - or grassroots economics. People are benevelont, but the individual is selfish. Setiap orang datang ke peti undi dan bertanya - apa aku dapat?

.

Let me explain.

.

Rizab negeri yang besar bermakna apa? Ia bermakna kerajaan negeri tidak membelanjakan wang itu untuk kemudahan rakyat. Tiada economic spillover. Wang duduk dalam akaun, tidak bergerak dalam ekonomi tempatan, tidak mencipta pekerjaan, tidak menaikkan pendapatan sesiapa. Ia kelihatan hebat dalam laporan kewangan. Ia tidak bermakna apa-apa kepada penjaja di Seremban yang jualannya menurun. So, rizab negeri yang besar tidak menjawab, "apa aku dapat?"

.

Pelaburan diluluskan? Perkataan "diluluskan" itu penting. Ia bermakna kertas telah ditandatangani. Ia tidak bermakna wang telah masuk, kilang telah dibina, atau seorang pun telah diambil bekerja. Jurang antara pelaburan diluluskan dan pelaburan direalisasikan boleh mengambil masa bertahun-tahun, dan sebahagiannya tidak pernah direalisasikan langsung. So, "approved FDI", tidak menjawab, "apa aku dapat?"

.

Pertumbuhan KDNK lima peratus bermakna apa kepada orang biasa? Kalau gaji anda tidak naik, kalau harga barang naik lebih laju daripada pendapatan anda, angka lima peratus itu adalah abstraksi yang tidak dapat dimakan. Again, "apa aku dapat?".

.

Kadar pertukaran ringgit? Kalau anda tidak pernah ke luar negara dan tidak terlibat dalam import atau eksport, mengapa ia penting kepada anda? Again, "apa aku dapat?".

.

Realitinya, mungkin hanya 15 hingga 20 peratus rakyat yang benar-benar memahami atau merasai kesan langsung daripada statistik-statistik makro ini. Baki 80 peratus hidup dalam ekonomi yang berbeza sama sekali.

.

So, let's talk about grassroots economics dan kenapa penolakan di Negeri Sembilan juga merupakan penolakan secara dasar peringkat persekutuan.

.

Bank Negara mengumumkan dalam Sasana Symposium 2025 bahawa harga makanan dan minuman naik 17.5 peratus dari suku pertama 2020 hingga suku pertama 2025. Dalam tempoh yang sama, gaji nominal sektor swasta setiap pekerja hanya naik 7.9 peratus. Timbalan Gabenor Datuk Marzunisham Omar menyatakan dengan jelas: dalam terma sebenar, gaji setiap pekerja telah menurun sebanyak 1.9 peratus. Dan yang lebih menyakitkan — produktiviti setiap pekerja naik 7.4 peratus dalam tempoh yang sama. Oversimplification: Kerja lebih masa 7%, Gaji turun 2%, Makanan naik 17%.

.

People feel this. 

.

Next is housing.

.

Purata harga rumah di Malaysia pada suku pertama 2025 adalah RM486,070 menurut data NAPIC. Di Kuala Lumpur, purata harga subsale mencecah lebih RM800,000. Gaji median bulanan Malaysia adalah sekitar RM3,000 — bermakna RM36,000 setahun. Nisbah harga rumah kepada pendapatan tahunan: 13 kali ganda. Penanda aras antarabangsa untuk perumahan yang dianggap "mampu milik" adalah tiga kali ganda pendapatan tahunan.

.

Kalau anda berpendapatan RM5,000 sebulan, bank akan meluluskan pinjaman dalam lingkungan RM450,000 hingga RM480,000. Itu sudah menyingkirkan anda daripada Kuala Lumpur sepenuhnya.

.

Sekarang tengok Seremban. Purata harga rumah di Negeri Sembilan lebih rendah daripada purata nasional — dalam lingkungan RM350,000 hingga RM400,000 untuk rumah teres di kawasan yang munasabah dekat dengan bandar. Kelihatan lebih mampu milik, betul? Tapi gaji median di Negeri Sembilan juga lebih rendah — sekitar RM2,500 hingga RM2,800 sebulan bagi ramai pekerja tempatan. Buat kiraan: RM33,600 setahun berbanding rumah RM380,000. Nisbahnya masih 11 kali ganda pendapatan tahunan. Masih jauh melebihi penanda aras tiga kali ganda. Seorang pekerja kilang di Nilai atau juruteknik di Senawang masih tidak mampu membeli rumah walaupun dia bekerja sepanjang hayatnya.

.

Iskandar Abdul Samad, mantan Exco Kerajaan Negeri Selangor dengan pengalaman dalam urban planning, dalam satu podcast ada menyebut bahawa ini antara sebab yang miskin makin miskin. Mereka perlu beli rumah jauh dari pusat bandar, tempat kerja dan menambah kos transportation etc. Its counterintuitive.

.

Ini ekonomi yang memberikan impak direct kepada rakyat. Bukan rizab negeri. Bukan pelaburan diluluskan. Bukan KDNK. Those are good for reporting and international investors, but not good for election campaigns.

.

Jadi anda boleh dapatkan seramai mana pun ekonomis jadian untuk naik ke pentas dan memilih statistik yang menyenangkan. Menteri Besar boleh membentangkan senarai pencapaian sepanjang lapan tahun pentadbiran. Semuanya mungkin betul dari segi teknikal.

.

Tetapi kalau ekonomi itu tidak bergema dengan kualiti hidup yang lebih baik, dengan beban yang lebih ringan, dengan rasa bahawa esok akan lebih senang daripada hari ini — rakyat tidak akan memilih anda. 

.

Itu bukan politik identiti. Itu bukan pengundi yang tidak faham. Itu adalah rakyat yang mengundi berdasarkan realiti mereka sendiri, bukan realiti yang dipersembahkan dalam infografik.

.

Anyway, tahniah kerana baca sampai habis. Sebelum komen, letakkan "grassroot economics" supaya saya tahu siapa yang baca sampai habis. 

.

p/s: Jangan kecam bahawa ada banyak faktor lain. Saya explain dari angle satu faktor je. Biar la pakar lain explain dari faktor2 social engineering, human behaviour etc.

Khamis, 16 Julai 2026

Saman cedera

 BEKAS PELAJAR MENANG SAMAN KECUAIAN, TERIMA PAMPASAN RM452,809


MUAR: Seorang lelaki berusia 21 tahun dianugerahkan pampasan berjumlah RM452,809 oleh Mahkamah Tinggi Muar selepas memenangi saman kecuaian susulan kecederaan serius yang dialaminya ketika mengikuti kelas Pendidikan Jasmani pada tahun 2019.

Ketika kejadian, mangsa masih merupakan pelajar Tingkatan Dua di SMK Chaah, Segamat.

Saman tersebut difailkan melalui bapanya yang bertindak sebagai wakil litigasi kerana mangsa masih di bawah umur ketika insiden berlaku pada 17 September 2019.
.

Kronologi kejadian

Kejadian berlaku semasa kelas Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Kesihatan antara 8.30 pagi hingga 9.30 pagi.

Berdasarkan fakta kes, pelajar telah diasingkan mengikut jantina sebelum aktiviti dijalankan. Seorang guru kemudian mengambil peralatan sukan dari stor dan mengendalikan aktiviti frisbee.

Selepas aktiviti itu selesai, mangsa mengambil sebuah raket badminton milik sekolah untuk bermain secara tidak formal bersama seorang rakan sekelas.

Ketika permainan berlangsung, batang besi raket tersebut tercabut daripada pemegang lalu mengenai dan menyebabkan kecederaan tembus pada mata kirinya.

Kecederaan serius dan kekal

Mangsa mengalami:

* Kecederaan tembus yang teruk pada mata kiri
* Patah tulang tengkorak
* Pendarahan akut di dalam otak

Kecederaan tersebut mengakibatkan kecacatan klinikal kekal yang serius, termasuk gangguan terhadap fungsi penglihatan dan neurologi.

Pihak yang dinamakan dalam saman

Saman tersebut difailkan terhadap:

* Guru yang mengendalikan aktiviti
* Pengetua sekolah
* Ketua Pengarah Pendidikan Malaysia
* Kerajaan Malaysia

Keputusan mahkamah

Hakim Mahkamah Tinggi, memutuskan sepenuhnya memihak kepada mangsa selepas menilai keseluruhan bukti.

Mahkamah membenarkan tuntutan atas asas 100% liabiliti selepas mendapati defendan gagal menyediakan penyeliaan yang mencukupi, munasabah dan berkesan.

Hakim turut menyatakan bahawa para pelajar ketika itu berada di bawah jagaan, kawalan dan pengawasan operasi secara langsung oleh guru.

Pampasan yang dianugerahkan

* RM400,000 sebagai ganti rugi am
* RM12,809 sebagai ganti rugi khas
* RM40,000 sebagai kos

Jumlah keseluruhan: RM452,809

Kes ini menjadi peringatan bahawa keselamatan pelajar tidak bergantung kepada kehadiran guru semata-mata.

Penyeliaan yang berkesan, pemeriksaan peralatan dan kawalan aktiviti yang sesuai perlu diberi perhatian bagi mengelakkan kecederaan yang boleh meninggalkan kesan sepanjang hayat.

Sumber: Yee, X. Y. (2026, July 15). Ex-student wins over RM452,000 in negligence suit against school. The Star. The Star article

Rabu, 15 Julai 2026

Balapan

 *Tanggungjawab pengadil di selekoh trek adalah seperti berikut:*


-Berada di lokasi yang telah ditetapkan sebelum acara bermula.

-Memastikan atlet berlari mengikut lorong yang ditetapkan bagi acara yang menggunakan lorong.

-Memerhati dengan teliti jika berlaku sebarang pelanggaran peraturan seperti:

*Atlet keluar atau memijak garisan lorong.

*Menghalang, menolak atau mengganggu atlet lain.

*Memotong masuk ke lorong lain sebelum garisan yang dibenarkan.

-Bagi acara lari berganti-ganti, pastikan pertukaran baton berlaku di dalam zon pertukaran yang ditetapkan.

-Catatkan dengan lengkap nombor lorong, nombor peserta, acara dan jenis kesalahan sekiranya berlaku pelanggaran peraturan.

-Laporkan segera kepada Ketua Pengadil Balapan. Pengadil tidak membuat keputusan pembatalan peserta secara sendiri.

-Pastikan kawasan tugasan sentiasa selamat dan bebas daripada sebarang gangguan.

-Kekal di tempat bertugas sehingga semua peserta selesai melepasi kawasan yang ditugaskan.

*Dalam acara balapan, halangan (obstruction/interference) berlaku apabila seseorang pelari mengganggu pergerakan pelari lain sehingga memberi kelebihan kepada dirinya atau menyebabkan kerugian kepada pelari lain.*

Antara perlakuan yang dikira sebagai halangan ialah:

- *Menolak* pelari lain dengan tangan, bahu atau badan.

- *Menghimpit* pelari sehingga pelari lain terpaksa memperlahankan larian atau keluar daripada laluan.

- *Memotong* masuk terlalu awal sehingga menyebabkan pelari lain terpaksa mengelak atau membrek.

- *Menghalang* laluan dengan sengaja ketika memotong atau selepas memotong.

- *Menyentuh* atau menarik pakaian, badan atau baton pelari lain.

- *Mengubah* haluan secara tiba-tiba sehingga mengganggu rentak atau langkah pelari lain.

-Dalam acara berganti-ganti, pelari yang telah menyerahkan baton tidak segera keluar dari laluan, lalu mengganggu pasukan lain.

Sabtu, 4 Julai 2026

Uthman

 Ramai orang kenal Saidina Uthman bin Affan RA sebagai seorang sahabat Nabi yang tersangatlah pemurah. 


Sebut pasal Tabuk, dia taja satu tentera. Sebut pasal krisis air, dia selamba beli Telaga Rumah.


Tapi... ramai yang terlepas pandang satu benda.

Macam mana sebenarnya Uthman boleh jadi super rich sampai ke tahap kekayaan beliau masih 'wujud' dan mengalirkan pahala sehingga ke hari ini? Macam mana strategi bisnes dia yang sebenar?


Benda ni yang public jarang sembang. 


Jom kita bongkar 7 rahsia bisnes tersembunyi Uthman bin Affan yang ramai usahawan hari ini terlepas pandang.


1. Leveraj 'Unfair Advantage' & Luaskan Empayar


Uthman memang lahir dalam keluarga senang. Ayahnya, Affan bin Abdul Aas, ialah pedagang besar. Tapi, Uthman tak goyang kaki goyang tayar.


Dia ambil unfair advantage (kelebihan sedia ada) dari segi modal dan kabel keluarga, kemudian dia upgrade gila-gila. Dia tak hadap market Mekah je, dia bantai bina network sampai ke Syria, Mesir, dan Parsi sampai berjaya pegang rantaian bekalan (supply chain) utama.


2. Fokus Produk 'High-Value & High-Margin'

Korang perasan tak, Uthman jarang main produk marhaen? 


Hubungan dagang beliau dengan pedagang Byzantine di Syria melibatkan barang-barang premium: sutera, rempah ratus gred tinggi, logam berharga, dan minyak wangi.


Kenapa? Sebab barang premium ni harganya inelastic (fleksibel). Orang kaya tetap akan beli tak kira apa keadaan ekonomi, dan margin untungnya tersangatlah tebal.


3. Kemahiran 'Networking' Tahap Elit


Masa berhijrah ke Madinah, Uthman tinggalkan hampir semua harta dia kat Mekah. Zero. Pokai.


Tapi macam mana dia boleh naik balik dengan cepat? Jawapannya: Reputasi dan Hubungan.


Nabi SAW sendiri sebut Uthman ni seorang yang sangat pemalu (modest) dan paling dipercayai. Bila korang masuk pasaran baru dengan 'personal branding' yang jujur dan dipercayai, pelabur dan rakan kongsi automatik akan datang cari korang.


4. CSR dan Pelaburan Strategik Ekosistem


Masa Madinah dilanda krisis air, Uthman beli Telaga Rumah daripada seorang Yahudi dengan harga 20,000 dirham (nilai yang sangat besar masa tu). Lepas beli, dia bagi free kat rakyat.


Secara zahir, nampak macam rugi tunai. Tapi dari sudut bisnes, Uthman baru sahaja menyelamatkan 'ekosistem' pasaran dia. 


Bila komuniti hidup dan sihat, ekonomi Madinah berkembang pesat, dan bisnes Uthman pun berkembang berkali-kali ganda. Ini bukan sekadar sedekah, ini adalah strategic ecosystem investment.


5. Pinjaman Tanpa Faedah Sebagai Hubungan Strategik


Bila usahawan atau pelapak kecil Madinah sesak atau dilanda kemarau, Uthman tak bagi pinjaman ceti. Dia bagi Qardhul Hasan (pinjaman tanpa faedah).


Malah, kalau ada yang tak mampu bayar, dia halalkan. Kesannya? Peniaga-peniaga ni rasa sangat terhutang budi. Bila perniagaan mereka dah maju, mereka secara sukarela akan pilih Uthman sebagai pembekal atau rakan kongsi utama, siap bagi pulangan lebih sebagai tanda hormat. Loyalty customer macam ni tak boleh dibeli dengan duit.


6. Diversifikasi Portfolio (Jangan Letak Telur Dalam Satu Bakul)


Kekayaan Uthman tak bersandarkan pada satu jenis perniagaan sahaja. Beliau pelbagaikan kekayaan dengan membeli tanah, aset hartanah di seluruh Semenanjung Arab, selain daripada sektor perdagangan aktif.


Bila satu market drop, pasaran hartanah backup. Usahawan moden kena ambil nota bab ni—jangan letak semua modal korang dalam satu jenis pelaburan atau satu produk sahaja.


7. Mindset 'Stewardship' & Syukur Melampau


Ini rahsia paling besar. Uthman tak pernah rasa harta tu hak mutlak dia. Beliau nampak diri dia cuma pengurus (steward) amanah Allah.


Sebab tu bila ladang dia dapat hasil tuaian yang luar biasa, dia tak simpan dalam bank atau sorok bawah tilam. Dia terus buat kenduri besar-besaran bagi satu Madinah makan bebas. 


Formula dia mudah, ikut janji Allah dalam al-Quran: "Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan tambah nikmat-Ku."


Pendapat Strategik


Kalau kita kaji betul-betul model bisnes Saidina Uthman bin Affan, kita akan nampak satu anjakan paradigma yang sangat besar. Ramai usahawan zaman sekarang terlalu obses dengan short-term ROI (pulangan pelaburan jangka pendek) dan sibuk nak 'menekan' margin sekecil-kecilnya daripada pelanggan atau pesaing.


Uthman mengajar kita tentang Generous Capitalism—iaitu kapitalisme yang dipandu oleh sifat pemurah dan pembangunan ummah. 


Beliau membuktikan bahawa semakin banyak kita selesaikan masalah komuniti (bina telaga, taja tentera pertahanan, bagi pinjaman tanpa riba), semakin kuat 'branding' dan 'trust' pasaran terhadap kita. 


Kekayaan sebenar bukan pada apa yang kita simpan, tapi pada ekosistem yang kita bina dan hidupkan.

Ahad, 28 Jun 2026

Iman dan taqwa

 Selagi hayat dikandung badan

Jangan sekali dikau lupakan

Perintah rasul dan perintah Tuhan

Itulah tugas setiap insan

2X


Jika kita melupakan

Perintah Tuhan kau abaikan

Jangan sekali kau harapkan


Bahagia di dunia yang fana

Apa erti hidup ini

Jika tiada taqwa dan iman


Selagi hayat dikandung badan

Berbuat baik sesama insan

Jangan lupakan perintah Tuhan

Fakir dan miskin jangan kau lupakan

2X


Selagi hayat dikandung badan

Rabu, 24 Jun 2026

Berayan

 1. Berayan (atau Brayan)


Maksud: 

Saling memberi, berkongsi, atau hidup bermasyarakat secara harmoni.


Konteks: Ia menggambarkan amalan muafakat di mana jiran tetangga atau orang kampung saling membantu, bertukar-tukar makanan, atau hidup saling menyokong antara satu sama lain (semangat kejiranan/kemasyarakatan).


2. Guyupan (daripada kata dasar Guyub)


Maksud: Kebersamaan, kerukunan, atau perpaduan.

Konteks: Guyub bermaksud hidup rukun dan aman damai tanpa persengketaan.

 Guyupan (atau sering disebut Guyub Rukun*) merujuk kepada sebuah kelompok atau komuniti yang sentiasa bersatu padu, mesra, dan tolong-menolong (semangat gotong-royong atau kesukarelawanan)


3. Sedoloran Selawase (atau Seduluran Selawase)


Maksud: Persaudaraan selamanya / sampai bila-bila.

Pecahan Kata:

Sedolor / Sedulur: Adik-beradik atau saudara.

Selawase: Selamanya / selama-lamanya.


Konteks: Ikatan persaudaraan atau persahabatan yang sangat akrab dan tidak akan putus sampai bila-bila, walaupun bukan dari darah daging yang sama.


Kesimpulan / Maksud Keseluruhan:


Jika digabungkan, ungkapan ini membawa mesej moral yang sangat indah:


"Hidup bermasyarakat yang saling berkongsi, bersatu padu dalam kebersamaan, dan mengekalkan ikatan persaudaraan sehingga ke akhir hayat."

Isnin, 22 Jun 2026

Subjek lapuk

 Universiti di China menggugurkan subjek-subjek yang dianggap lapuk dan tidak berguna generasi sekarang dan masa hadapan. 

Antara bidang yang terkesan adalah:

1. Seni

2. Kemanusiaan

3. Bahasa Asing

4. Pengurusan

5. Bidang berkaitan sosial

Bidang-bidang tersebut digantikan dengan:

1. Kecerdasan Buatan AI

2. Robotik

3. Sains Data

4. Kejuruteraan Pintar (smart engineering)

5. Pembuatan Termaju

6. Teknologi Maklumat

7. Industri Masa Depan (future technologies)

Ahad, 21 Jun 2026

Cctv

 Kita punyai.........


Kudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama',  Basar Kalam......


Dipinjamkan jer yer.......LEASEHOLD bukan FREEHOLD.


Bersyarat,....selagi ada HAYAT.


Selagi ada HAYAT, disebabkan kita dan Jin dijadikan untuk BERIBADAH 24/7/365.....

SIFAT Pinjaman yg berbaki lagi 6, tersebut mestilah dikosongkan Dari HATI 24/7/365

Jadilah kita BANGKAI BERNYAWA yang berbau wangi......


MATIKANLAH DIRIMU SEBELUM AJAL MENJEMPUT.


Wallahua'lam

4 yakin

 "Assalamualaikum dan selamat pagi semua. Sebelum kita mulakan eksperimen/pembelajaran kita hari ini, Sir nak tanya satu soalan mudah. Semua tahu tak apa itu **garam**? Tahu, kan? Kita tahu garam itu masin. Tapi, macam mana kita boleh yakin 100% yang garam tu masin?"


*(Beri ruang murid respons sekilas)*


**[Isi Utama: 4 Peringkat Keyakinan]**

"Dalam hidup kita, untuk percayakan sesuatu kebenaran, ada 4 tingkat keyakinan yang kita kena lalui. Jom kita tengok satu-satu:


* **1. Ilmul Yaqin (Yakin sbb Belajar):** Ini tahap pertama. Kita baca buku teks kimia atau sains, buku kata 'Garam formulasinya $NaCl$ dan rasanya masin'. Kita tahu sebab ada ilmu dan bukti teori. Kita belum rasa lagi, tapi kita percaya sebab cikgu atau buku bagitahu.

* **2. Ainul Yaqin (Yakin sbb Nampak):** Tahap kedua, kita masuk makmal. Sir tunjuk satu botol isi serbuk putih, labelnya 'Garam'. Kamu tengok dengan mata sendiri rupa bentuk kristal garam tu. Keyakinan kamu makin naik sebab mata sudah nampak bukti fizikalnya.

* **3. Haqqul Yaqin (Yakin sbb Rasa Sendiri):** Tahap ketiga, Sir kata 'Cuba ambil sikit letak atas lidah'. Bila kamu rasa sendiri keasinan garam tu pada lidah kamu, masa ni kalau ada 100 orang datang kata 'Eh, itu gula lah!', kamu takkan percaya. Sebab apa? Sebab kamu dah alami dan rasa sendiri pengalaman tu. Tiada ragu-ragu lagi.

* **4. Kamalul Yaqin (Sempurna Keyakinan):** Tahap tertinggi sekali. Bukan setakat tahu, nampak, atau rasa... tapi ilmu dan keyakinan tu dah sebati dalam jiwa dan tindakan harian kamu. Contohnya, kamu dah tak perlu fikir dua kali untuk guna garam dalam masakan seharian sebab kamu dah faham fungsi dan kewujudannya secara total."


**[Kesimpulan & Pengajaran Moral]**

"Jadi anak-anak, apa kaitannya dengan hidup kita?


Sama macam kita belajar di sekolah. Kita tak nak jadi pelajar yang duduk di tahap **Ilmul Yaqin** sahaja—iaitu sekadar hafal nota untuk lulus periksa, lepas tu lupa. Sir nak kamu bawa ilmu tu sampai ke tahap **Haqqul** dan **Kamalul Yaqin**—kamalul yakin dalam berbuat baik, kamalul yakin dalam berintegriti, dan yakin dengan potensi diri sendiri yang ilmu itu boleh mengubah masa depan kamu.


Bila kita yakin dengan apa yang kita buat, barulah hasil kerja dan amalan kita jadi berkualiti dan 'A!'. Jom, kita mulakan kelas hari ini dengan penuh keyakinan

Khamis, 18 Jun 2026

Doa yaasin

 Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang memadai dan menyamai akan pertambahan segala nikmatNya.

Wahai Tuhan kami, untukMu segala puji sebagaimana layak kebesaran dan kehebatan kekuasaanMu.

Ya Allah, kami pohon selawat dan salamMu ke atas penghulu kami Nabi Muhammad dan ke atas keluarga serta sahabat Baginda semuanya.

Ya Allah, dengan keberkatan Surah Yasin dan kitab Al-Quran yang penuh hikmat dan sesiapa yang Engkau pilih untuk membawa risalah, kenabian, penolong dan petunjuk hingga Sirat al-MustaqimMu.

Dengan kitab Al-Quran yang dibawa oleh Malaikat Jibril, dan dengan kekuatan huruf-huruf dan nama-nama yang sempurna yang Engkau miliki dan dengan apa yang Engkau perjelaskan dalam Al-Quran tentang kewujudan setiap tanda-tanda yang menunjukkan (kewujudanNya), dan dengan limpah kurniaMu dapat

menghilangkan keluh kesah dan dapat menyelesaikan beban hutang.

Wahai Tuhan yang mengendalikan pergerakan laut dan matahari, Wahai Tuhan yang menjadikan khazanahNya di antara huruf kaf dan nun, Tuhan yang Maha Mengetahui sebelum dan selepas sesuatu keadaan.

Kami memohon kepadaMu Ya Allah agar membuka ruang keredhaanMu, jadikanlah kami bersatu padu memuji dan memuja kekayaanMu agar Engkau permudahkan segala kehendak dan permintaan kami.

Engkau jadikanlah keredhaanMu sebagai teman hidup kami dan dengan limpah kebesaranMu Engkau tunaikan permintaan kami secepat mungkin, perkenanlah doa kami Ya Allah dan benarkanlah harapan kami disisiMu dan masukkanlah kami ke dalam rahsia firmanMu.

Sesungguhnya pekerjaanMu apabila mengkehendaki sesuatu hanya dengan berkata: JADI, maka jadilah ia.

Maha Suci Tuhan yang menguasai setiap sesuatu dan kepadaNyalah Kembali semuanya.

Maha Suci Tuhan yang dapat menghapuskan segala dukacita, Maha Suci Tuhan yang dapat menghilangkan kesusahan dan Maha Suci Tuhan yang dapat menyelesaikan beban hutang dan Maha Suci Tuhan yang kerjaNya apabila mengkehendaki sesuatu hanya dengan berkata: JADILAH, maka jadilah.

Wahai Tuhan yang menghilangkan dukacita, hilangkan, hilangkan. Ya Tuhan

yang menghilangkan dukacita. Wahai yang menghilangkan, hilangkanlah, Wahai yang menghilangkan, hilangkanlah, hilangkanlah dari kami dukacita.

Wahai Tuhan Yang Hidup, Yang Kekal dan Yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Dan Allah telah beri rahmat dan kesejahteraan ke atas penghulu kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Dan segala pujian bagi Allah Tuhan semesta alam

Penipuan

PENCETUS PERANG TELUK


Air Mata Palsu Nayirah: Kisah Di Sebalik Pencetus Perang Teluk


Pada 10 Oktober 1990, dunia dikejutkan dengan kemunculan seorang gadis berusia 15 tahun bernama Nayirah. Sambil menangis teresak-esak, dia memberikan testimoni yang meruntun hati jutaan penonton melalui rangkaian berita antarabangsa seperti ABC dan NBC.


Nayirah mendakwa dirinya sebagai pembantu jururawat sukarelawan di Hospital al-Addan, Kuwait. Dengan nada sayu, dia menceritakan kononnya tentera Iraq telah merempuh masuk ke wad bersalin, merampas mesin inkubator, dan membiarkan bayi-bayi pramatang mati kesejukan di atas lantai hospital.


"Tentera Iraq memukul, mendera, menyembelih dan memotong telinga sesiapa sahaja yang melawan... 312 bayi dikeluarkan dari inkubator dan dibiarkan mati," dakwanya dalam tangisan yang tersekat-sekat.


Tiket Emas George H.W. Bush Untuk Berperang


Kisah kekejaman rejim Saddam Hussein ini dimainkan saban hari oleh media Amerika Syarikat (AS) sehingga mencetuskan kemarahan global. Malah, Presiden AS ketika itu, George H.W. Bush, dilaporkan mengulang cerita Nayirah sebanyak 10 kali dalam ucapan-ucapannya untuk meraih sokongan politik.


Sebenarnya, AS sudah lama bimbang dengan pengaruh Iraq. Apabila Iraq menawan Kuwait pada 2 Ogos 1990 atas pertikaian isu telaga minyak, AS berasa terancam kerana Saddam Hussein bakal menguasai harga minyak dunia.

Tiga bulan selepas testimoni Nayirah, iaitu pada 17 Januari 1991, Kongres AS akhirnya meluluskan serangan ketenteraan ke atas Iraq melalui Operasi Desert Storm. 


Iraq digempur hebat dari segenap penjuru oleh pakatan tentera AS dan sekutunya sehingga ranap. Walaupun Kuwait berjaya dibebaskan pada 27 Februari 1991, wilayah Teluk Parsi terus bergolak tanpa keamanan yang mutlak.


Pembohongan Terbongkar: Lakonan Berharga AS$10.8 Juta


Hampir dua tahun selepas perang berakhir, satu pendedahan mengejutkan telah membongkar kebenaran di sebalik air mata Nayirah. Segala-galanya hanyalah sebuah penipuan dan konspirasi terancang.


Hasil siasatan mendapati:

Identiti Sebenar: Nayirah bukanlah seorang pembantu jururawat miskin. Nama penuhnya dirahsiakan kerana dia sebenarnya adalah anak perempuan kepada Saud Nasir Al Sabah, Duta Kuwait ke Amerika Syarikat merangkap kerabat diraja Kuwait.


Tidak Wujud di Lokasi: Semasa Iraq menyerang Kuwait, Nayirah langsung tidak berada di negara tersebut, apatah lagi menyaksikan insiden di hospital.


Kempen Propaganda: Testimoni tersebut merupakan skrip yang dirancang rapi di bawah kempen Citizens for a Free Kuwait. Kerajaan Kuwait telah mengupah sebuah firma perhubungan awam terkemuka di AS, Hill & Knowlton, dengan bayaran sebanyak AS$10.8 juta untuk mengatur drama rintihan tersebut demi meraih simpati dunia.


Kesimpulan

Tangisan Nayirah yang layak mendapat anugerah Academy Award itu akhirnya menjadi antara penipuan propaganda terbesar dalam sejarah moden. Walaupun matlamat Kuwait dan AS tercapai untuk menggulingkan pengaruh Iraq pada waktu itu, harga yang perlu dibayar amatlah mahal.


Hari ini, selepas lebih tiga dekad berlalu, landskap dunia Arab terus diwarnai sengketa. Beribu-ribu nyawa rakyat jelata yang tidak berdosa telah terkorban, semuanya bermula daripada sebuah lakonan air mata yang direka untuk menghalalkan sebuah peperangan.


Sumber: Utusan TV

Subuh bjamaah

 Baru habis layan podcast DAS Abdul, owner bantal 7 bintang yang tersohor. Memang kental beliau ni. Cerita jatuh bangun dari kecil sampai sekarang.


Aku sendiri tak sangka aku boleh layan 73 episod podcast malam tadi. First time layan podcast semua episod ni. 😅 


Part paling menyentuh bagi aku ialah bila dia ambil keputusan tinggalkan mak ayah, pindah ke Johor sehelai sepinggang. Bawa isteri dan dua anak. Anak bongsu baru habis pantang.


Dengan berbekal duit simpanan yang sedikit, dia cuba buat bisnes Supa Doopa. Dah dapat tapak cantik, tapi kena sailang. Dia tak dibenarkan masuk tapak itu, dan idea dia orang lain buat.


Jam 2 pagi dia terbaca nasihat kata 'Nak berniaga, mulakan apa yang ada ditangan'


Masa tu kat tangan dia ada bantal. Dia kejut wife dia bagitahu idea nak jual bantal. Wife dia setuju je.


Terus dia ke KL ambil bantal bermodalkan RM1600. Lepas tu join car boot sale. Buka bonet jual bantal.


Dari awal sejak dia menjual, tak ada satu pun bantal dia laku. Isteri sambil dukung anak kecil turun bantu. Anak yang masih menyusu.


Memang dia rasa loser gila melihat isteri dia sambil dukung anak dok ajak orang membeli, "Bang. Beli bantal bang".

"Kak, beli bantal kak"


Masa tu dia dah rasa give up nak jual bantal. Satu pun tak laku. Saat dah nak balik, baru pintu rezeki terbuka. Seorang cikgu borong habis bantal dia untuk letak kat homestay.


Terus harapan bersinar kembali. Dan sejak itu bantal dia makin laris hingga ada 44 orang staff, 10,000 orang dropship. Sale sebulan RM1.6 juta. Siap pasang billboard merata. Pakai Merc mewah dan pelbagai kereta lagi. 


Dari kereta Merc RM800k harga, sekarang naik Myvi je. Namun dia bagitahu dia bangga dan bahagia naik Myvi sekarang ni.


Lepas Covid, bisnes dia jatuh teruk. Makin lama makin merosot hingga terpaksa jual aset dan kereta. Masa tu hutang dia RM6 juta.


Dia sempat merasa naik sekejap pada 2024, bisnes makin okey di Tiktok. Sempat bayar hutang RM2 juta sebelum kembali jatuh lebih teruk.


Saat paling loser dia rasa bila anak dia berbisik dengan anak kecilnya nak pinjam duit adik RM5 untuk beli buku.


Bila dia tanya anak dia, kenapa minta dengan adik, tak minta dengan ayah, anaknya jawab,


"Kan ayah tengah struggle sekarang"


Memang dia kata, saat tu dia rasa sangat-sangat sedih dan loser. Dia cuba jual macam-macam, jadi affiliate dan sebagainya, namun semua buntu dan tak berjaya.


Sampai suatu hari, isteri dia kata,


"Bang. Pergilah solat Subuh di masjid"


"Tapi abang kena hantar anak ke sekolah setiap pagi"


"Tak apa. Biar saya hantar anak tu. Abang pergi solat berjemaah"


Dari situ dia start solat berjemaah. Setiap kali bangun pagi nak ke masjid untuk solat berjemaah, dia rasa dia menang. Inilah kemenangan sebenar, walau masa tu bisnes masih teruk.


Dan dari situ perlahan-lahan bisnes dia naik balik dengan produk DAS Lega. Kini kehidupan lebih selesa walau tak sama macam dulu.


Beliau berpesan, kepada yang nak buat bisnes, elakkan berhutang dan guna kad kredit. Salah satu punca kejatuhan beliau adalah kerana hutang, gaya hidup dan kereta mewah.


Beliau juga berpesan, ada masalah, mengadulah pada Allah. Mengadu dalam sujud seikhlas hati. Minta doa agar diberikan rezeki Halal yang cukup juga. InsyaAllah doa akan dimakbulkan satu demi satu.


Best layan podcast macam ini. Membuka minda, memberi inspirasi dan mendidik jiwa.


Terima kasih DAS Abdul sudi berkongsi kisah hidup.


#MFS

.

Khamis, 11 Jun 2026

Hati


1. Sudur (الصُّدُورِ - Dada)

Ini adalah lapisan paling luar dalam anatomi kerohanian manusia. Ia bertindak sebagai pintu gerbang atau ruang penerimaan untuk semua fikiran, emosi, dan bisikan dari luar.


* Fungsi Utama: Tempat transit bagi lintasan fikiran dan dorongan sebelum ia masuk lebih dalam ke dalam hati rohani.

* Ciri-ciri: Ia boleh lapang dengan ketenangan (Insyirah) atau sempit dengan rasa sesak (Deeq). Ia juga merupakan kawasan yang terdedah kepada bisikan luar (Waswas).

* Dalil Al-Quran:


"Yang membisikkan [kejahatan] ke dalam dada (sudur) manusia." (Surah An-Nas, 114:5)

"Maka adakah orang yang Allah bukakan dadanya (sadr) untuk menerima Islam..." (Surah Az-Zumar, 39:22)



## 2. Qolbu (القَلْبُ - Hati)

Ini adalah pusat stesen kerohanian yang terletak di sebalik dada. Kata dasar bahasa Arab bagi perkataan ini bermaksud "berbolak-balik" atau "berubah-ubah", menggambarkan betapa mudahnya emosi dan niat manusia beralih.


* Fungsi Utama: Pusat membuat keputusan di mana keimanan, keraguan, niat, dan pilihan diproses serta ditetapkan.

* Ciri-ciri: Ia bersifat dinamik dan sentiasa berubah keadaan. Ia boleh menjadi sakit dengan penyakit rohani, keras seperti batu, atau menemui ketenangan melalui zikir.

* Dalil Al-Quran:


"Dalam hati (qulub) mereka ada penyakit, lalu Allah tambahkan lagi penyakit itu..." (Surah Al-Baqarah, 2:10)

"Ketahuilah dengan mengingati Allah, hati (qulub) akan menjadi tenang." (Surah Ar-Ra'd, 13:28)



## 3. Fuad (الفُؤَادُ - Mata Hati / Hati Terdalam)

Ini adalah dimensi paling dalam bagi hati. Para ulama menggambarkannya sebagai "mata hati" atau tempat bersemayamnya kesedaran mutlak, akal yang mendalam, dan persepsi langsung.


* Fungsi Utama: Untuk merasai kebenaran yang hakiki, penglihatan rohani, dan keyakinan yang tidak tergoyahkan (Yaqeen) setelah memproses ilmu.

* Ciri-ciri: Berbeza dengan qolbu yang berbolak-balik, fuad sangat fokus, tajam, dan tidak mendustakan apa yang benar-benar disaksikan atau difahaminya.

* Dalil Al-Quran:


"Hati (fuad) tidak mendustakan apa yang dilihatnya." (Surah An-Najm, 53:11)

"Dan menjadi kosonglah hati (fuad) ibu Nabi Musa..." (Surah Al-Qasas, 28:10 — menunjukkan emosi yang sangat mendalam sehingga mengosongkan seluruh jiwa dalamnya).

Ahad, 7 Jun 2026

Bisnes islam

 Korang perasan tak, dalam banyak-banyak cerita pasal usahawan terkaya dunia—Jeff Bezos, Elon Musk, ataupun Warren Buffett—kita selalu ditekankan dengan formula "hustle hard" sampai tak tidur malam.


Tapi perasan atau tidak, blueprint kekayaan paling ekstrem, paling kalis inflasi, dan paling 'mind-blowing' dalam sejarah manusia sebenarnya ada pada seorang imigran tanpa sesen pun wang di poket waktu mula-mula sampai ke Madinah.


Ya, Abdurrahman bin Auf.


Sebut nama beliau, semua orang tahu beliau kaya. Tapi majoriti masyarakat melayu kita cuma tahu "kulit" sahaja. Ramai yang ingat beliau kaya sebab 'nasib' atau sekadar doa Nabi semata-mata. 


Hakikatnya, ada strategi bisnes yang sangat licik, tersusun, dan "rare" yang beliau guna pakai sampai kekayaan tu datang bergolek mengejar beliau.


Ini 8 rahsia bina empayar kekayaan Abdurrahman bin Auf yang jarang-jarang dikupas dalam seminar usahawan moden. Sedia untuk "reboot" minda kewangan korang.


1. Zero-Asset Strategy (Bermula Dari Kos Kosong)


Masa sampai di Madinah sehelai sepinggang, sahabat Ansari beliau, Sa'ad bin Ar-Rabi' punya lah baik hati nak bagi separuh harta dan salah seorang isteri beliau untuk dinikahi. 


Kalau mentaliti 'penerima bantuan' zaman sekarang, mesti dah tadah tangan cakap syukur.


Tapi Abdurrahman bin Auf tolak dengan sopan. Beliau cuma cakap: "Tunjukkan aku jalan ke pasar."


Beliau mulakan bisnes tanpa modal duit. Beliau cuma jadi orang tengah (broker) menjual yogurt kering dan mentega. 


Beliau faham satu prinsip: Memulakan perniagaan tak perlukan modal besar, tapi perlukan pasaran yang betul dan langkah yang proaktif.


2. Meticulous Auditing (Rekod Kewangan Yang Sangat Cerewet)


Dalam kitab Al-Tabaqat al-Kubra tulisan Ibnu Sa'ad, ada rekod yang menyatakan Abdurrahman sangat tegas dalam urusan dokumentasi. 


Zaman itu belum ada aplikasi akaun digital, tapi beliau pastikan setiap transaksi, sekecil-kecil keuntungan daripada jualan mentega, dicatat dengan teliti. 


Beliau buat begini bukan sebab kedekut, tapi untuk elakkan sebarang unsur syubhah, penipuan, atau 'shady deals' daripada masuk ke dalam aliran tunai beliau.


3. Ketelusan Ekstrem (Bila 'Defect' Jadi Magnet Jualan)


Ada satu kisah lama, bila beliau dapati ada barang jualan beliau yang ada cacat cela atau kurang kualiti, beliau takkan cuba sorok atau "make-up" barang tu bagi nampak elok. Beliau akan tanda siap-siap, beritahu pelanggan apa cacatnya, dan turunkan harga.


Logik bisnes moden kata, ini rugi. Tapi magisnya, strategi ketelusan ekstrem ni membina reputasi (brand trust) yang sangat kukuh. Orang beli dengan beliau sebab rasa "selamat dan takkan kena kencing." Bila 'trust' dah tinggi, volume jualan melonjak berkali-kali ganda.


4. Zero-Riba Incubation (Membina Ekosistem, Bukan Pesaing)


Ini yang paling 'gila'. Bila beliau dah mula kaya, beliau tak simpan duit dalam tabung atau beli aset mewah untuk menunjuk. Beliau bagi pinjaman tanpa faedah (Qardhul Hasan) kepada peniaga-peniaga kecil di Madinah.


Beliau langsung tak takut peniaga kecil ni akan jadi pesaing beliau. Malah, bila peniaga kecil ni berjaya, mereka akan bawa lebih banyak rantaian perniagaan dan bekalan kepada Abdurrahman sebagai tanda terima kasih. Ini yang kita panggil pembinaan ekosistem win-win yang sebenar.


5. Strategi "Monopoli" Kebajikan


Korang tahu tak impak kekayaan beliau kepada ekonomi Madinah? Talha pernah merekodkan satu kenyataan yang sangat ikonik:


"Seluruh penduduk Madinah sebenarnya hidup di bawah sumbangan Abdurrahman bin Auf. Sepertiga daripada mereka, hutangnya dibayar oleh beliau. Sepertiga lagi diberikan pinjaman modal tanpa faedah. Dan sepertiga selebihnya diberikan sedekah secara langsung."


Beliau secara sistematik membebaskan masyarakat daripada beban hutang supaya kitaran ekonomi domestik boleh berjalan dengan sihat.


6. Detachment Terhadap Aset (Kisah 700 Ekor Unta)


Satu hari, satu kafilah perdagangan milik Abdurrahman bin Auf masuk ke Madinah. Bayangkan, ada 700 ekor unta yang sarat dengan barang muatan. Panjang kafilah tu seolah-olah kepala unta dah keluar dari hujung kota, ekor unta yang terakhir baru nak masuk pintu kota lagi satu. Zaman sekarang, ini ibarat korang bawa masuk 700 buah lori kontena atau supercar.


Tapi bila beliau diingatkan tentang hadis Nabi mengenai ujian hisab orang kaya di akhirat nanti, beliau menangis ketakutan. Tanpa fikir panjang, beliau terus sedekahkan kesemua 700 ekor unta beserta muatannya on the spot! Beliau kaya, tapi hati beliau langsung tak melekat pada harta.


7. Triple-Yield Gratitude (Kesyukuran Yang Agresif)


Apabila ladang pokok buahan milik beliau menghasilkan tuaian yang luar biasa—hampir tiga kali ganda daripada jangkaan asal—beliau tak simpan untung tu untuk pusing modal semata-mata. Beliau terus buat kenduri besar-besaran untuk orang awam dan mengisytiharkan semua lebihan ini adalah hak Allah yang perlu dikongsi. 


Strategi kesyukuran agresif inilah yang menjemput 'barakah' yang membuatkan matematik keuntungan beliau jadi tak masuk akal.


8. Real-Time Balance Sheet (Audit Spiritual & Material)


Abdurrahman bin Auf ada tabiat membuat 'muhasabah' atau audit dwi-fungsi. Beliau akan kira berapa jumlah unta, kambing, dan syiling emas yang beliau ada, kemudian beliau akan silang pangkah (cross-check) dengan berapa banyak yang telah beliau infakkan ke jalan Allah. 


Beliau pastikan pertumbuhan rohani beliau berjalan seiring, malah lebih laju daripada pertumbuhan akaun bank beliau.


Pendapat Strategik


Kalau kita analisis formula kekayaan Abdurrahman bin Auf daripada sudut pandang ekonomi strategik moden, beliau sebenarnya mengaplikasikan sistem "Velocity of Wealth" (Kepantasan Aliran Harta) yang sangat luar biasa. 


Kesilapan terbesar usahawan hari ini ialah mereka terlalu fokus pada hoarding (menimbun) dan retaining (memegang) kapital di dalam akaun syarikat untuk nampak gah di atas kertas.


Abdurrahman bin Auf membuktikan bahawa harta yang tidak 'lekat' di tangan—iaitu harta yang terus dialirkan untuk membina ekosistem zero-riba, membebaskan hutang masyarakat, dan menyokong rantaian ekonomi pihak bawah (bottom 40%)—akan menghasilkan satu impak pelontar (sling-shot effect) yang memulangkan semula modal asal dalam bentuk 'barakah' dan peluang bisnes baharu yang lebih besar.


Dalam dunia yang sedang tenat dengan sistem kapitalisme berasaskan hutang dan faedah hari ini, model 'Agile & Altruistic' milik Abdurrahman bin Auf bukan sekadar satu kisah sejarah, tetapi merupakan satu-satunya solusi paling ampuh untuk melahirkan usahawan kelas jutawan yang mampu menstabilkan semula ekonomi ummah.

Isnin, 25 Mei 2026

Agihan korban

 *SINAR ISLAM.*

(Jln ke Jannah).


*PEMBAHAGIAN DAGING KORBAN.*

▪️Stiap unta, lembu, biri2 @ kmbing akan dibahagikn pd *3 bhg.* Stiap bhg ini *tidak* mnerima kuantiti yg *sama.* Jadi kena brhati2 dlm mnentukn pbahagian daging ini spaya kita *tak trambil hak org lain.* Trutama mreka yg *tiada ilmu* sbaliknya hanya mndgr shj dr pgurusn korban iaitu AJK msjid @ sbginya.

*Pecahn stiap bhg.*

▪️Utk stiap bhg pecahnnya adalh spt brikut:

a) Pserta korban ialah stiap org yg mgambil bhg iaitu *7 org* bagi stiap lembu. Hak bagi stiap pserta ialah daging shj *1/3 bhg.* Semua bhg slain daging iaitu hati, limpa, kpala & lain2 *(diprsetujui* antara 7 org pserta). Jadi slain 7 org ini, sesiapa pn *tak blh ambil* organ2 lain ini kcuali *diredhai* oleh 7 org pserta trsebut. Organ2 semuanya adalh *milik 7 org pserta korban.*

b) Bhg ke-2 ialah *fakir miskin.* Hak bagi fakir miskin ialah bhg daging shj *1/3 bhg.* Sbg cth jika seorg shj fakir miskin, semua *1/3 hak bliau.* Jika ada 10 ekor skalipun, *1/3 bhg dr 10 ekor* adalh milik bliau. Bliau jika brhak *mjual* daging trsebut jika bliau ingin mjualnya.

c) Bhg ke-3 ialah *org awam.* Trmasuk tukang lapah, tukang potong, tukang buat kerja & sbginya. (Tidak atas dasar *upah).* Bhg mreka hanyalh daging shj *1/3 bhg.* Slain dr itu mreka *tak blh ambil.* Itu bukan hak mreka. Organ lain itu hanya dibenarkn ambil jika tlh *diredhai* oleh 7 org pserta korban tadi. Baik itu adalh serba sdikit tentg pbahagian daging korban. 

*Cara prlaksanaan.*

 1. *Asingkn kumpulan.* Cth, jika ada 10 ekor lembu utk korban, *asingkn* stiap lembu satu kumpuln. Stiap kumpulan ini *tidak blh bcampur.* Semuanya perlu diuruskn oleh kumpulan ini shj. Ini bagi memastikn lembu 1 *tidak bcampur* dgn lembu 2. Lembu 2 tidak bcampur dgn lembu 3 & sterusnya. Sbaik2nya, lantik stiap kumpuln utk dr mula hingga slesai utk lembu mreka shj.

 2. Agihkn pd *pserta korban.* Setlh siap mlapah, agihkn *1/3 bhg* daging & organ2 lain pd *pserta korban* mgikut lembu masing2. Bila dah buat kumpuln spt tadi. Jadi senanglh nak agih daging. Stiap pserta kenal lembu masing2. Jadi pgagihn utk stiap pserta akan jadi *tepat.* Cth, jika lembu 1 berat daging bagi *1/3 bhg ialah 70 kilo.* Jadi stiap org akan dpt *10 kilo.* Lembu 2 jika berat daging bagi *1/3 bhg ialah 140 kilo.* Jadi stiap pserta akan dpt *20 kilo.* Bgitulah sterusnya.

 3. Campurkn *semua daging.* Setlh siap agihn pd 7 pserta mgikut lembu, barulh dibolehkn *campur semua baki* daging dr *10 ekor* lembu. Masa ini dah tak perlu risau trcampur lagi sebab memang baki ini utk dibahagikn pd baki *2/3 bhg* iaitu bhg *fakir miskin & org awam (Org kaya).*

 4. Agihkn pd *fakir miskin.* Kmdian barulh diagihkn pd *1/3 fakir miskin.* Jika seorg shj pn fakir miskin yg ada. Seorg itulh yg akan dpt *semua bhg.* Cth, jika 1/3 bhg daging lembu sberat *100 kilo.* Jadi 100 kilo ini adalh *milik fakir miskin.* Tapi pgurusn blh brbincang dgn fakir miskin. Samada fakir miskin nak ambil *semua @ nak ambil sdikit shj.* Jika fakir miskin *redha* maka blh diambil bhg fakir miskin trsebut.

 5. Agihn hadiah pd *org awam.* Yg trakhir ialah bhg hadiah pd *org awam (Org kaya).* Ini trmasuklh org yg *buat kerja, pduduk kmpung & AJK msjid.* Brapa yg tinggal itulh dibahagikn samarata antara semua. Utk mgtahui lbh lanjut disarankn anda rujuk dgn ustaz ditempat anda. Ambil masa utk blajar krn takut kita trambil *hak org lain.* Bila dah trambil hak org lain, ianya *tidak halal* utk kita. Wallaahua'lam.