*بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ﷺ*
*Tangisan Iblis di Depan Pintu Langit*
*"Iblis pernah menangis di malam yang sangat sunyi,, tapi bukan karena takut neraka.*
*la menangis karena tahu,, ia tak bisa kembali kepada Tuhan."*
*Iblis pernah sangat dekat dengan Allah,, tapi satu kesombongan membuatnya jatuh selamanya.*
*Sedangkan manusia masih diberi kesempatan untuk pulang.*
*Murid :*
*Guru,, apakah benar iblis pernah menangis?*
*Guru:*
*Benar. Tapi tangisan itu bukan seperti tangisan Manusia.*
*Murid :*
*Maksudnya?*
*GUru:*
*la tidak menangis karena takut neraka. la menangis karena sadar,, pintu pulang telah tertutup baginya.*
*Murid :*
*Bagaimana bisa, Guru? Bukankah dulu iblis ahli ibadah?*
*Guru:*
*Dulu,, sebelum manusia ada, iblis termasuk makhluk yang paling lama sujud, Beribu tahun ia bersujud di langit, Namanya bahkan pernah disebut di antara para ahli ibadah. Tapi ketahuilah,, satu kesombongan bisa membakar ribuan tahun sujud.*
*Murid :*
*Kesombongan karena menolak sujud kepada Adam?*
*Guru:*
*Ya. Ketika Allah berkata,*
*"Bersujudlah kalian kepada Adam."*
*Semua sujud, Langit hening. Malaikat merunduk.*
*Tapi satu makhluk berdiri tegak, Dialah iblis.*
*Murid :*
*Apa yang ia rasakan saat itu?*
*Guru :*
*Kesombongan. la berkata dalam hatinya:*
*"Aku dari api,,, dia dari tanah."*
*Kalimat itu kecil di lidah... tapi berat di sisi Allah.*
*Sejak saat itu langit yang dulu terbuka baginya,, tertutup selamanya.*
*Murid :*
*Lalu kapan iblis menangis?*
*Guru:*
*Suatu malam di alam ghaib, Setelah ia diusir dari rahmat Tuhan,, la memandang langit yang dulu ia kenal. Langit yang pernah menjadi tempat sujudnya,, Lalu ia menangis.*
*Murid :*
*Apa yang ia katakan?*
*Guru :*
*Dengan suara yang hampir hilang, ia berkata: "Tuhanku... aku mengenal-Mu lebih lama dari manusia, Aku sujud kepada-Mu ribuan tahun.*
*Mengapa satu penolakan membuatku terlaknat selamanya?"*
*Murid :*
*Apa Allah menjawabnya?*
*Guru :*
*Tidak dengan suara yang keras.*
*Tapi dengan ketetapan takdir. Dan iblis pun mengerti,, Bukan karena sujudnya yang kurang.*
*Tapi karena hatinya dipenuhi "aku".*
*Murid :*
*"Aku"..?*
*Guru:*
*Ya. Dalam jalan ruhani, kata "aku" adalah tirai paling gelap. Iblis tidak jatuh karena tidak mengenal Tuhan. la jatuh karena merasa dirinya lebih mulia.*
*Murid :*
*Lalu mengapa Allah tetap membiarkan iblis hidup?*
*Guru:*
*Karena dunia ini adalah medan ujian. Iblis adalah bayangan yang membuat cahaya terlihat.*
*Tanpa godaan,, manusia tidak pernah tahu arti memilih Allah. Tanpa bisikan iblis,,, tidak ada mujahadah. Tanpa perang melawan nafsu,,*
*tidak ada wali.*
*Murid :*
*Jad iblis tahu dirinya hanya alat ujian?*
*Guru :*
*Ya. Itulah sebabnya tangisannya paling gelap.*
*Bukan karena menyesal,, Tapi karena sadar,, takdirnya adalah menyesatkan manusia sampai akhir zaman.*
*Murid :*
*Apakah itu tidak menyakitkan baginya?*
*Guru :*
*Sangat. Bayangkan,, pernah dekat dengan Tuhan, lalu hidup selamanya dalam kutukan, Itulah luka yang tidak pernah sembuh.*
*Murid :*
*Guru... apakah manusia bisa bernasib seperti iblis?*
*Guru :*
*Bisa. Bukan karena dosa besar. Tapi karena kesombongan kecil yang dipelihara di hati.*
*Kesombongan ilmu.*
*Kesombongan ibadah.*
*Kesombongan merasa lebih suci dari orang lain.*
*Murid:*
*Jadi musuh terbesar manusia bukan iblis?*
*Guru:*
*Bukan. Iblis hanya membisikkan,, Yang membuka pintu,,, adalah nafsu dan ego manusia sendiri.*
*Murid :*
*Lalu apa pelajaran dari tangisan iblis itu, Guru?*
*Guru :*
*Bahwa manusia masih punya sesuatu yang tidak dimiliki iblis,, Kesempatan untuk kembali.*
*Selama napas masih ada,, pintu taubat masih terbuka.*
*Guru :*
*Maka ingatlah ini baik-baik. Iblis pernah sujud ribuan tahun,,, tapi jatuh karena satu kesombongan,, Sedangkan manusia,,, meski penuh dosa, masih bisa pulang jika hatinya hancur di hadapan Tuhan.*
*Murid :*
*Guru,,,*
*Guru:*
*Ya?*
*Murid :*
*Sekarang aku mengerti,, Iblis menangis bukan karena neraka.*
*Guru :*
*Lalu karena apa?*
*Murid :*
*Karena ia tahu,, manusia masih bisa pulang kepada Allah,, Sedangkan dirinya,,, selamanya berjalan di dalam gelap takdir.*
*اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*
Barokallah fiikum 🤲
Tiada ulasan:
Catat Ulasan