Selasa, 29 Oktober 2019

Zaidi

💦💦TERSINGKAPNYA BETIS BIDADARI💦💦

Pada zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa aali wasallam, hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, yang berumur 35 tahun, namun belum juga menikah.
Dia tinggal di Suffah (teras) masjid Madinah.

Ketika sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah Saw datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid…selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah Saw menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid, sambil tertunduk tak kuasa melihat kharismatik wajah Beliau.

“Maksudku kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,?” Tanya Rasulullah Saw.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau dengan diriku ya Rasulullah?”

”Asal engkau mau, itu urusan yang mudah.” Kata Rasulullah Saw sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullah Saw memerintahkan Sahabatnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita.

Setelah surat itu selesai ditulis, maka Rasulullah memberikan surat tersebut kepada Zahid dan memerintahkan agar segera mendatangi rumah Said dan menyerahkan surat lamaran tersebut kepadanya.

Disebabkan di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasulullah yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Wah, ini adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong...”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini… bukankah lebih baik di persilahkan masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Di saat Zulfah melihat Zahid, sambil menangis ia berkata,
“Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau dengan dia ayah..!”

Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasulullah?”

Akhirnya Said berkata, “Lamaran kepada dirimu ini adalah perintah Rasulullah.”

Zulfah kaget kemudian beristighfar beberapa kali,
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ...
Ia menyesal atas kelancangan perbuatannya itu. Seketika ia berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa tidak sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini.
Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surah An Nur:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (النور ٥١)
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka diminta Allah dan Rasul-Nya agar Rasul yang mengadili (mengambil keputusan ) diantara mereka, ucapan yang muncul hanyalah : Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. An Nur 24:Ayat 51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang-layang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya, dan segera melangkah pulang.

Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasulullah yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah lamarannya diterima ya Rasulallah,” jawab Zahid.

“Apakah sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasulallah, aku tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke beberapa sahahbat untuk membantunya mendapatkan uang untuk menikah.

Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan perkawinan.

Tak lama kemudian setibanya di pasar, bersamaan itu pula ada pengumuman Jihad untuk perang melawan orang kafir yang mau menyerang masyarakat muslim Madinah.

Zahid Mulai bingung untuk menentukan sikap, menikah atau berjuang demi Agama Allah.

Akhirnya dia mencoba kembali lagi ke masjid. Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengetahui?”

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah jika begitu uang untuk menikah ini akan aku belikan baju besi dan kuda yg terbaik, aku lebih memilih jihad bersama Rasulullah dan menunda pernikahan ini."

Para sahabat menasihatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau malah hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Hatiku sudah mantap untuk bersama Al Musthafa Rasulullah pergi berjihad.”

Lalu Zahid membacakan ayat AlQur'an di hadapan sahabat Nabi:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (التوبة ٢٤)
“Katakanlah, Jika bapak -bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu kuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai , itu semua lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah, 9:24).

Akhirnya Zahid maju ke medan pertempuran. Dengan hebatnya beliau bertempur, banyak dari kaum kafirin tewas di tangannya dan pada akhirnya beliau mendapatkan syahid. Gugur demi membela agama Allah dan Rasulullah. . .

Peperangan telah usai, kemenangan direbut oleh Rasul dan pasukannya.

Senja yang penuh dengan keberkahan ketika Rasullullah memeriksa satu persatu yang telah gugur di jalan Allah, sebagai Syuhada Allahu azza wajalla.

Nampak dari kejauhan sosok pemuda yg bersimbah darah dengan luka bekas sasatan pedang.

Rasulullah menghampiri jasad pemuda itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan manusia agung ini. Habiballah
memeluknya sambil menangis tersedu-sedu, "Bukankah engkau ya Zahid yg hendak menikah malam ini ??"
Tapi engkau memilih keridhaan Allah, berjihad bersamaku."

Tak lama kemudian Rasulullah tersenyum sembari memalingkan muka ke sebelah kiri karena malu.
Disebabkan karena ternyata sesosok bidadari cantik dari Surga menjemput Ruh mulia pemuda ini, dan tak sengaja gaunnya tersingkap hingga betisnya yang indah terlihat.
Ini yang membuat Rasulullah malu.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an;

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (آل عمران ١٦٩ - ١٧٠)
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sejatinya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan bahagia disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(QS. Ali Imran, 3:169-170.)

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata, dan Zulfah pun berkata,
“Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”
Semoga brmanfa'at...✊🏼

In shaa allah niat amal & smpaikan.....👳🏻

Isnin, 28 Oktober 2019

Makanan

German adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup/  berfoya-foya.

Ketika saya tiba di Hamburge , saya bersama kawan kawan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan dan 2 tin minuman di meja mereka.

Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begitu simple dapat disebut romantis dan apa si gadis itu akan meninggalkan si pemuda kedekut tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir makanan yang ada di piring mereka.

Karena kami lapar, kawan kami memesan lebih banyak makanan. Saat selesai makan , di meja kami masih berbaki makanan kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris. Kami dan teman-teman faham bahwa meraka tidak suka kami yang membazirkan makanan.

Lalu kawanku berkata kepada wanita tua itu, "Kami yang bayar , bukan urusan kalian berapa banyak makanan yang berbaki"

Wanita-wanita itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP dan menalipon seseorang. Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Jabatan Sosial pun tiba. Setelah mendengar permasalah punca  terjadinya pertengkaran, ia mengeluarkan surat denda sebesar 50 Euro (kira-kira RM 250.00) pada kami.

Kami semua terdiam...

Petugas berseragam tersebut berkata dengan suara yang garang , “ *PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN, WANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER ALAM INI ADALAH MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MEMBAZIRKAN SUMBER ALAM TERSEBUT.”*

Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut membuat kami semua tersangat malu. *KITA  SESUNGGUHNYA SUDAH  HARUS MERENUNGKAN HAL INI*. Kita ini bukan datang dari negara yang terlalu makmur untuk terlalu bergaya , kita sering berlebihan saat menjamu orang.

*PELAJARAN INI MENGAJARI KITA UNTUK SERIUS MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.*

*“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”*

Jadi kawan-kawan, mari sama2 kita kurangi pembaziran, karena " Wang memang milikmu, tapi sumber alam itu milik bersama."

Mari direnungkan...
Di kenduri2 pernikahan yang kita hadiri, sering sekali kita lihat sisa makanan dalam piring. Sudah waktunya kita membuat catatan di dalam undangan : *AMBILLAH MAKANAN YANG SANGGUP ANDA HABISKAN. JANGAN MEMBAZIR.*

mari kita mulai gerakan anti pembaziran di kalangan keluarga dan teman-teman kita membazir tanda tiada apresiasi atas nikmat semesta alam.

🌿copy & paste dari bilik sebelah🌿

Selasa, 15 Oktober 2019

Guru yang buruk

Impian bermula dari seorang guru yang mempercayaimu, yang menarik, mendorong, membawamu ke dataran tinggi, kadang dia menusukmu dengan tombak tajam bernama, “kebenaran.”

 Guru yang menginspirasi tahu bahawa sentiasa ada batu-batu di jalan yang menghalang. Batu-batu tersebut boleh jadi batu penghalang atau batu loncatan; bergantung bagaimana kita memanfaatkan batu tersebut.

Guru yang bijak tidak membawamu masuk ke rumah kebijaksanaan, tapi lebih banyak membimbingmu di ambang pintu akalmu.

Mengajar itu bukanlah seni yang hilang, tapi kehormatannya itu merupakan tradisi yang hilang.

Guru yang baik itu mahal, tapi guru yang buruk itu lebih mahal.

Seorang guru itu adalah orang yang membuat dirinya sendiri semakin tidak berguna kepada pelajarnya.

Isnin, 14 Oktober 2019

Sumur

BELAJAR dari SUMUR

Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering, selalu ada air di dalam nya...

Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula.

Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun, tak layak diminum.
Inilah hukum alam..

Di mana di dalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi & keseimbangan..

Sesungguhnya kehidupan kita juga sama & serupa dengan sumur ini...

Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula...

Tapi kalau kita mau belajar dari sumur ini, semakin banyak dan sering kita memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya.

Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi.
Kita bisa saja memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki.

Saat kita mengajarkan dan memberi ilmu, maka dengan sendirinya kemampuan kita akan semakin meningkat.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan memberi karena terpaksa, jangan memberi karena ingin dipuji, jangan memberi untuk menunjukkan bahwa kita kaya & jangan memberi karena kebiasaan.

Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak.

Dengan mengembangkan sikap mental memberi yang murni, kita yakin setiap orang bisa melakukannya.

Pilihan terserah pada diri kita.
Sedangkan manfaat langsung yang bisa kita rasakan saat memberi adalah perasaan kepuasan batin.
Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati.

THE MORE YOU GIVE...
THE MORE YOU RECEIVE...

Ahad, 13 Oktober 2019

Songkok

*RAHSIA SONGKOK MELAYU*


Apabila terjumpa card lama ini saya terus scan dan menyimpannya, kerana ia membawa satu kenangan manis di Mesir , disamping membuka satu pintu rahsia besar.

Ramai orang yang apabila sudah menuntut ilmu agama agak banyak sedikit , sudah tidak mahu pakai songkok Melayu lagi...entah kenapa...wallahu a'lam.

Saya ada terdengar juga ada beberapa individu mengatakan...mereka kata tak de sunnah nabi pakai songkok Melayu, ada yang mengatakan tak dapat sunnah berpakaian putih, dan macam macam lagi....eh eh...dulu waktu zaman jahiliah sungguh sungguh pakai songkok pergi ngaji, sekarang sudah 'pandai' talak 3 songkok Melayu..!!

Hari ini , sempena jumpa card saya bersongkok Melayu di Mesir, saya nak kongsi satu cerita menarik - rahsia yang lama hampir terkubur, akibatnya saya tidak lagi tinggalkan songkok Melayu sesaat pun dalam hari hari dalam penghidupan saya.

Pada tahun 1991, di kota Cairo, kawasan Hussein selepas mengaji dengan Sheikh Mustafa Imbabi, ketika menunggu di perhentian bas memakai songkok Melayu, jika tidak silap bas no 250. Saya terperasan ada seorang tua bertongkat asyik melihat-lihat saya , sekejap sekejap, seolah olah ada sesuatu dalam diri saya yang beliau ingin tegur, mulalah saya cek pakaian saya mungkin ada kotoran atau koyak atau sesuatu yang tak saya ketahuinya.

Orang tua itu mendekati saya sambil memberi salam, dia kenalkan dirinya Husam asal orang Turkey dan tanya nama saya asal usul saya, buat apa di Mesir.....

Husam, 73 tahun bertongkat itu , seolah olah merasa satu kepuasan bila minta dari saya untuk melihat lebih dekat songok yang saya pakai, dia membelek belek songkok itu sambil bertasbih, tahmid, banyak lagi bacaan bacaan yang dibaca , seolah olah terharu dengan songkok itu...saya lihat airmatanya pun penuh...ini mungkin songkok dia hilang kot ( sangkaan saya sahaja )

Sebelum saya sempat bertanya kepadanya kenapa, dia terus mengambil nadah suara tegas sambil berkata ( dalam bahasa pasar Mesir ) :

'Lihat dan dengar saya, inilah dia songkok tentera berkuda Sultan Muhamad Fatih yang membuka kota konstinaple ( ISTANBUL ), waktu saya 10 tahun datuk saya mengatakan, nampaknya songkok yang bersejarah ini sudah tidak dapat sambutan dengan keluarnya tren baru berbentuk bulat ( tarbus ).'

'Beliau bertanya "macamana engkau boleh dapat dalam keadaan baru dan baik buatannya, yang saya simpan ( di turkey ) sudah terlalu usang.? "'

Saya pun mula bercerita kepadanya songkok Melayu itu pakaian datok nenek kita dulu....

Sampailah perbualan ringkas itu membuahkan hasil, iaitu..... adalah satu kepastian tentera berkuda Osmaniyah Turkey pada abad ke 16 masehi turut serta dalam peperangan dengan Majapahit membantu wali songo dalam membuka kota Demak.

Pakaiannya termasuk songkoknya di ambil Sultan sultan Nusantara kita dijadikan pakaian kebangsaan rasmi sebagai tanda penghargaan orang Melayu kepada tentera Osmaniyah.

Jadi ...

1- Songkok Melayu bukan adat Melayu sahaja, tetapi disebaliknya ada tersemat darah semangat juang tentera Aswaja.

2- Ketika ini saya tak lihat putih itu sunnah atau tidak sebab hitam ini lah yang selamatkan putih kamu.

3- Dalam usul fiqih istilah sarban di definasikan kain yang terlilit keliling kepala...saya lihat songkok Melayu semuanya adalah kain yang telilit keliling kepala, maka siapa memakainya dapat pahala pakai sarban juga.

4-Dalam hadith akhir zaman kitabal-isya'ah , ada membawakan beberapa hadith tentera Islam yang hebat yang datang sebelum imam mahdi di akhir masyriq ( far east )  selepas membawa riwayat menyebut bendera hitam sebagai panji panjinya, penyusun kitab membawakan kemungkinan besar panji panji yang dimaksudkan bukan bendera tetapi adalah songkok songkok mereka, kerana wujudnya lafaz hadith yang berbunyi : qalanisuhum suud : songkok songkok mereka berwarna hitam.

 *5- Ada jamaah tabligh yang pergi keluar dakwah ke India, dan ingin duduk disana lama, di suruh pulang maulana maulana mereka. Saya bertanya kepada jamaah ini, kenapa disuruh pulang , tak boleh tinggal disana? kata mereka : Maulana cakap, banyak Auliya dinampakkan dalam rukyah solihah mereka Islam akan bangkit dari Nusantara Melayu dan pakaian yang mereka sempat melihat dalam rukyah tersebut songkok songkok melayu.*

6- Kerajaan Osmaniyah sudah jatuh tetapi pakaian dan logonya masih dipakai terus kaum muslimin seluruh dunia, apakah artinya itu...? apakah benar benar Osmaniyah telah jatuh ? atau masih berfungsi ? Pakaiannnya songkok melayu dan bintang bulan adalah logonya ( di atas masjid masjid ).

7- Kerajaan Islam Berdaulat Aswaja masih wujud, lihat sahaja negeri Brunei, masih berdaulat , terlindung dalam pemeliharaan Allah, Sultan mereka masih memakai songkok sambung menyambung sehingga zaman Sultan Muhamad Fatih...satu satunya negeri yang tiada arak dan judi, tiada gangguan dari kaum khawarij dan syiah rafidhi.

Sekian sahaja.