Tuesday, 17 July 2018

Dakwah

Arie nie boss saya bertanyakan 1 soalan yg ckup buat saya terpana

Siapakah yg pling kejam? Yahudi atau org islam zmn skrg?

Tmbhnya, org yahudi (bani israel) tlh allah ceritakn sifat2 mereka. Dlm sirah rasool juge tlh diceritakan mengenai kezaliman mereka malahan sebenarnya di zamn para rasool mereka lbih kjam berbnding arie nie. Maka tidak hairan la mereka pada hari nie seperti itu kerana allah mnciptakan mereka seperti itu dan malahan telah diceritakan dlm quran Mengenai kekejaman mereka.

Tapi kita, org islam. Allah ceritakan sifat2 org islam dan keindahan nya tapi apakah kita mmpunyai sifat yg allah sbut kn? Apakah kita sama seperti yg dicirikan allah dlm quran sbgimana sama nya org yahudi dicirikn allah dlm kalamNYA?

Dia tnyekan 1 soalan padaku, dlm sbuah kampung terdpt seorg bkn islam. Yg laen smue islam. Tapi dye tidak terkesan dgn islam di kampung itu krna perwatakan org bkn islam n org islam lbh kurg je. Maka apakah dye ke neraka allah sdgkn dye tidak tahu dan tidak ade sesiapa mmberi peringatan pada dia. Aku tergamam. Demi allah x pnh trlintas di fikiran ku soalan seperti itu. Lalu die ceritakan lg, yahudi ade jgk yg msuk islam. Dia pnh berdkwah di india dan terdpt beberapa org yahudi yg ingin memeluk islam. Mereka bkn jht cume allah ciptakn sdemikian rupa. Tmbhnya, antara pesta dajjal ialah pembunuhan kanak2 beramai2 seperti yg berlaku pada hari ini. Bnyk yg ingin diceritakan tpi masa x mengizinkan. Tpi yg ingin ku sampaikn bhwa kita, org islam adalah org yg pling kjam.

Perit tapi ye. Kita la yg pling kejam. Kita tahu tpi pura2 tidak tahu
kita tahu tpi tidak mmberitahu
Kita tahu dan kita smpan utk diri sndri
kita tidak tahu tapi x pnh cube mngambil tahu

Allah nyatakan msuh islam cuma dua, nafsu dan syaitan. Yg laen tidak bkn adalah ujian dri allah. maka jgn ko pndg mereka yg jauh dri allah, yg memusuhi org islam dgn pndgn hina kerana mereka tidak tahu dan mereka tidak diberi hidayah seperti ko yg lhir tlh islam. Pndg mereka dgn belas dan ko cube bawa mereka pada allah. Pesan boss saya.

rasool saw pnh bersbda, ckupla dgn seseorg itu dpt mnyebut kalimah laillahaillah, maka ade pluang bg dye utk ke syurga allah dan tidak kekal di dlm neraka utk selamanya. aku meminta pada semua, yg daie mahupon org biasa marilah rmi2 mnyebut dan mngajar dan mngajak org laen yg islam mahupun bkn utk mnyebut kalimah laillahaillah. Demi allah aku tkut andai di akhirat mereka2 mngadu pada allah, bahawa aku tahu tpi aku tidak mmberitahu. Demi allah aku tkut.

Monday, 16 July 2018

Sedekah

بسم الله،،،،
Mohon di baca sampe selesai sangat menyentuh hati !!!Dari halaman sebelah semoga menjadi i'tibar untuk kita semua......

TAMU SEDERHANA

"Usai maghrib saya kedatangan tamu dirumah".

“ Assalamu 'alaikum “ sapanya ketika sampai di depan pintu‎.‎
“ Wa'alaikum salam “ Jawab saya sedikit kaget karena tidak mengenal tamu ini.” Anda siapa? “ tanya saya. ‎
“Saya Sobari .“ katanya dengan wajah diliput senyum. ‎
"Bapak pengurus Masjid?" tanyanya.‎
“Ya. Betul Pak. Ada apa? Apa yg dapat saya bantu“‎
“Saya tadi melewati masjid yg sedang dibangun. Orang di sekitar masjid meminta saya untk menemui bapak ? “
“ Ada apa?"‎
“Sy ingin memberikan sedekah untuk penyelesaian pembangunan masjid“ katanya dgn tetap diliput senyum.

Saya memperhatikan penampilan orang ini. Tidak nampak dia memiliki kemampuan untuk bersedekah. Saya lirik diluar, tidak ada nampak kendaraan diparkir. Pasti orang ini datang dgn angkutan umum atau beca. Mungkin orang ini "sakit". Atau hanya ingin mempermainkan emosi saya.
Ya karena sudah hampir empat tahun masjid itu tidak pernah selesai. Sementara saya sebagai ketua Panitia Pembangunan Masjid sdh bosan mengajak masyarakat untuk berinfaq atau bersedekah. Tapi hasilnya hanya uang kecil yg terkumpul di dalam kotak amal. Sementara kotak amal yg diletakkan disetiap sudut pasar atau rumah makan hanya menghasilkan uang tidak seberapa. Padahal masyarakat yg ada disekitar masjid ini terdiri dari para pedagang yg rata rata mempunyai omzet Rp. 3 juta perhari !

“Bagaimana Pak? Kenapa bapak diam ?" tegurnya yg membuyarkan lamunan saya.‎
“Eh , iya.Pak, ehm..berapa bapak mau sumbang ?" tanya saya masih diliput rasa tidak percaya.

“Boleh saya tau, berapa dana diperlukan untuk menyelesaikan masjid itu?“ tanyanya dgn tenang.

Pertanyaan yang lagi lagi membuat saya hilang hasrat untuk bicara banyak sama tamu ini. Dia pasti orang "sakit jiwa".‎

“Ya.. kita butuh dana sebesar Rp 500 juta“ jawab saya. Berharap orang itu cepat berlalu.

“Baik, pak. Besok kalau bapak ada waktu, saya tunggu di Pengadilan Agama. Saya akan memberikan sedekah di hadapan hakim Agama”. Katanya tenang. “Jam berapa Bpk ada waktu?“ lanjutnya.

“ya liat besok aja ya pak“ jawab saya. Berharap orang itu cepat berlalu. Karna sy harus memimpin sholat isya di masjid.

“Baiklah , Ini nomor telp rumah saya. Kalau bpk siap, hubungi saya“ katanya.
“Permisi sy pamit dulu. Rumah saya jauh" lanjutnya sambil berdiri dan berlalu.

Baru saya sadar, tamu ini tidak saya tawarkan minum.
Setelah usai sholat Isa. Secara tidak sengaja saya melontarkan cerita kedatangan tamu ke rumah kepada pengurus Masjid. Tanggapan mereka sama seperti saya. Orang itu Stress  dan tidak perlu dilayani.

Karna besok semua pengurus punya banyak kesibukan, yg tidak mungkin meluangkan waktu untuk datang ke Pengadilan Agama.

Keesokan harinya. salah satu pengurus meminta saya untuk menemaninya ke show room mobil. Dia hendak menebus indent kendaraan yg dipesannya sejak empat bulan lalu.
Karena lokasi showroom tidak begitu jauh dari Kantor Pengadilan Agama maka saya tawarkan kepada teman ini untuk mampir ke Pengadilan.
Dia sedikit sungkan tapi akhirnya setuju.

Langsung saya menghubungi orang yg akan menyumbang itu melalui cell phone ke rumahnya.
Dia langsung menyanggupi untk dtg. Berjanji jam 11 siang sudah smp di Kantor Pengadilan Agama.

“Baiklah. Tapi saya tidak mau tunggu terlalu lama di kantor pengadilan itu. Lewat setengah jam anda tidak dtg, saya akan pulang“ kata saya tegas.
Karna sebenarnya saya masih sangsi pd orang ini.

“Insya Allah“ begitu jawabnya.‎

Tepat jam 11 saya dan teman sdh datang di pengadilan Agama. Tapi orang yg akan menyumbang belum juga dtg. Lewat lima menit, orang yg akan menyumbang itu dtg dgn menumpang angkutan BECAK yg masuk langsung ke dlm halaman Pengadilan Agama.
Bajunya sangat sederhana.

‎Teman saya yg melihat pemandangan itu,  lsg tersenyum kecut.
Bagaimana mungkin dia bisa menutup kekurangan pembangunan masjid

“Mungkin kita yg gila. Mau2nya nungguin dia.Tapi ya sudahlah, kita liat aja" gerutu teman saya kala melihat kedatangan orang itu.‎

“Assalamu 'alaikum“ sapanya ketika sesampai didalam menjumpai kami.
“Ya , Bagaimana Pak. Apakah bapak sudah bawa uangnya?“ tanya teman saya langsung kepokok persoalan.‎

“Ini, uangnya“ katanya sambil memperlihatkan kantong semen di tangannya. "Mari kita menemui petugas untk membuat akta penyerahan sumbangan ini. Maaf, bkn sy tidak percaya tapi ini perlu sebagaimama ajaran Al-Quran menyebutkan bahwa segala sesuatunya harus tertulis.“ katanya.
Sambil melangkah kedalam menemui petugas pengadilan.

Tanpa banyak kata, orang ini langsung menyerahkan tumpukan uang dihadapan petugas pengadilan.
Petugas itu menghitung.
Jumlahnya Rp 500 juta!‎

Petugas itu kemudian menyerahkan formulir untuk kami isi.
Kemudian setelah tandatangani formulir itu, maka uang pun pindah ke tangan kami.
 
“Pak, Cukuplah Bapak2 sebagai panitia dan Pak Hakim yg mengetahuinya. Saya menyumbang karna Allah...” katanya ketika akan pamit berlalu.

Melihat situasi yg di luar dugaan kami maka timbul rasa malu dan rendah dihadapan orang ini.Ternyata dia yang kami nilai stress/gila, menunjukan kemuliaannya.
Sementara kami dari awal meremehkan dan memandang sebelah mata padanya.

Maaf,  Mengapa bapak ikhlas menyumbang uang sebanyak ini. Sementara saya lihat bapak, maaf terlihat sangat sederhana. Mobil pun bapak tidak punya“ tanya teman saya dgn keheranan.

"Saya merasa sangat kaya. Karena Allah memberikan sy qalbu yg dapat memahami ayat2 Alquran. Cobalah anda bayangkan. Bila uang itu saya belikan kendaraan mewah, mk manfaatnya hanya seusia kendaraan itu. Bila sy membangun rumah megah mk nikmatnya hanya untk dipandang.
Tapi bila saya gunakan harta untuk saya sedekahkan di jln Allah demi kepentingan Ummat, maka manfaat nya tidak akan pernah habis“. Demikian jawabnya dgn sangat sederhana tapi begitu menyentuh.

“Apa pekerjaan Bapak“ tanya teman saya.
“Saya petani Kopi. Alhamdulillah dari hasil kebun Kopi, lima anak saya semua sdh jadi sarjana dan skrg mereka sukses dan hidup sejahtera. Lima2nya sdh berkeluarga. Alhamdulillah, semua Anak dan mantu saya sdh menunaikan haji”

“Bpk memang sangat beruntung. Apa resep nya hingga bapak dpt mendidik anak yg sholeh” tanya saya.

"Resepnya adalah: dekatlah kepada Allah. Cintailah Allah. Cintailah semua yg diamanahkannya kepada kita. Dan berkorbanlah untk itu. Bukankah anak, istri, lingkungan dan syiar agama adalah amanah Allah kepada kita semua. Bila kita sudah mencintai Allah dgn hati dan dibuktikan dgn perbuatan maka selanjutnya hidup kita akan dijamin oleh Allah. Apakah ada yg paling bernilai di dunia ini dibanding kecintaan Allah kepada kita... “
Dia pamit dan berlalu dgn menumpang becak.

Sementara sy dan teman sy tercekat dan tak mampu ber-kata2.

Kami tak berani mendahului becak yg ditumpanginya. Toyota Kijang keluaran terbaru yg baru saya beli bulan lalu serasa tak mampu melewati becak itu.
Saya malu. Malu dgn kerendahan diri saya dihadapan orang yg tawadhu namun ikhlas berjuang karna Allah. Mungkin penghasilan sy lebih besar darinya. Tapi blm bisa seikhlas dia. Sy jadi merasa tak pantas menyebut diri ini mencintai Allah.."

Semoga manfaat.‎

🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌
*by; H. Irwanto rusli

*mohon dpt untuk di share ke sdr2 kita yg MUSLIM

Wednesday, 11 July 2018

Guru

MUHASABAH DIRI.......( dari lidah Guruku..)

Belajar Zaman Dulu VS Zaman Sekarang

Zaman Dulu, sanggup tak tidur sebab menuntut ilmu.
Zaman Sekarang, sanggup tak belajar kerana banyak tidur.

Zaman Dulu, sanggup berjalan jauh demi ilmu.
Zaman Sekarang, belajar jauh-jauh sebab nak berjalan-jalan.

Zaman Dulu, masalah fiqh ditanya kpd Ulama'.
Zaman Sekarang, masalah fiqh dibincang dan didebat dlm group whatsApp.

Zaman Dulu, takut nak keluarkan fatwa.
Zaman Sekarang, semua orang mengaku jadi mufti dan sesuka hati menghukum orang dan mengeluarkan fatwa.

Zaman Dulu, belajar 20 tahun masih berasa jahil.
Zaman Sekarang, belajar 2 jam dalam encik google dah mengaku alim.

Zaman Dulu, belajar sebab nak mengenal Allah.
Zaman Sekarang, belajar sebab nak dikenali dan dipuji orang.

Zaman Dulu, Tok Guru masuk kelas tanpa bawa kitab kerana alimnya,
Zaman Sekarang, anak murid yang tak bawa buku sebab malasnya.

Monday, 9 July 2018

Citer gua thai

Team bolasepak remaja di Thailand termasuk coach mereka masih lagi terperangkap di dalam gua. Usaha bawa mereka keluar oleh pelbagai pasukan dari Thai dan serata dunia masih sukar kerana air didalam gua masih tinggi. Malah ia telah mengorbankan 1 nyawa penyelam tempatan.

Apa yang berlaku?

Pada hari Sabtu 23 Jun lepas, sepasukan team bola bernama Wild Boars F.C terdiri dari 12 remaja berumur dari 11 - 16 tahun beserta coach mereka jalani latihan biasa. Selepas latihan, mereka merancang memasuki gua Tham Luang Nam Ning di Chiang Rai, utara Thailand berdekatan Myanmar. Mereka pernah masuk gua ini sebelum ini tetapi hanya sekerat jalan. Kali ini mereka hendak pergi lebih jauh kedalam dgn hasrat hendak menulis nama mereka di dinding sebagai kenangan. Masa masuk, hampir tiada air sepanjang laluan mereka hingga membawa mereka ke penghujung gua. Seolah2 mereka berjaya mencapai ke puncak gunung. Jika anda pernah masuk ke Gua Kelam atau Gua Tempurung, anda boleh bayangkan berjalan di atas tanah gua tanpa air dan kemudian air naik.

Setelah mereka tiba di hujung gua, mereka perlu patah balik ikut jalan yang sama untuk keluar. Perjalanan sejauh lebih kurang 3km. Bagi remaja apatah lagi aktif bermain bola, ia tak lah jauh malah satu latihan yang baik untuk kecergasan selagi berjalan diatas tanah dan celah2 batu.

Tetapi, ketika mereka didalam, hujan telah turun dengan lebatnya dan agak lama. Oleh kerana hujan, sambil berteduh mereka terus ke hujung gua. Bila tiba di hujung gua, air mula masuk kedalam gua dan lama kelamaan menjadi banjir. Nasib baik dihujung gua ada sebuah batu yang tidak ditenggelamkan air kerana kedudukanya agak tinggi. Oleh kerana batu tu tinggi maka keadaan agak sempit tapi muat utk 13 orang itu duduk tunggu air surut.

Tetapi setelah 10 hari tunggu masih tak surut hinggalah mereka dijumpai oleh penyelam British. Sebelum itu, usaha mencari oleh pasukan SEAL Thailand bermula apabila mendapat laporan kehilangan mereka dan mengesyakki mrk berada didalam gua. Apabila cuba masuk, rupanya gua itu tidak lagi boleh masuk dgn cara berjalan kerana keadaanya tidak rata dan air bertakung sana sini. Ada tempat yang sangat dalam hingga perlukan penyelaman, ada tempat pula agak sempit utk penyelam yang membawa tangki oksigen melepasinya dan ada yang teruk berlumpur dan sangat gelap hingga sukarkan pandangan ketika menyelam.

Antara pasukan yang datang termasuklah dari US, England, Australia, Myanmar, Laos, Japan, China serta Royal Thai Navy. Usaha menyelamat diketuai oleh British Cave Rescue Council.

Pelbagai usaha sudah dan sedang dilakukan. Namun, mereka perlu laksanakan seberapa segera kerana ramalan metrerologi menunjukkan hujan akan turun Ahad ini dan jika ia sangat lebat, air akan bertambah. Dikhuatiri air akan membanjiri gua dan menenggelamkan batu tempat remaja ini selamatkan diri.

Jika ini berlaku, nasib dan nyawa mereka dalam risiko tinggi. Untuk membawa mereka keluar berenang, kesemua mereka tidak pandai berenang. Untuk berenang atau menyelam dari pintu gua ke lokasi ia ambil masa 5 jam oleh penyelam professional. Untuk menyelam, remaja ini tidak terlatih menyelam dgn tangki utk selama jauh lebih dari 5 jam melalui kawasan yg dalam, gelap dan berlumpur. Juga kemungkinan oksigen tak mencukupi utk penyelaman yang begitu lama.

Pasukan penyelamat mempunyai 4 cara penyelamatan setakat ini:

1. Mengepam keluar air dari dalam gua hingga kering utk mudahkan remaja ini berjalan keluar sepertimana mereka masuk 15 hari lepas. Banyak pam2 industri telah dibawa ke lokasi tapi setakat ini hanya mampu mengepam 40% sahaja air keluar

2. Membiarkan mereka didalam sehingga air surut utk mrk berjalan keluar. Tetapi hujan diramalkan turun kerana sekarang kawasan iti dilanda monsun. Hanya Oktober sahaja monsun akan berakhir.

3. Membawa keluar dengan menyelam. Mereka tidak pandai berenang. Menyelam pula perlukan kepakaran apatah lagi utk menyelam selama 5 jam. Ditambah pula keadaan fizikal mereka yang sangat lemah tanpa makan dan minum yg cukup walau mereka kelihatan ceria dan mampu tersenyum. Bagaiman remaja tidak pandai berenang, lemah badan, hendak menyelam dgn begitu lama? Lagi2 dengan kematian penyelam professional di pertengahan jalan akibat kekurangan oksigen.

4. Menebuk lubang dari atas gua dan menarik mereka keluar. Usaha ini agak rumit kerana perlu membuat jalan dihutan yang tebal untuk membawa masuk jentera boring. Juga sulit untuk mengesan dengan tepat lokasi remaja ini dari atas gua. Khuatir juga jika kerja penebukan akan mebyebabkan ranah dibawah runtuh lalu menimbus mereka.

Beberapa pemain bolasepak terkenal serata dunia telah memberikan kata2 semangat kepada pemain2 remaja ini seperti lagenda Brazil & Real Madrid Ronaldo dan pemain Leicester City dari Austria, Christian Fucs dan beberapa lagi. Malah mereka masih sempat bertanyakan keputusan perlawanan Piala Dunia kepada rescue team.

Seluruh pasukan Piala Dunia Jepun turut sampaikan mesej semangat dlm bahasa Inggeris dan Thai yang berbunyi "Tunggu, sabar, seluruh keluarga bolasepak dunia bersama anda". Mesej ini disampaikan sebaik selepas kekalahan mereka ditangan Belgium dan tersingkir. Presiden JFA turut sampaikan mesej "saya bersama semua disini mendoakan kesemua mereka diselamatkan".

Semoga kesemua mereka berjaya dibawa keluar secepat mungkin dan mendoakan keadaan mereka selamat dan diberi kekuatan untuk terus hidup hingga dibawa keluar. All the best rescue teams.

Gua

Tahu apa yang paling menarik dalam operasi Thailand Cave Rescue ini?

Kerjasama.
The world has come together.

Seorang wanita telah menawarkan diri untuk mengutip baju-baju askar dan penyelamat untuk dibasuh bersih setiap malam. Basah
dan penuh lumpur kotor.

Mereka mencuci, menjahit mana yang terkoyak, melipat dan menghantar semula semua baju tersebut pada pukul 4 pagi.

Kata salah seorang dari pekerja, dia tak mampu dan tiada kemahiran untuk mengeluarkan mangsa secara langsung, tapi apa yang dia mampu ialah bersihkan semua baju para penyelamat disana.

Orang kampung khususnya kaum lelaki, mereka bertindak menjadi volunteer kepada mereka yang keluar masuk ke gua  menggunakan motorsikal peribadi.

Kata beliau walaupun sumbangannya sangat kecil, tapi harapnya dapat membantu serba sedikit.

Puan Sophia Thaianant, menawarkan masakan panas untuk para penyelamat yang beragama islam kerana tahu betapa sukarnya untuk mereka mendapatkan makanan halal di kawasan tersebut.

Bermula dari 100 bungkus pek makanan, makin bertambah dan berganda pula bilangannya setiap hari. Ada waktu jika team beliau masak nasi beriyani dan kari, mereka akan masak lebih supaya yang bukan islam juga turut dapat merasa.

Ya, team beliau dibantu kewangan dari pelbagai pihak untuk menyediakan makanan tersebut.

Doctor Richard Harris adalah antara penyelamat profesional dan doktor perubatan yang terbang dari Australia minggu lepas. Beliaulah yang masuk ke dalam gua untuk memberi rawatan pada mereka dan mengesahkan yang kesemua 13 mangsa sudah bersedia untuk keluar.

Mereka yang berniaga dipasar setiap hari menghantar pelbagai jenis sayur dan bahan mentah secara percuma, dan sukarelawan pula memasak tanpa henti untuk para penyelamat.

Bua Chaicheun, seorang penanam padi bergegas tinggalkan tanamannya dan beliau antara yang menawarkan diri sebagai tukang masak di lokasi gua.

Untuk penyelamat sampai jauh ke dalam gua, air banjir dipam secara besar-besaran, hampir 130 juta liter air mengalir keluar di pergunungan.

Bila Bua Chaichuen pulang semula ke kampung, sawah beliau tenggelam dan habis musnah.

Banjir kerana air yang dipam keluar dari kawasan gua dan gunung selama beberapa hari ini masuk ke kawasan tanamannya.

Dengan jiwa yang penuh semangat katanya tidak mengapa. Dia cuma mahu kesemua anak-anak itu selamat. Beliau berkata,

'Children are more important than rice.
The rice can always regrow.
But we can't regrow the children'

Orang kampung juga turut membantu menjadi sukarelawan untuk memudahkan semua kerja-kerja penyelamat. Jangan tak tahu perkhidmatan mengurut juga disediakan dikawasan sekitar gua.

Massage-massage, rendam kaki yang lenguh dengan air limau, khidmat gunting rambut pun ada. Mereka memulakan kerja dari 6 pagi berakhir di tengah malam.

Semangat masyarakat mereka sangat kuat. Apa yang boleh dibantu, mereka akan bantu.

Belum masuk lagi cerita tentang para divers yang berkemahiran bertaraf dunia yang berkumpul dari awal.

Mereka ialah sukarelawan yang tidak dibayar dan kebanyakan mereka menggunakan peralatan bawah tanah mereka sendiri walaupun pasukan Thailand menyediakan peralatan penyelamat.

Kesemua mereka ini keluar dan masuk ke dalam gua tanpa henti dan mendapat gelaran The A-Team untuk misi ini

2 penyelam professional dari UK yang mula-mula menemui kanak-kanak didalam gua itu ialah sebenarnya ahli bomba dan seorang lagi jurutera. Bila wartawan minta untuk ditemuramah, mereka menolak dengan menjawab,

'We've got a job to do.'

Hebat.

Bak kata Gabernor Chiang Rai ketika memulakan misi ini,

'Sesiapa yang menawarkan bantuan, pengetahuan, teknologi, peralatan, kami dengan sukacitanya menerima'

Bagaimana kesemua anak-anak ini bertahan 10 hari kekal tenang dalam gelap gelita, tanpa makanan, lumpur lembab yang berbau dengan kekurangan oksigen?

Coach mereka.

Ekapol Chanthawong ajar kanak-kanak tersebut bermeditasi. Bertahan dan mendidik jiwa mereka supaya bertenang dengan menyimpan tenaga yang ada sehingga mereka dijumpai.

Ekapol adalah anak yatim piatu sejak berumur 10 tahun. Dia menjadi monk (sami) kemudian meninggalkan biara untuk menjaga nenek beliau yang sudah uzur dan dalam masa yang sama beliau jadi pembantu jurulatih bolasepak.

Beliau turut hilang bersama kanak-kanak tersebut.

Masa 2 penyelam menjumpai mereka, dikatakan kanak-kanak tersebut dijumpai sedang bermeditasi beramai-ramai. Mereka masih mampu tersenyum dan bergelak ketawa sesama mereka.

Meditasi tak kira bagaimanapun cara dan ajarannya, akan membentuk mental yang kuat dan semangat tidak putus asa terhadap semua kemungkinan.

Untuk operasi menyelamat ini, seramai 90 orang penyelam professional turut serta.
50 daripada mereka ialah penyelam dari pelbagai negara dan baki 40 orang adalah penyelam dari Thailand.

Dikatakan mereka menggunakan method menyelamat dari rancangan asal iaitu 2 penyelam akan mengiringi seorang kanak-kanak. Salah seorang dari penyelam pula akan membawa tong oksigen untuk kanak-kanak tersebut.

Kata salah seorang penyelam, ia bagaikan mendaki gunung everest malah lebih lagi. Perlu memanjat batu-batu gua, merangkak, meniarap sehingga dada dan belakang badan dihimpit batu, berjalan dan kemudian perlu menyelam.

Anggarannya ialah mengambil masa 6 jam pergi, dan 5 jam balik untuk operasi ini. Tapi semalam bagai mencipta sejarah bila pantasnya pasukan menyelamat membawa keluar 4 orang kanak-kanak dalam jarak masa yang cepat.

Hari ini operasi menyelamat dijangka bersambung. Harapnya semuanya berjalan lancar dan semua mangsa dapat dikeluarkan.

Terus yakin dan semangatlah untuk hidup!

Saturday, 30 June 2018

Luahan guru

Izinkan sy meluahkan rasa bt seketika. Kdg2 timbul rs bosan dan meluat dgn ayat2 suci aka perli seolah2 guru ialah malaikat. Bila ada guru2 yg mengeluh ttg beban tgs maka dgr lah walaupun kt tdk dpt bantu.. Bila ada guru2 yg ckp mereka stress, dgr lah walaupun kt x dpt bantu.. Guru2 ni mcm wanita fasa bersalin jg, kena fhm bhw mereka sekdr meluahkan apa yg terbuku dlm hati. Jgn pandang ringan dan remeh soal bebanan tgs guru sbb blh jd meroyan serta beri kesan yg serius. Tak slhpun kalau bg nsht yg baik2 dan bkn dgn berckp: sila berhenti sbb ramai lg yg tiada kerja. Bkn ckp tgs guru mulia jd cikgu jgn merungut, anggap kerja itu bkn beban. Kerja itu kan satu ibadah dan ldg pahala! Bkn apa, sbb ianya tak ubah seperti kata2 pemimpin yg angkuh yg kt prnh dgr satu ketika dahulu. Andai kata mknan mhl, sila mkn kangkung atau tomato.. Andai kata malaysia ssh nak hdp, sila ke luar negara... Lbh parah lg, sila meninggal dr hdp menyusahkan org lain..... Urmmm! Maaf ckp, majoriti yg angkuh berckp ni dtg dr mulut phk pentadbir seperti GB, pengetua dan org jbtn atau ppd sendiri. Dah terbiasa dgn cara kepimpinan lama agaknya. Jgn lah sampai org kata, inilah dia lantikan politik. Berubah lah utk beljr jd ketua yg memahami bkn yg dibenci krn pemimpin yg angkuh satu ms akan jth tesungkur!

Thursday, 28 June 2018

Rezeki

_*Guru Dan Murid Tertawa Karena Beda Pendapat" ttg REZEKI_*
.
Imam Malik ( guru Imam Safii ) dalam majlis menyampaikan :

*Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan memberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.*
.
Sementara Imam Syafii ( sang murid berpendapat lain) :

*Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.*

*_Guru dan murid bersikukuh pada pada pendapatnya._*
.
Suatu saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafii melihat serombongan orang tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.

*Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.*
.
Bergegas dia menjumpai Imam Malik sang guru. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, dia bercerita. . Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat  *“seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”*
.
Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan.
*“Sehari ini aku memang tidak keluar pondok...hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur.* ......Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. *Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”*
.
Guru dan murid itu kemudian tertawa. Dua Imam madzab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama.
Begitulah cara seorang santri bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya saja.