Sabtu, 30 Jun 2018

Luahan guru

Izinkan sy meluahkan rasa bt seketika. Kdg2 timbul rs bosan dan meluat dgn ayat2 suci aka perli seolah2 guru ialah malaikat. Bila ada guru2 yg mengeluh ttg beban tgs maka dgr lah walaupun kt tdk dpt bantu.. Bila ada guru2 yg ckp mereka stress, dgr lah walaupun kt x dpt bantu.. Guru2 ni mcm wanita fasa bersalin jg, kena fhm bhw mereka sekdr meluahkan apa yg terbuku dlm hati. Jgn pandang ringan dan remeh soal bebanan tgs guru sbb blh jd meroyan serta beri kesan yg serius. Tak slhpun kalau bg nsht yg baik2 dan bkn dgn berckp: sila berhenti sbb ramai lg yg tiada kerja. Bkn ckp tgs guru mulia jd cikgu jgn merungut, anggap kerja itu bkn beban. Kerja itu kan satu ibadah dan ldg pahala! Bkn apa, sbb ianya tak ubah seperti kata2 pemimpin yg angkuh yg kt prnh dgr satu ketika dahulu. Andai kata mknan mhl, sila mkn kangkung atau tomato.. Andai kata malaysia ssh nak hdp, sila ke luar negara... Lbh parah lg, sila meninggal dr hdp menyusahkan org lain..... Urmmm! Maaf ckp, majoriti yg angkuh berckp ni dtg dr mulut phk pentadbir seperti GB, pengetua dan org jbtn atau ppd sendiri. Dah terbiasa dgn cara kepimpinan lama agaknya. Jgn lah sampai org kata, inilah dia lantikan politik. Berubah lah utk beljr jd ketua yg memahami bkn yg dibenci krn pemimpin yg angkuh satu ms akan jth tesungkur!

Khamis, 28 Jun 2018

Rezeki

_*Guru Dan Murid Tertawa Karena Beda Pendapat" ttg REZEKI_*
.
Imam Malik ( guru Imam Safii ) dalam majlis menyampaikan :

*Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan memberikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya.*
.
Sementara Imam Syafii ( sang murid berpendapat lain) :

*Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.*

*_Guru dan murid bersikukuh pada pada pendapatnya._*
.
Suatu saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafii melihat serombongan orang tengah memanen anggur. Diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafii memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.

*Imam Syafii girang, bukan karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.*
.
Bergegas dia menjumpai Imam Malik sang guru. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, dia bercerita. . Imam Syafii sedikit mengeraskan bagian kalimat  *“seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”*
.
Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berucap pelan.
*“Sehari ini aku memang tidak keluar pondok...hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur.* ......Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. *Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”*
.
Guru dan murid itu kemudian tertawa. Dua Imam madzab mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama.
Begitulah cara seorang santri bila melihat perbedaan, bukan dengan cara menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya saja.

Isnin, 25 Jun 2018

Duit raya

*DUIT RAYA ANAK*

Oleh: Ustaz Lutfi Bin Muharram (Madrsah Miftahul Ulum)

1 - Duit raya (yang) diberikan kepada anak kita, samaada secara terus kepada mereka (anak) atau melalui perantaraan ibu bapanya, adalah menjadi milik anak.

2 - Sahnya pemilikan (kepada anak) jika pemberian melalui perantaraan ibu bapa, tidak ada kemusykilan dalam fiqh Shafii.

3 - Adapun jika diberi terus kepada mereka (anak), maka ia termasuk dalam bab hibah (hadiah) kepada budak belum baligh . Berdasarkan kaedah mazhab Shafii, hukum hibah seperti itu adalah tidak sah (kerana si penerima adalah budak yang belum baligh) . Apabila tidak sah hibah, maka tidak sah permilikan.

4 - Namun berdasarkan ' ikhtiyar ' (pendapat pilihan) sebahagian ulama Shafii, dan nilai pemberian yang ' tafih ' (kecil), serta dibantu dengan ' uruf said ' (uruf tempatan), maka kita hukumkan hibah itu sah, dan apabila hibah itu sah maka sabit (sah juga) pemilikan anak terhadap duit tersebut.

5 - Kaedah syarak menyebut bahawa semua harta anak adalah dibawah wilayah penjagaan ayah sebagai amanah. Ayah hendaklah menggendalikan harta tersebut berdasarkan maslahat harta itu dan maslahat anak.

6 - Ayah hanya boleh menggunakan harta anak untuk kegunaan peribadi apabila ada darurat mendesak (sahaja) dan *ia perlu dibayar semula.*

7 - Harta anak boleh digunakan (oleh si ayah) untuk saraan pengajian dan persekolahan anak, dan *ia tidak perlu dibayar semula.*

Kredit :
Tok Kenali Kitab Arab

Attitude

❤️🌷لاتيفه @ سوزانا🌷❤️:
The difference between the poor and rich nations  is not the age of the Nation.

This can be demonstrated by countries like India and Egypt, which are more than
2000 years old and are still poor countries.

   On the other hand, Canada, Australia and New Zealand, which 150 years back were insignificant, today are developed and rich countries.

The difference between the poor and rich nation does not also depend on the available natural resources.

Japan has limited territory, 80%  mountainous, unsuitable for agriculture or farming, but is the second in worlds economy. The country is like an immense floating factory, importing raw material from the whole world and exporting manufactured products.

Second example is Switzerland, it does not grow cocoa but produces the best chocolates in the world. In her small territory she rears animals and cultivates the land only for four month in a year, nevertheless manufactures the best milk products. A small country which is an image of security which has made it the strongest world bank.

Executives from rich countries who interact with their counterparts from poor countries show no significant intellectual differences.

The racial or colour factors also do not evince importance: migrants heavy in laziness in their country of origin are  forcefully productive in rich European countries.

What then is the difference?

The difference is the attitude of the people, moulded for many years by education and culture.
Loading...
When we analyse the conduct of the people from the rich and developed countries, it is observed that a majority abide by the following principles of life:

1. Ethics, as basic principles.
2. Integrity.
3. Responsibility.
4. The respect for Laws and Regulations.
5. The respect from majority of citizens by right.
6. The love for work.
7. The effort to save and invest.
8. The will to be productive.
9. Punctuality.

In the poor countries a small minority follow these basic principles in their daily life.

We are not poor because we lack natural resources or because nature was cruel towards us.

We are poor because we lack attitude. We lack the will to follow and teach these principles  of working of rich and developed societies.

CnP

Sabtu, 23 Jun 2018

Mati

Pertandingan bola :    90 menit
Film serial               :    60 menit
Film action             :  130 menit
Shalat                      :       5 menit

Neraka Jahannam :
SEPANJANG HIDUP

Surga :
SEPANJANG HIDUP

Mari kita merenung
Whatsapp   : 300 kawan
Kontak        :    80 kawan
Kawan dikampung : 50 org
Kawan dimasa sulit : 1
Kawan di jenazahmu : keluargamu
Kawan di kubur : amalmu/kau sendirian

Jangan merasa aneh, inilah kehidupan
Hakikatnya :
TAK ADA YANG MEMBERIMU MANFAAT SELAIN SHOLATMU

Jika kau mendapati debu di mushafmu ( Kitab Alqur'an )
Maka Tangisilah dirimu sendiri !

Barangsiapa yang tidak membaca Al-Quran selama 3 hari tanpa ada udzur maka ia dinamakan Hajir / seorang yang meninggalkan Al-Quran

Ulasan :

Aku tidak memaksamu untuk menyebar luaskan tulisan ini
Akan tetapi sebagai kepatuhan pada Firman Allah Ta'ala :

"Peringatkan lah karena peringatan akan memberikan manfaat pada kaum mukminin"

Alam yang aneh,
Jenazah disusul dengan jenazah . . kematian disusul dengan kematian berikutnya.

Berita tentang kematian terus bermunculan ada yang mati karena kecelakaan ada karena sakit ada yang tiba2 mati tanpa diketahui sababnya semuanya tinggalkan dunia ini dan mereka semua kami kuburkan dan itu pasti.

Hariku dan harimu pasti akan tiba persiapkanlah bekal untuk perjalanan yang tak dapat kembali.

Wahai orang yang menunda Taubat dengan alasan karena masih muda

Maaf.....

Kuburan bukanlah tempat untuk orang dewasa saja
(kuburan tempat manusia
segala usia)

Sungguh Dunia itu hanya 3 hari :

Hari Kemarin :
Kita hidup disitu, dan tidak akan kembali lagi

Hari ini :
Kita jalani namun tak berlangsung lama

Besok :
Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dan tidak ada jaminan kita bisa hidup sampai besok.

Maka saling memaafkan dan sedekahlah

Karena :

Aku engkau dan mereka
AKAN PERGI meninggalkan gemerlapnya dunia selamanya ...

Ya Allah kami memohon pada Mu husnulkhatimah dan beruntung dengan mendapatkan surga dan selamat dari api neraka aamiin ya robbal alamiin

Saudara ku yang mulia :

*Barangsiapa yang hidup dalam suatu kebiasaan maka ia akan mati dengan kebiasaan itu....*

*Dan barangsiapa yang mati dalam suatu keadaan maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut....*

Jika kau sudah membaca tulisan ini kau sudah mendapatkan pahala nya, namun bila kau menyebarkannya dan orang lain mendapakan manfaat juga maka akan dilipat gandakan pahala mu In syaa Allah.

(Ust. Bachtiar Nasir)

Isnin, 18 Jun 2018

Guru berhenti

Shehdi:
Kenapa saya berhenti jadi guru ?

Walaupun dato KPM tak baca pun tak apalah,sebab saya memang lama dah nak tulis di wall saya.Saya rasa macam ada benda yang tersangkut selagi saya tak keluarkan isi hati saya.
Saya lepasan diploma dari Maktab di Terengganu (2002-2004).Menjadi guru bukan pilihan saya,tetapi keluarga.Namun saya jatuh cinta dengan profesion ini semasa di semester 4,ketika bermula program kena turun ke sekolah dan merasai sendiri saat bersama murid.Oh ye,saya baru sedar saya sesuai dengan profesion ini.Tambahan saya suka kanak-kanak.Dan saya suka mengajar.Ianya seperti sebati dengan jiwa saya.
Teringat lagi pesanan guru pembimbing saya yang pertama,sebaik masuk kelas buat pertama kali jangan lupa buat garang,kalau tak kena pijak kepala.Saya cuba ikut,tapi selepas saya menjadi guru saya dah tak boleh terima pendapat tu.Murid dulu dan sekarang berbeza.Mereka lahir di zaman yang berlainan dari kita dahulu.Sebab itu saya suka buat murid macam kawan,tapi masih tegas.Mereka selesa meluahkan perasaan,masalah,mengadu dan sebagainya.Tapi ini hanya selepas 2-3 tahun jadi guru.Sebelum itu saya sedikit garang sebab terpengaruh dengan pendapat guru mesti garang.Saya kaji sunnah dan saya cuba aplikasi mengikut saranan Rasulullah saw yang penuh dengan kasih sayang.Tapi saya bukanlah guru yang terbaik.Masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki dari semasa ke semasa.

Ok,itu intro.Jadi kenapa saya berhenti walaupun saya teramatlah mencintai profesion ini. Fokus bisnes?Tapi kenapa baru sekarang.Sedangkan saya sudah meniaga secara sambilan sejak 2010 lagi.Income meniaga waktu itu berganda-ganda dari gaji guru,tapi saya tetap bertahan jadi seorang guru.Macam-macam tawaran saya dapat dari mereka yang hebat-hebat,tapi saya terpaksa tolak sebab sayang meninggalkan dunia perguruan.Saya pernah nak ambil cuti tanpa gaji dulu,sebab nak fokus meniaga kononnya,tapi saya batalkan sebab rindukan murid-murid.

Sebab 1 :

Untuk info,hari terakhir saya di sekolah ialah hari saya diserang secara personal oleh seorang pegawai PPD secara halus,yang kononnya datang atas kapasiti jawatannya.Sedangkan dia cuba membalas dendam kepada saya,hanya kerana dalam group whatsapp panitia daerah saya menyuruhnya menggantikan tempat saya (dalam keadaan bergurau sebab dia kata walaupun dia duk PPD tapi dia pun pernah mengajar juga,jadi dia faham ).Saya beritahu dia,tekanan di setiap sekolah tak sama,rasa dulu baru tahu.Dia cakap ok,dia datang.Saya bersangka baik dia akan datang untuk membantu,dia kata nak ambil masa saya.Tapi dia datang nak tengok saya mengajar,dan tulis laporan yang buruk-buruk serta mencari salah itu ini.Sedangkan sebelum ini langsung dia tak pernah datang jumpa saya untuk membantu.Kami bertekak,seorang petadbir cuba meredakan keadaan,seorang lagi mengampu pegawai tu.Saya kecewa dan terus berlalu balik sambil menangis dan sampai rumah saya hampir meraung sebab stress melampau namun ditenangkan oleh suami.Itulah saat akhir saya di sekolah.

Sebab 2 :

Apa masalah di sekolah saya sebenarnya?

2006 ketika saya berpindah dari sekolah bandar ke sekolah kampung yang mana saya pernah bersekolah di sini,saya dapati ada murid asli (OA) lebih kurang 50-60 orang.Mereka ini beralamat daerah sebelah,tapi saya tak faham kenapa diletakkan di sekolah kami.Prestasi sekolah semakin menurun.Lebih memburukkan keadaan beberapa tahun lepas ialah bila penduduk OA dari daerah sebelah dipindahkan ke kampung kami.Penempatan OA yang baru itu menambahkan lagi bilangan murid OA di sekolah kami.Sedikit pun tiada prejudis pada murid OA,malah layanan saya sama sahaja pada semua murid.Apa yang saya nak kongsikan ialah kesannya kepada sekolah,guru dan murid-murid lain.
Sebagai anak tempatan yang membesar di sini,saya sedih sebab saya tak dapat berikan yang terbaik kepada anak bangsa di sini.Tumpuan dah lebih banyak pada murid OA sebab majoriti mereka bermasalah dari segi kehadiran,pembelajaran dan hanya minoriti yang bagus.Bayangkan beban kami di situ bertambah.Guru besar,pentadbir dan guru bertukar,tapi saya dan sebahagian guru lain yang berasal dari situ masih mengajar di

sana dan menyaksikan semua ini.
Saya mencadangkan pada pihak sekolah,berilah cadangan pada pihak atasan supaya dibuka satu sekolah khas untuk murid OA di perkampungan mereka itu.Di sana dibina perumahan untuk OA,ada surau,ada padang,ada tadika,tapi kenapa tidak ada sekolah?
Ia bertujuan supaya di sana nanti,guru-guru yang mengajar sekolah murid OA boleh fokus untuk mereka sahaja.Dan biarlah sekolah kami fokus pada anak murid tempatan.Tapi cadangan saya ditolak mentah-mentah.
Mereka membandingkan dengan sekolah OA yang lain.Sekolah yang dibandingkan ialah sekolah yang memang murid OA.Bukan sekolah campuran murid Melayu + murid OA yang nak sama banyak.
Saya menyaksikan murid tempatan yang semakin terpinggir,yang cerdik tak ada masalah,boleh belajar macam biasa,tapi yang lemah?Yang berpotensi jika diberi tumpuan lebih?-TERABAI.
SEBAB?Tumpuan kami terpaksa diberi pada murid OA yang majoriti bukan nak belajar sangat,dan yang menyedihkan nakkan bantuan je.Bukan semua ye,ada yang ok,tapi majoriti bukan nak belajar sangat.Sungguh menyedihkan.
Saya memendam rasa melihat situasi ini.Dalam masa yang sama saya cuba berikan yang terbaik untuk semua murid.Tapi apalah yang guru macam kami boleh buat dengan sistem yang asyik berubah,yang semakin caca marba -keadaan bertambah buruk.Hanya murid yang betul-betul bagus boleh survive di sekolah itu,dan mereka yang ada tapak yang dah kukuh dari rumah.
Saya pernah suarakan pada biro di kampung saya juga sebenarnya masalah ini,pun dipandang sepi.
Oh ye,masalah ini bukan saya sendiri yang rasa,tapi majoriti guru.Tak tahulah kalau lepas ni mereka tak nak mengaku terpulanglah,saya tak kisah.Sebab saya pun dah tak perlu menanggungnya lagi.
Yang saya tahu hampir setiap hari isu ini berlegar di bilik guru,di kantin dan di mana sahaja.Kami ibarat guru yang perlu mengajar dua golongan yang berbeza dan memerlukan keperluan berbeza.

Sebab utama ialah no 1 yang saya tulis di atas.Mesti ada yang kata,eleh,sikit je kena macam tu dah melatah.Tapi orang tak tahu yang saya dah bersabar agak lama.Saya yakin ramai guru yang senasib dengan saya,tapi tak berani bersuara.Bukan ada orang nak dengar pun kalau bersuara.Mengadu pada Allah je dan sahabat baik.

Dilema dengan pentadbir
– Ketika baru posting,ada seorang pentadbir ni segala mak nenek kerja dan jawatan dia bagi kat saya.Asal mesyuarat je nama naik.Lepas tu mengandung anak sulung,ada alahan kat tapak kaki ada tumbuh gelembung-gelembung nak jalan susah,tapi bila MC dianggap mengada-ngada.Lepas bersalin,baru dua minggu naik ke sekolah,diminta berkursus jauh dan kena menetap kat sana hampir seminggu.Meninggalkan anak yang kecil.Kursus yang patutnya dihadiri oleh orang lain pulak tu.

– Selepas pindah sekolah,jumpa pentadbir yang lagi dasyat.Bersikap perkauman ,menghina orang dan suka pilih kasih.Dia mengenakan saya sampai orang JPN datang masuk kelas secara mengejut.Bila orang JPN tu kata saya ok dia tak puas hati.Sejak itu macam-macam dia mengenakan saya.Cikgu yang dia sayang dia bagitahu pasal kedatangan orang atasan,terkulat-kulatlah kami yang lambat tahu diminta sediakan itu ini demi memuaskan hati mereka.Suara kami tidak didengari.Salah hanyalah pada kami,langsung tak boleh salahkan murid.Jika beritahu prestasi murid sekian-sekian lemah sebab tidak datang ke sekolah,akan ditanya kenapa tak cari di rumah.Hari-hari ke nak turut murid tak datang,habis yang di sekolah siapa nak jaga?Guru langsung tak boleh menyalahkan pihak lain.Dari satu sudut memang bagus,sebab cikgu kena muhasabah diri selalu dan perbaiki diri je.Tapi hasilnya,guru je semakin bagus,murid macam itu juga sebab tak boleh nak salahkan mereka.Program banyak dibuat untuk guru,sepatutnya banyakkan program untuk murid.Banyak kalau nak cerita pasal ni saja.

-Sepanjang jadi guru tak pernah dapat APC.Dulu-dulu seronok jugalah tengok orang dapat,berangan nanti dapatlah tu sebab orang yang dah dapat sekali takkan dapat dua kali kecuali pentadbir.Betullah APC ni ikut sekolah,ada yang bagi dekat yang betul-betul layak,ada yang ikut giliran.Bila setiap tahun tak pernah dapat,diorang bagi pada guru yang l

ebih junior di sekolah,maka tak berharap dah pun.Janji ikhlas buat yang terbaik.Maklumlah bila kita selalu bersuara dan kadangkala lantang,pentadbir tak suka.Lagipun tak pandai bodek dan jadi kaki kipas.Jadinya saya pun fokus je pada kerja tanpa harapkan APC.Cuma beberapa tahun lepas saya dah mula terasa bila tengok,sedekad saya kat sekolah tu,tapi APC tu boleh diberi pada orang lain je.Sampaikan saya tertanya-tanya,teruk sangatkah aku ini sampai orang yang selalu datang lewat,yang selalu bermasalah pun boleh dapat,tapi aku yang tak buat masalah ni langsung tak pernah diberi.Bukan hadap sangat,tapi rasa macam terhina.
Dulu masa jadi guru Media,pernah beri sumbangan hidupkan library yang macam bilik mayat sebelum tu.Berjayalah latih murid mewakili negeri untuk pertandingan peringkat kebangsaan.Saya style senyap tak suka bising sangat kalau buat apa-apa.Hasilnya orang lain yang dapat nama dan penghargaan.Saya telan je kepahitan.Orang tu semakin diberi tempat kat sekolah jadi orang kuat.Saya jadilah seperti melukut di tepi gantang.
Sekali lagi saya ikhlaskan hati,fokus pada mengajar sahaja biarlah yang lain tu.Sebab ada juga beberapa orang teman yang senasib dengan saya.

– Kerjasama sesama guru sukar diperolehi.Mereka juga suka mengata belakang dan memfitnah.Sekejap baik sekejap bermasam muka.Bosan.Ada yang suka mengarah,suka jadi boss,dan macam-macam la.Saya pun bukanlah baik,ada kekurangan juga,tapi sekurang-kurangnya saya memang bukan kaki bodek dan kaki ampu.Mereka ini suka merungut di belakang,masa meeting tak nak bersuara.Jadi bila kita je bersuara apa yang mereka rungut kat belakang,nampaklah macam kita ni seorang sahaja kaki bangkang.Alasan mereka orang atas bukan nak dengar suara kita.Ye betul tu.Meeting selalu sehala je,untuk mendengar taklimat,bukan perbincangan dua hala sangat.Lepas tu baru round table,bolehla nak bersuara,tapi dah macam malas sebab bukan didengari sangat.

-Kepuasan mengajar semakin hilang.Bila wujud macam-macam benda kat sekolah,saya sedar kepuasan mengajar makin tak ada.Jadi buat apa lagi saya bertahan.Tambahan penghinaan di hari terakhir yang saya kongsi di sebab no 1 itu,hanya seorang pentadbir yang macam back up,seorang lagi menambahkan luka di hati dengan membodek pegawai PPD yang datang tu.
Buat pertama kali hati saya tawar terus.Saya dimalukan di hadapan ketua panitia lain dan pentadbir.Saya berlalu pergi tanpa membawa barang-barang dan sejak itu saya tak pernah melangkahkan kaki ke sekolah kerana terlalu trauma dan fobia dengan kejadian itu.

Banyak lagi isu sebenarnya,taip sampai esok pun tak habis nanti.Saya akan edit point penting bila teringat nanti.Tapi saya dah ceritakan point utama kenapa saya berhenti.Kepada bekas GB dan pentadbir yang terbaca,saya pernah bekerja dengan 5 GB dan berbelas pentadbir,so tak perlu terasa jika anda yakin bukan anda yang dimaksudkan.Cukuplah dulu-dulu saya takut nak menulis di FB sebab ada yang mengugut dan kadang sebab nak jaga nama baik anda .Tapi sekarang saya sudah bebas dan anda tak ada hak untuk menghalang saya dari bersuara.Samalah dengan sebilangan guru-guru yang dari dulu saya tahu anda ada yang tak puas hati dengan saya,kalau terbaca dan terasa terpulanglah.Tapi masih ramai guru yang baik-baik dan ikhlas mengajar,dan saya kasihan kerana mereka juga ramai yang memendam rasa.Masalahnya jika ditanya,tak mungkin mereka berani cerita sebab nak jaga hati orang tertentu dan tersepit.

Akhir kata,saya bangga pernah jadi guru.Dan saya mohon maaf pada semua yang terlibat jika ada kekurangan dan kesilapan dari saya sepanjang menjadi guru.Saya hanya seorang guru yang dulunya ingin beri yang terbaik dalam mendidik,malangnya kerja-kerja perkeranian telah meragut kepuasan mengajar.Dan kemuncak yang berlaku sehingga saya tawar hati mungkin asbab dari Allah swt untuk kehidupan yang lebih bermakna.Jika dulu,dalam satu-satu masa saya guru pada berpuluh orang murid,tapi kini saya juga masih guru kepada beribu yang lain,cuma dalam bidang bisnes.Jangan ingat semua yang berhenti kerja tu sebab duit.Tak semua.
Kepada Dato,tolonglah dengar suara akar umbi,baru tah

u kebenaran,bukan dengar suara orang atasan yang banyak menyembunyikan perkara sebenar.Secara logik guru yang paling dekat dengan murid,tapi kenapa taknak dengan suara mereka?

Kepada semua guru di luar sana,

Tahniah kerana masih bertahan.Kerja guru ni kerjaya mulia,ambillah peluang buat pahala banyak-banyak.Mengajarlah seikhlasnya,insyaallah rezeki tu ada dari pelbagai sudut.
Laluan kita berbeza,tapi kita masih sama inginkan keberkatan hidup dan mengejar syurga.Jadi siapa pun kita,tak perlu dibandingkan.Kalian dengan cara kalian,dan saya dengan cara saya. Usahlah memandang rendah kami yang berhenti kerja dan buat bisnes dengan tanggapan kami mengejar harta dunia.

Sekian perkongsian dari saya.Sekiranya saya dikritik saya terima dengan hati yang terbuka,sebab Allah swt lebih tahu dan layak menilai niat saya dan apa yang saya buat.Hak saya untuk menulis,hak orang lain untuk menilai,terpulang.

Selamat tinggal dunia perguruan.huhu

Yang benar,
Nor Fazilah Abd Mohd
Bekas guru
2005-2017

*Tak perlu minta izin jika nak share.

Lubang perahu

Seorg lelaki diminta mengecat sebuah perahu,
Ia pun mengecat perahu tersebut.

Saat mengecat,
Ia menemukan sebuah lubang kecil di lambung perahu,
dan menambalnya diam diam.
Begitu selesai mengecat,
ia terima upahnya dan pergi.

Tak lama berselang,
Pemilik perahu menemui lagi lelaki tersebut dan memberinya cek yg nilainya sungguh tidak diduga.

Si tukang cat terkejut dan berkata,
"Anda sudah membyr upah saya,
Tuan".

"Tapi ini bkn upah utk mengecat.
Ini krn anda sudah menampal satu lubang di lambung perahuku".

"Ah,
Itu kan cuma hal kecil. Anda tidak perlu memberi saya wang sebyk ini utk pekerjaan sekecil itu".

"Mgkn anda tidak mengerti.
Saat saya minta anda mengecat kapal itu,
saya lupa memberi tahu ttg lubang tersebut.
Ketika cat perahu sudah kering,
anak2 saya langsung pergi memancing dgn naik perahu itu.

Mrk tidak tahu ttg lubang itu,
Sementara saya tidak berada di rumah saat mrk pergi.
Ketika saya pulang dan menyedari mrk telah membawa perahu itu pergi,
saya jadi sgt khuatir krn saya tahu kalau perahu itu bocor.

"Alangkah leganya saya ketika melihat mrk semua pulang dgn slmt" Lalu saya mendapati bahawa Anda telah menampal lubang kapal yg bocor itu. "Anda telah menyelamatkan anak2 saya"
Yg sudah Anda lakukan bkn hal kecil,
Krn itu telah menyelamatkan nyawa org lain.
Sesungguhnya wang tidak bernilai utk membayar kebaikanmu itu.

"Teruslah menolong,
Meringankan beban org lain dan perbaikilah setiap "lubang" yg anda temukan.
Anda tidak akan prnh tahu bila bantuan anda bermanfaat".

Krn sesungguhnya kita tidak akan prnh tau bila PERBUATAN BAIK kita berbuah,
Tapi PASTI AKAN BERBUAH.

"Saat kita berusaha menciptakan hal yg bermanfaat bagi org lain,
ita tentu saja menerangi jln kita sendiri."

Jadilah penerang bagi org lain

Kalau manusia di dunia saja blh melihat perbuatan baik,
Apalagi Tuhan kita di syurga

Insya Allah...Allhamdulilah

Khutbah raya

INTIPATI KHUTBAH RAYA DI ARAB SAUDI PADA HARI RAYA EIDULFITR LEPAS:-

☂Kelilingilah diri anda dengan orang2 Islam yang mengamalkan ajaran Agama yg sebenar. Mereka sahajalah Kawan Sejati anda dalam Kehidupan ini dan di Akhirat.

☂ Tidak semua orang di luar sana hanya menilai anda; ada yang ingin yang terbaik untuk anda dan ingin membantu anda masuk ke Al-Jannah; hargailah mereka.

☂Sebenarnya, seorang kawan yang tidak peduli akan Akhirat anda, sebenarnya bukan teman anda.

☂Kebiasaannya, orang yang paling sukar untuk anda betulkan adalah diri anda sendiri. Tidak wajar berasa malu melakukan kesalahan; tapi amat wajar merasa malu jika memilih untuk terus berada di jalan yang salah.

☂ Apa sahaja yang MENDEKATKAN anda dgn Allah, akan MENJAUHKAN anda dari neraka. Apa sahaja yang MENJAUHKAN anda dari Allah, akan MENDEKATKAN anda ke neraka.

☂Kita semua mengambil mudah hari esok kerana kita percaya esok akan terus wujud. Esok mungkin akan terus wujud, tetapi kita belum pasti!

☂ Siapa kata "HARI ESOK" dijamin? Hargailah kurniaan barokah kpd kita pada "HARI INI"!

☂ Semalam ramai yg menyangka mereka akan melihat hari ini, dan hari ini ramai yang berfikir mereka akan melihat esok.

☂ Kematian boleh tiba malam ini, jam berikutnya, detik seterusnya, tetapi kita hidup seolah-olah kita masih mempunyai banyak tahun lagi untuk hidup.

☂ Anda mungkin kaya, terkenal atau mempunyai status tinggi dalam dunia ini, tetapi kepada Malaikat Maut, anda hanyalah satu nama lain dalam senarai.

☂Kematian dan pertemuan kita dengan Pencipta kita sedang menghampiri tetapi kebimbangan terbesar kita adalah apa yang kita akan pakai esok?

☂Suatu hari, anda hanya akan menjadi kenangan kepada sesetengah orang, dan teladan kepada sesetengah orang lain. Lakukanlah segala yg termampu demi Allah, agar menjadi pengajaran yang positif.

☂Bayangkan berapa ramai yg berada di sini bersama kita tahun lepas, tetapi tahun ini tidak lagi! Malah giliran kita tidak lama lagi menghampiri. Semoga Allah ampunkan kita semua dan juga mereka semua.

☂Kita berjalan sombong di dunia, tanpa menyedari bahawa suatu hari nanti kita akan terperangkap 6 kaki di bawah tanah.

☂ Anda mencari fesyen dan pakaian berjenama terkini, tetapi jangan lupa wahai Anak2 Adam! Anda akan dibalut hanya dengan kain kafan putih.

☂Perhambakanlah diri kpd Pencipta, bukan kpd penciptaan-Nya. Sekiranya Allah meredhoi kita, tiada apa lagi yang wajar kita pinta?

☂Sangat sedih apabila kita hanya menghargai berkat, sama ada perkara yang materialistik atau orang yang baik; hanya selepas kita kehilangan mereka, apabila sudah terlambat !? Adakah kita benar-benar melabur untuk menjadi seperti mereka?

☂ Anda tidak akan membuang berlian untuk mengambil batu, jadi dengan cara yang sama, janganlah membuang Akhirat kerana mengejar dunia.

☂ Bagaimana anda mengharapkan untuk mendapatkan Al-Jannah jika anda tidak berusaha di dunia? Itu seperti mengharapkan untuk lulus peperiksaan tanpa belajar.

☂Kita hidup di zaman di mana orang meninggalkan makanan kerana takut menjadi gemuk, tetapi tidak dapat meninggalkan dosa kerena takutkan Allah!

☂ Bagi orang yg yakin, anda mungkin tidak mempunyai wang, tiada tempat tinggal, tiada pekerjaan, sakit dan merasa seperti anda tiada apa-apa; tetapi anda mempunyai sesuatu yang tidak dapat dibeli oleh wang: "Allah".

☂Allah tahu apa yang anda mahu, apa yang anda perlu, apa yang anda wajar dapat pada bila masa dan tempat mana. Yakinlah kepada-Nya dan keputusan-Nya (yang terbaik untuk penciptaan-Nya). Dia yg Maha mengetahui,  sementara anda tidak.

☂Jika selebriti kafir menyebut nama anda kepada dunia, betapa gembiranya anda? Sebutlah Allah dalam apa jua perhimpunan, dan Dia akan menyebut nama kamu kepada para malaikat!

☂ Dan, jadikanlah Al-Qur'an sebagai teman dan sebahagian dari kehidupan anda. Jangan biarkan diri anda menjadi orang asing kpd Alquran. Alquran adalah seperti kawan, semakin lama persahabatan berlangsung lebih banyak anda akan mengetahui rahsia-rahsianya.

☂Jangan memuji saya kerana saya berada di landasan Agama saya, tetapi doakan saya kerana saya mempunyai kesalahan2 yang tak dapat anda lihat.
Bertaubat "Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang bertaubat, dan Dia mengasihi orang-orang yang membersihkan diri". [Al-Quran 2: 222].

Semoga Allah membersihkan hati kita. Mudah2an segala keamanan dan rahmat Allah dicucuri ke atas Rasulullah yang mulia, Muhammad dan keluarganya.

💙Jika anda ambil berat terhadap orang lain, maka hantarkan mesej ini kepada mereka. Semoga Allah meningkatkan cahaya dan petunjuk-Nya dalam kehidupan kita. AAMIIN.

Rabu, 13 Jun 2018

Poligami raya

Bini tua bini muda,
Mana kan sama bini nombor tiga,
Mari bermaafan sesama kita,
Di pagi Aidil Fitri yang mulia.

Jangan ditolak rezeki yg datang,
Apatah lagi rezeki berkahwin lagi,
Hari raya bakal menjelang,
Puasa ditinggal wajarlah ganti.

Anak dara seindah rupa,
Hebat lagi kuasa jandanya,
Kalau tuan tidak puasa,
Jangan nak bermegah berhari raya.

Berpoligami banyak risikonya,
Tambahkan ilmu di dada seadanya,
Jangan hanya bersalam saja,
Duit raya dan angpau turutlah serta.

Gadis bertudung indah ditenung
Jika berkenan jumpalah ibu bapanya,
Bila memandu pulang ke kampung,
Berhati-hatilah di jalan raya.

Berkahwin 4 memanglah hebat,
Silap langkah boleh kena lipat,
Nak hantar kad raya dah tak sempat,
Pakai msg pun kira ok what?

Wahai kawan2 gagah perkasa,
Sudilah membantu wanita yg dah berusia,
Maaf andai terkasar bahasa,
Saya ucapkan Selamat Hari Raya!!

Andai kata di sepanjang persahabatan kita ada terkasar bahasa, segala makan minum, umpat2 blkg, harap dihalal & dimaafkan...😂😂😃😃😍😍

SELAMAT HARI RAYA
AIDIL FITRI...
MAAF ZAHIR BATIN...

character ethics

Kebetulan harini saya masih belum bercuti, dan ofis pun dah kosong, semua dah mood raya. Jadi saya spend masa saya untuk membaca buku 7 Habits of Highly Effective People karangan Stephen R Covey. Buku ni dah lama dah, penulis pun sudah meninggal dunia.

Pandangan saya tertancap pada penulisan beliau tentang Personality Ethics vs Character Ethics.

Character Ethics: Integrity, Fidelity, Morality, Courage, Humility, Modesty.. etc.

Personality Ethics: Positive thinking, Communication Skills, Influencing strategies, personality growth etc.

Tuan-tuan dan puan-puan sekalian,
Masyarakat kita ada socially acceptable standard yang tersendiri, betul kan? Selalunya ia dibina berasaskan kepercayaan dan persepsi kita, apakah itu kejayaan. Maka sesiapa yang telah mencapai social standard yang kita bina, di situlah tandanya seseorang itu mencapai kejayaan.

Contoh social standard yang kita bina ialah
i. Kalau dapat straight A dalam peperiksaan besar, maknanya anak-anak kita pandai
ii. Kalau anak-anak/pelajar boleh bercakap di hadapan khalayak, mereka berani
iii. Kalau baby dah boleh berjalan umur 1 tahun, kira baguslah tu, kalau lambat berjalan, lambat bercakap, baby tu lembam dan slow
iv. Umur 6 bulan, baby patutnya dah tumbuh gigi.
v. Kalau masuk universiti, barulah dikira berjaya
Vi. Kalau anak dara umur 30 tak kahwin lagi, dikira anak dara tua

Oleh itu sebagai ibu bapa dan pendidik, sekiranya kita melihat kepada perlunya kita mendidik/nurture anak ini untuk mencapai social standard tersebut, kita akan cari cara bagi anak-anak kita/pelajar kita mencapai standard tersebut. Sebagai contohnya, kalau tak cukup pandai, kita hantar pergi tuisyen. Nak bagi business berjaya, kita belajar positive thinking, kemahiran pengucapan supaya kita dapat 'goreng' dan berjaya. Kita pergi belajar cara nak influence others supaya apa yang kita cakap akan diterima pakai. Lepas tu, kita psycho anak kita dan macam-macam lagilah supaya mereka berjaya.

Tapi kadang-kadang, apa yang kita harapkan kita tak dapat, maka kita akan jadi 'frustrated', terutamanya bila berkait dengan nak didik anak-anak ni. Bila anak-anak tak capai standard yang kita nak, sebelum dia ready untuk berubah, maka kita sendiri sebagai mak ayah yang akan rasa gelisah dan resah.

Tetapi sekiranya, kita menekankan character ethics sebagai penanda aras kejayaan (sepertimana yang ditekankan 150-200 tahun yang dulu), Insha Allah kita tak akan cepat frust dengan anak kita atau anak didik kita- personality ethics ini cuma masuk dalam literature selepas WW1, sebagai resipi kejayaan- sebab itulah kita nampak ramai je orang Amerika sekarang ni jadi motivator terkenal etc nak promosikan personality ethics ini.

As long as anak kita have a correct fundamental, we let them grow by themselves, but first we are clear with our deep motives. We should believe that each and everyone of us, have their own 'time' to have personal growth, but most importantly, anak-anak ini dididik dengan character ethics yang sepatutnya. We should also learn to defy the social standard, kerana Insha Allah, anak-anak ini, sekiranya ada character ethics nya, one day they will reach that standard, even they can go beyond this standard.

Stephen R Covey tidak menafikan keperluan personality ethics, akan tetapi ia bukanlah keperluan utama, it is only a secondary needs after character ethics.

Bila baca buku ni, banyak benda kena refleksi diri. It is not that our kids has to change first, it is us who have to change ourselves first.

And it takes time to build this character ethics, which is why it is very important even at primary school to be looking at this, more important than everything else.

Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir dan Batin kepada semua!

M Tazli Azizan
Seri Iskandar, Perak

Sabtu, 9 Jun 2018

Sebelum balik kampung

Sebelum balik kampung:

1. Cabut semua 🔌 kat dinding except fridge.
2. Buang sampah.
3. Jgn biar baju tersidai diluar.
4. Double triple check fan & lampu.
5. Kosongkan sink.
6. Bawak toiletteries.
7. Semat butang baju Melayu.
8. Pin brooch dibeg.
9. Sampin
10. Charger phone.
11. Duit & sampul raya.
12. Sebelum keluar baca al Fatihah, ayat Kursi, Bismillahillazi.Berniat ziarah, niat menjadikan perbuatan kita ibadah.
13. Niat Nak buat Jamak Qasar.
14. Jgn kelam kabut n marah2, jgn over happy.
15. Lapang dada & solat/baca doa musafir.
16. Tinggalkan rumah dgn tawakkal Allah menjaganya.
17. Pastikan semua ahli keluarga masuk kereta. Jgn tertinggal isteri/suami.
18. Top up siap2 touch n go, no more tambah nilai lanes.
19. Sentiasa kira cukup bilangan anak, esp di RnR (Pesanan Dr Abdul Jalil Omar)

*Selamat Pulang ke kampung*
Bawa kenderaan dengan iman.

Buka puasa

BERBUKA YANG MENDAPAT MURKA

1.    Jika kita bercadang berbuka di luar seperti kedai atau mall bersama keluarga atau kawan, pastikan di kawasan tersebut terdapat kemudahan ruang solat berdekatan.

2.    Andai mudah untuk kita lakukan solat di tempat tersebut, dan anggaran berbuka kita cuma sekitar 20 minit tempohnya (boleh sambung balik lepas solat), silakan.

3.    Kalau kita rasakan tempat tersebut tiada atau sukar didapati tempat solat, dan makanan berbuka yang dirancang agak berat, saya cadangkan untuk berbuka dahulu dengan kurma atau apa-apa yang ringan sahaja dahulu, dan tunaikan solat maghrib, baru pergi keluar makan di kawasan yang dirancangkan.

4.    Bulan Ramadan ini kita dapati mana-mana restoran termasuk di mall-mall selalu penuh ketika berbuka sehingga perlu ditempah dahulu tempatnya.
Ramai yang memesan juadah berbuka yang berat, lalu mengambil masa yang lama untuk menghabiskan hidangan berbuka sehingga terlalu melewatkan solat maghrib.
Pukul 8.10 (hampir sejam selepas waktu berbuka) pun masih ramai yang berat punggung lagi!
Belum lagi untuk mencari surau yang entah di mana.

5.    Ada yang makan dan bersembang habis-habisan, kemudian solat maghrib sipi-sipi sebelum Isyak.
Ini bukanlah erti hadis “dahulukan makanan yang dihidang dari solat”!

6.    Ada juga yang sampai habis waktu maghrib, makan-sembang tak habis-habis lagi!

7.    Bila puasa menjadi bulan berpesta makan dan hanya sekadar adat, inilah hasilnya.
Sakan berbuka rukun Islam ketiga, rukun kedua diabaikan.
Sedangkan syariat berpuasa demi menjadikan kita hamba Allah yang lebih bertaqwa, bukan menghabiskan waktu berbuka sambil leka tertawa!

* Orang yang berpuasa seharusnya mendapat dua kegembiraan: Ketika berbuka & ketika bertemu dengan Sang Pencipta.
Jangan pula kita hanya gembira berbuka, namun kelak berduka mendapat murka!

Oleh: Dr Kamilin Jamilin

Jumaat, 8 Jun 2018

Jad

Fokus Utama

Jadullah Qur'ani (Jad --- nama asal Yahudi) memeluk Islam tanpa orang yang menarik beliau untuk memeluk Islam tersebut berkata-kata kepadanya sebaliknya berbuat.

Jadullah meninggal dunia pada Tahun 2003 setelah 30 tahun mengIslamkan 6 juta penduduk Kristian Benua Afrika termasuk Selatan Sudan, Uganda (fokus Suku Zulu), Kenya. Kisah hidup Jad telah difilemkan di Perancis "Monsieur Ibrahim et Les Fleurs du Coran (Ibrahim dan Bunga-Bunga Qur'an)."

____________________________________

(Daripada Whatsaap saya, Jun 5, 2018)

*KISAH JAD, ANAK YAHUDI*
(Kisah benar)

*Jad* kanak-kanak berusia 7 tahun pada tahun 40an tinggal bersama keluarganya di salah sebuah apartment di sebuah kota di Perancis. Beliau lahir daripada keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya adalah Profesor di universiti terkemuka di Perancis.

Di satu sudut basement apartment tersebut ada sebuah kedai kecil "serba lengkap" yang menjadi tempat bagi warga sekitar membeli keperluan harian mereka termasuk keluarga *Jad.* Kedai tersebut milik seorang yang berasal dari Turki, *Ibrahim*, 67 tahun; seorang yang sangat sederhana, bukan orang yang berpendidikan tinggi.

*Jad* yang masih kanak-kanak hampir setiap hari membeli di kedai tersebut. Bila berbelanja, biasanya tanpa pengetahuan *Ibrahim* Jad mengambil sebatang coklat. Satu hari Jad terlupa mengambil (mencuri) coklat tersebut.

Ketika hendak keluar meninggalkan kedai tersebut *Ibrahim* memanggilnya dan berkata: *"Jad* kamu lupa sesuatu, Nak." *Jad* terus memeriksa barang yang telah dibeli tetapi tidak ada suatu pun yang dia lupa semuanya ada.

_"Bukan itu,"_ kata *Ibrahim. _"Ini."_ Sambil memegang coklat yang biasa diambil *Jad*. Tentu sahaja *Jad* terkejut dan ketakutan. Takut sekiranya *Ibrahim* menyampaikan hal yang memalukan tersebut kepada ibu bapanya. Jad bingung dan pucat.

"Tidak apa-apa, Nak ... Mulai hari ini kamu boleh ambil sebatang coklat percuma setiap kali kamu berbelanja di kedai ini sebagai hadiah. Tetapi berjanjilah untuk berkata jujur apabila mengambilnya," kata *Ibrahim* sambil tersenyum.

Sejak hari itu *Jad* menjadi sahabat *Ibrahim*. Jad tidak hanya datang bertemu *Ibrahim* untuk berbelanja tetapi juga menjadi tempat Jad bercerita dan meluahkan perasaan. Bila menghadapi suatu masalah, *Ibrahim* adalah orang yang pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, *Ibrahim* tidak pernah terus menjawab sebaliknya meminta Jad membuka halaman sebuah buku tebal yang tersimpan di dalam sebuah kotak-kayu. *Ibrahim* akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara dan kemudian menerangkan jawapan dari masalah yang dihadapi oleh *Jad*.

Perkara tersebut berjalan selama lebih kurang 17 tahun. Sehingga pada suatu hari salah seorang anak *Ibrahim* menemui *Jad* dan memberi kotak-kayu tersebut kepadanya sambil menyampaikan berita sedih kematian Ibrahim.

Waktu itu Jad sudah menjadi seorang pemuda. Kotak-kayu berisi kitab tersebut diterimanya dengan rasa terharu.

Satu ketika Jad menghadapi satu masalah yang sukar, Jad mengambil kotak-kayu tersebut dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yang Jad pernah lakukan ketika bersama *Ibrahim.* Masalahnya Jad mendapati kitab tersebut bertulis huruf Arab. Jad pun meminta pertolongan sahabatnya yang berasal dari Tunisia untuk menerangkan maksud dua halaman daripada kitab yang dia sendiri yang telah membukanya. Sahabat Jad menerangkan maksud tulisan tersebut. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya seolah-olah jawapan khusus bagi masalah yang sedang Jad hadapi.

*Jad* bertanya kepada sahabatnya: _"Ini kitab apa..?"_
_*"Al-Qur'an*, Kitab Suci Umat Islam."_

Terkejut dan hairan *Jad* mendengar jawapan tersebut lalu Jad terus bertanya apakah syarat untuk menjadi seorang muslim.

Sahabat Tunisia beliau menjawab: _"Mudah, Syahadat dan berusaha menjalankan Syariah."_

Pada hari tersebut *Jad* memeluk slam dan menukar namanya kepada *Jadullah Al-Qurani*. Jad berjanji akan mempelajari Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya.

Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi terutama ibunya yang bertugas sebagai profesor sukar menerima Jad memeluk Islam malah ibunya berusaha untuk mengembalikan *Jad* kepada agama Judaism.

Ibu Jad melakukan berbagai cara termasuk mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk menerangkan agama Judaism kepada *Jad*. Keadaan tersebut berjalan selama 30 tahun tetapi gagal memujuk Jad.

_"Ibrahim yang bersikap bersahaja telah mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad."_
_Jadullah_ pernah berkata:

_"Saya menjadi muslim di tangan seorang lelaki yang tidak pernah bercakap soal agama" ..._

_"Orang itu tidak pernah berkata":_

_"Kamu Yahudi!!"_
_"Kamu Kafir!"_
_"Belajarlah agama!"_
_"Jadilah muslim!"_
_Tetapi orang itu menyentuh saya dengan akhlak, _Sebaik-baiknya perilaku._ _Memperkenalkan kepada saya kitab yang terbaik, Al-Qur'an"_

Jadullah mempelajari Al-Qur’an dan memahami isinya, kemudian beliau telah berdakwah di Eropah sehingga berjaya mengislamkan 6 Ribu Yahudi dan Nasrani di Eropah.

Satu hari Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah daripada Ibrahim. Tiba-tiba Jad menemui sehelai yang mengandungi peta dunia. Pada waktu melihat Benua Afrika, Jad menemui tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan tersebut tertulis ayat:

( ﺍُﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ )
_“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…”_
                                                      (QS. An-Nahl; 125)

Jad yakin bahawa tanda tangan dan ayat Al-Qur'an tersebut adalah wasiat daripada Ibrahim lalu Jad memutuskan untuk menunaikan Wasiat Ibrahim tersebut.

Setelah menyiapkan semua keperluan maka Jadullah pun meninggalkan Eropah berdakwah di negara-negara Afrika termasuk Kenya, Selatan Sudan (yang majoriti  penduduknya beragama Kristian), Uganda dan negara-negara sekitarnya.

Jadullah berjaya mengIslamkan lebih daripada 6 juta orang Suku Zulu. Ini baru ini baharu satu suku belum lagi dengan lain-lain suku.

*Jadullah Al-Qur'ani* meninggal dunia pada Tahun 2003 sebagai seorang pendakwah muslim yang tersohor.

Selama lebih daripada 30 tahun Jadullah telah mengIslamkan lebih daripada 6 juta penduduk Benua Afrika.

Ibunya memeluk Islam pada Tahun 2005 pada usia 78 tahun setelah dua tahun Jadullah meninggal dunia.

Fragmen Kisah benar Jad akhirnya menginspirasikan seorang Producer Filem Perancis menjadikannya dalam bentuk filem *“MONSIEUR IBRAHIM et Les Fleurs du Coran‘* *(Ibrahim dan Bunga-Bunga Quran)* di bawah arahan Pengarah *Francois Dupeyron*. Filem tersebut turut dibintangi oleh pelakon terkenal kelahiran Mesir --- Omar Sharif sebagai Uncle Ibrahim dan juga pelakon muda Perancis yang berbakat Pierre Boulange sebagai Jad --- pemuda Yahudi.

Saudara-saudari, di atas adalah Kisah Benar yang sangat luar biasa yang berupaya menimbulkan inspirasi khususnya kepada para pendakwah muslim.

Apa yang masih jelas kelihatan dalam masyarakat muslim tidak kira dimana sahaja sekarang ini adalah tindakan mudah mengkafirkan saudara muslim mereka sendiri hanya disebabkan oleh faktor berbeza guru atau pun berbeza mazhab atau pun berbeza tafsir ayat Al-Qur'an mahu pun hadis.

Subhanallah.

Sabtu, 2 Jun 2018

Isteri

Tazkirah ....

⊙Jika anda menghidangkan makanan untuk suami.... tetapi tidak menemaninya makan.....sama halnya seperti memberi makan kucing.

Ini pun ada disebut dalam hadis.

Sebaik baiknya.... temanilah dia meskipun sekadar satu suapan.....tak pun duduk sambil minum minum sementara menanti dia selesai.

Thabit al Banni berkata

Terdapat seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya.....yang sangat baik pekertinya terhadap suaminya.

Apabila dia menghidangkan makanan di hadapan suaminya.....dipegang pelita sampai suaminya selesai makan.

Pada satu malam.....pelitanya kehabisan sumbu..... lalu diambil rambutnya untuk dijadikan sumbu.

Esok harinya.....matanya yang buta kembali melihat..... Allah memuliakannya kerana rasa hormatnya kepada suami.....”

Inilah cara paling ampuh untuk menambat hati suami.....bermula dari dapur.

⊙  Suami senang dengan kefasihan isterinya dalam berkata kata..... bijak dalam bertindak dan menjadi partner yang baik dalam berdiskusi.

Tingkatkan kualiti intelektual anda dengan banyak membaca buku dan gali pelbagai informasi.

Hal ini jadi lebih penting jika anda suri rumah sepenuh masa.

Sesetengah suami memang memandang rendah sedikit isteri  yang berstatus begini.

Jadi anda kena tingkatkan pengetahuan...... dengan mengambil tahu mana mana yang patut.

 ⊙  Jangan kuat membangkang pendapat suami.

Kebanyakan suami tak suka pendapatnya dibangkang.

Walaupun agak salah..... sebaik baiknya terima dahulu.

Kalau nak membangkang pun tengok nada suara dia dan perhati nada suara anda.

Ingat..... anda ibarat perdana menteri dan dia raja.

Mana ada raja yang boleh terima kalau asyik dibangkang oleh perdana menteri.

Isteri yang kuat membangkang memang sengaja mencari kebencian suami.

Anda tinggal sebumbung dengannya...... sudah tentu anda perlu sependapat dengannya dalam semua isu.

Kalau tak sependapat pun..... simpan sendiri dan keluarkan balik sedikit sedikit mengikut kesesuaian masa dan tempat.

Pendek kata.....seboleh mungkin.... sentiasa tunjukkan anda sependapat dengannya.

Wallahualam ...