Rabu, 25 Mei 2011

Doa tertekan :)

Surah ALI-‘IMRAN ayat 173
Maksudnya : “ Cukuplah Allah untuk ( menolong ) kami, dan Ia sebaik-baik pengurus ( yang terserah kepada-Nya segala urusan kami ).”

Keterangan Ayat
Menurut al-Imam al-Bukhari, Ibn al-Munzir, al-Hakim dan al-Baihaqi, daripada Ibn Abbas berkata bahawa doa diatas merupakan kalimah yang terakhir diucapkan oleh nabi ibrahim a.s. sebelum dicampakkan ke dalam api. Ia juga diucapkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ketika golongan kafir menakut-nakutkan nabi tentang tentera bersekutu yang akan menyerang Nabi s.a.w. ( Tafsir al-Fakhrurrazi, tafsir ayat 173, surah Ali-Imran. )

Khasiat dan Kaifiat Beramal
Amalkan membaca zikir ini apabila berhadapan dengan suasana yang menakutkan atau ketika menghadapi tekanan atau stress.

Muhasabah cinta


"Cinta". Perkataan yang biasa kita dengar dan ungkapkan. 
Setiap manusia yang berpeluang hidup di muka bumi ini pasti mengalami perasaan cinta.  Manusia memang dilahirkan secara fitrahnya mempunyai perasaan cinta.
Seorang ibu sanggup berkorban nyawa untuk anaknya kerana cintanya kepada anak.
Seorang bapa sanggup berkorban harta dan tenaga kerana perasaan cintanya kepada keluarga. 
Seorang penuntut sanggup mengharungi susah dan payah kerana cintanya kepada ilmu. 
Seorang perwira sanggup berkorban jiwa kerana cintanya kepada tanahair. 
Seorang hartawan sanggup berkorban masa dan maruah kerana cintanya kepada harta. 
.. dan seorang pencinta kononnya sanggup merentasi lautan berapi lantaran cintanya kepada kekasihnya. 
Secara dasarnya, kita sanggup berbuat apa sahaja kerana ingin menjaga dan mengejar cinta.
Itulah cinta.  Ia fitrah.  Dan ia juga boleh menjadi fitnah. 
Ia boleh menjadikan seseorang mulia atau hina.  Ia bisa merubah manusia menjadi lebih baik di sisi Tuhan dan manusia, dan ia  juga bisa menjatuhkan nilai seseorang dari sudut pandangan Tuhan dan manusia.
Sudah lama kita menjalani kehidupan ini, dan sudah banyak kali perkataan 'cinta' kita ungkapkan dan luahkan. 
Di kesempatan yang terbatas ini, marilah kita bermuhasabah.  Muhasabah tentang cinta.  Mudah-mudahan muhasabah ini bisa menyedarkan kita semua akan di mana letak duduknya rasa cinta kita?  Di tempat yang sepatutnyakah?  Atau sudah tersasarkah cinta kita selama ini?
01.Orang yang beriman sangat cinta kepada ALLAH
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah..." - [Al-Baqarah: 165]
02.Amaran Kepada Yang Meletakkan Cinta Kepada Mahkluq Melebihi Cinta Kepada ALLAH
Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." "Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." - [At-Taubah: 24]
Cukuplah dengan dua ayat al-Quran di atas bagi kita mula bermuhasabah. 
Jika selama ini kita telah meletakkan cinta dan perhatian kepada makhluq, nah mulai hari ini marilah kita letakkan semula rasa cinta dan kasih itu di tempat yang sepatutnya. 
Menyedari bahawa meletakkan cinta kepada ALLAH mengatasi segala-galanya, kita mesti membuktikan rasa cinta itu. 
Tidak cukup dengan hanya kalimah "aku cintakan ALLAH" atau "ALLAH adalah segala-galanya buatku" atau seumpama dengannya.  Ia mesti dibuktikan!
ALLAH subhanahu wata'ala telah berfirman di dalam al-Quran tentang pembuktian cinta kepada ALLAH adalah dengan mengikuti segala suruhan dan perintah yang telah disampaikan oleh Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam:
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." - [Ali-Imran: 31]
Justeru, bagi merealisasikan rasa cinta kepada ALLAH, kita juga mesti meletakkan rasa patuh dan cinta kepada Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam. Al-hubb (cinta) dan al-ittiba' (ikut) Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam adalah suatu yang dituntut agama.
Muslimin-muslimat sekalian,
Sudah banyak rasa kecewa menyinggahi jiwa kita.  Sudah tidak terkira kita rasa sedih apabila orang yang kita cintai membuat sesuatu yang tidak kita sukai.  Sudah acap kali kita didatangi keresahan apabila harta yang kita cintai hilang atau berubah hakmilik.  Ya, cinta kepada makhluq pasti mengundang kekecewaan.
Sekiranya cinta dan kasih diletakkan kepada ALLAH melebihi rasa cinta kita kepada makhluqNYA, nescaya kita tidak akan didatangi kecewa.  Sedih yang melanda akan segera terubat apabila cinta kepada ALLAH menguasai jiwa.  Malah, jiwa akan hidup dalam ketenangan dan kemanisan iman akan mula menyerap ke dalam jiwa.
Hadis riwayat Anas radhiAllahu 'anhu, dia berkata bahawa Nabi sallAllahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka." - [Shahih Muslim No.60]
Semoga tulisan yang ringkas ini bisa mencetus rasa ingin memperbaiki rasa cinta kepadaNYA.  Mudah-mudahan kita semua tergolong di dalam kumpulan manusia yang meletakkan dambaan cinta dan redha ALLAH sebagai yang terutama, amin.
Wallahu A'lam.

Porno


assalamualaikum wbt
ustad saya ingin bertanya tentang hukum dari menonton film porno. Apakah itu termasuk dari dosa besar?Dan apakah itu bagian dari perbuatan zina yang sebenarnya?Apa hukumanya bagi orang yang menonton film porno? terima kasih

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb
Apakah Nonton Film Porno Termasuk Dosa Besar?
Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga pandangan dari melihat aurat atau kehormatan orang lain, sebagaimana firman Allah swt
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)
Senada dengan ayat diatas, Nabi saw juga telah melarang seseorang melihat aurat orang lain walaupun seorang laki-laki terhadap laki-laki yang lain atau seorang wanita terhadap wanita yang lain baik dengan syahwat maupun tanpa syahwat, sebagaimana sabdanya saw,”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain). Janganlah seorang laki-laki berada dalam satu selimut dengan laki-laki lain dan janganlah seorang wanita berada dalam satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Al Baihaqi)
Didalam film-film porno, batas-batas aurat atau bahkan inti dari aurat seseorang diperlihatkan dan dipertontonkan kepada orang-orang yang tidak halal melihatnya, ini merupakan perbuatan yang diharamkan baik orang yang mempertontokan maupun yang menontonnya.
Untuk itu tidak diperbolehkan bagi seseorang menyaksikan film porno walaupun dengan alasan belajar tentang cara-cara berhubungan atau menghilangkan kelemahan syahwatnya karena untuk alasan ini tidak mesti dengan menyaksikan film tersebut akan tetapi bisa dengan cara-cara lainnya yang didalamnya tidak ditampakkan aurat orang lain, seperti buku-buku agama yang menjelaskan tentang seks, buku-buku fiqih tentang pernikahan atau mungkin buku-buku umum tentang seks yang bebas dari penampakan aurat seseorang didalamnya.
Meskipun tidak ada nash yang jelas yang secara tegas memberikan hukuman (hadd) kepada orang yang menyaksikan atau melihat aurat orang asing, atau melaknat maupun mengancamnya dengan siksa neraka yang bisa memasukkan perbuatan itu kedalam dosa besar seperti yang disebutkan Imam Nawawi bahwa diantara tanda-tanda dosa besar adalah wajib atasnya hadd, diancam dengan siksa neraka dan sejensnya sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an maupun Sunnah. Para pelakunya pun disifatkan dengan fasiq berdasarkan nash, dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat orang yang merubah batas-batas tanah. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)
Atau yang disebutkan oleh Izzuddin bin Abdul Aziz bin Abdus Salam bahwa sebagian ulama mengatakan dosa-dosa besar adalah segala dosa yang disertai dengan ancaman atau hadd (hukuman) atau laknat. (Qawaidul Ahkam Fii Mashalihil Anam juz I hal 32)
Akan tetapi apabila perbuatan itu dilakukan tanpa ada perasaan takut kepada Allah swt, penyesalan atau bahkan menyepelekannya sehingga menjadi sesuatu yang sering dilakukannya maka perbuatan itu bisa digolongkan kedalam dosa besar, sebagaimana pendapat dari Abu Hamid al Ghazali didalam “Al Basiith” bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada perasaan takut dan penyesalan, seperti orang yang menyepelekan suatu dosa sehingga menjadi kebiasaan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar.. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)
Atau disebutkan didalam suatu ungkapan bahwa suatu dosa tidaklah dikatakan kecil apabila dilakukan secara terus menerus dan suatu dosa tidaklah dikatakan besar apabila dibarengi dengan istighfar.
Menonton Film Porno Termasuk Perzinahan
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)
Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh Selain Kemaluan, artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.
Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu,”Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. Karena itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28)
Adakah Hukuman Bagi Orang Yang Menontonnya
Sebagaimana disebutkan diatas bahwa tidak ada nash yang secara tegas menyebutkan bahwa orang yang melihat atau menyaksikan aurat orang lain, seperti menonton film porno ini dikenakan hukuman (hadd) akan tetapi si pelakunya harus diberikan teguran keras dan tidak ada kewajiban baginya kafarat.
Ibnul Qoyyim mengatakan,”Adapun teguran adalah pada setiap kemaksiatan yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya. Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam :
1. Kemaksiatan yang didalamnya ada hadd dan kafarat.
2. Kemaksiatan yang didalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd.
3. Kemaksiatan yang didalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.
Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri, minum khomr, zina dan menuduh orang berzina. Sedangkan contoh dari macam kedua adalah berjima’ pada siang hari di bulan Ramadhan, bersetubuh saat ihram.Dan contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang dimiliki bersama antara dia dan orang lain, mencium orang asing dan berdua-duaan dengannya, masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung, memakan daging bangkai, darah, babi dan yang sejenisnya. (I’lamul Muwaqqi’in juz II hal 183)
Wallahu A’lam

Selasa, 24 Mei 2011

Statistik Bunuh diri di mesia

Tutuplah auratmu wahai para wanita...!!!

Ada seorang wanita yang dikenali dengan taat beribadah.Ia juga menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya,dia tidak mahu bertudung sempurna. Menutup auratnya.

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”Insya Allah yang penting hati dulu yang bertudung. ”Sudah banyak orang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawapannya tetap sama.Hingga di suatu malam.dIa bermimpi sedang rehat di sebuah taman yang sangat indah.Rumputnya sangat hijau,berbagai macam bunga bermekaran.

Ia bahkan mampu merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.Sabayu angin pun ia rasakan disela-sela jarinya.dIa tak bersendirian.Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. dIa punmenghampiri salah satu wanita.Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamu'alaikum,saudariku....”“Wa'alaikum salam. Selamat datang saudariku”   “Terima kasih. Apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke syurga” “Benarkah? Tak pernah kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.

Wanita itu tersenyum lagi”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku ?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.” “Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.“Ayuh kita ikuti mereka” katawanita itu setengah berlari. “ Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu “ Tentu saja surga saudariku”

larinya semakin cepat. “ Tunggu..tunggu aku..” dia berlari namun tetap tertinggal Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenym kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudahberlari. Ia lalu berteriak“Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu ringan?” “Sama dengan engkau saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum Wanita itu telah mencapai pintu.

Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu. “ Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan ?” Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata “Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yang membezakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.“ Apakah kau mengira Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke Surga-Nya tanpa tudung menutup auratmu?” Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata ”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu.Cukuplah surga hanya sampai dihatimu kerana niatmu adalah menghijabi hati.

” Ia terkejut..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan solat malam. Menangis dan menyesali perkataanya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.