Ahad, 4 Disember 2011

asyura

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya.  Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)
Larangan berbuat zalim pada bulan-bulan ini menunjukkan bahwa dosanya lebih besar daripada dikerjakan pada bulan-bulan selainnya. Sebaliknya, amal kebaikan yang dikerjakan di dalamnya juga dilebihkan pahalanya. Salah satu amal shalih yang dianjurkan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk dikerjakan pada bulan ini ibadah shiyam. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallambersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” (HR. Muslim, no. 1982)
Menurut Imam Al-Qaari berkata, bahwa secara zahir, maksudnya adalah seluruh hari-hari pada bulan muharram ini. Tetapi telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabishallallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali berpuasa sebulan penuh kecuali di Ramadhan. Maka hadits ini dipahami, dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram bukan seluruhnya.
Puasa ‘Asyura
Pada umumnya dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram ini. Hanya saja perhatian khusus Syariat tertuju pada satu hari, yaitu hari ‘Asyura. Berpuasa pada hari tersebut bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975)
Bilakah Hari ‘Asyura Itu?
Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Demikianlah pendapat jumhur ulama dan yang nampak dari zahir hadits berdasarkan kemutlakan lafaznya dan yang sudah ma’ruf menurut ahli bahasa. (Disarikan dari al-Majmu’ oleh Imam al-Nawawi)
Ibnu Qudamah berkata, ‘Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Ini merupakan pendapat Sa’id bun Musayyib dan al-Hasan al-Bashri yang sesuai dengan riwayat dari Ibnu ‘Abbas, “Rasullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan berpuasa pada hari ‘Asyura, hari kesepuluh dari bulan Muharram.” (HR. al-Tirmidzi, beliau menyatakan hadits tersebut hasan shahih)
Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, dan Asiyah bahwa Nabishallallaahu ‘alaihi wasallam telah berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan tentang puasa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
 “Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Anjuran Jangan Puasa ‘Asyura Saja, Tapi Sertakan Satu Hari Sebelumnya
Disunnahkan juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
“Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)
Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”
Apa Hikmah Berpuasa Pada Hari Tasu’a?
Imam al-Nawawi rahimahullaah menyebutkan tentang tiga hikmah dianjurkannya shiyam hari Tasu’a: Pertama, maksud disyariatkan puasa Tasu’a untuk menyelesihi orang Yahudi yang berpuasa hanya pada hari ke sepuluh.
Kedua, maksudnya adalah untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja. Pendapat ini disebutkan oleh al-Khathabi dan ulama-ulama lainnya.
Ketiga, untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
Dan alasan yang paling kuat disunnahkannya puasa hari Tasu’a adalah alasan pertama, yaitu untuk menyelisihi ahli kitab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah dalam al Fatawa al-Kubra berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang bertasyabbuh dengan ahli kitab dalam banyak hadits. Seperti sabda beliau tentang puasa ‘Asyura,
لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)
Ibnu Hajar rahimahullaah dalam catatan beliau terhadap hadits, “Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan”, Keinginan beliau untuk berpuasa pada hari kesembilan dibawa maknanya agar tidak membatasi pada hari itu saja. Tapi menggabungkannya dengan hari ke sepuluh, baik sebagai bentuk kehati-hatian ataupun untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Dan ini merupakan pendapat yang terkuat dan yang disebutkan oleh sebagian riwayat Muslim.”
Bolehkah Berpuasa Pada Hari ‘Asyura Saja?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah dalam al-Fatawa al-Kubra Juz ke IV berkata, “Puasa hari ‘Asyura menjadi kafarah (penghapus) dosa selama satu tahun dan tidak dimakruhkan berpuasa pada hari itu saja.” Sedangkan Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj menyimpulkan bahwa tidak apa-apa berpuasa pada hari itu saja.
- Diambil dari muzir.wordpress.com

Sabtu, 3 Disember 2011

Biri2 hitam vs putih...

Temubual seorang pemuda dengan pakcik gembala biri-biri

Pemuda : Boleh saya tanya beberapa soalan tak?
Pakcik : Boleh aje...
Pemuda : Berapa jauh biri-biri ni berjalan setiap hari?
... Pakcik : Yang mana, yang putih atau yang hitam?"
Pemuda : Yang putih.
Pakcik : Kalau yang putih lebih kurang enam kilometer setiap hari.
Pemuda : Yang hitam?
Pakcik : Yang hitam pun sama...
Pemuda : Berapa banyak plak rumput biri-biri ni makan setiap hari?
Pakcik : Yang mana, yang putih atau yang hitam?
Pemuda : Yang putih?
Pakcik : Ah, yang putih lebih kurang empat kilo rumput setiap hari.
Pemuda : Dan yang hitam?
Pakcik : Yang hitam pun sama...
Pemuda : Berapa banyak bulu yang mereka hasilkan setiap tahun?
Pakcik : Yang mana, yang putih atau yang hitam?
Pemuda : Yang putih?
Pakcik : Aaa...yang putih sekitar enam kilo bulu setiap tahun.
Pemuda : Dan yang hitam?
Pakcik : Yang hitam pun sama...
Pemuda : Kenapa pakcik membezakan biri-biri pakcik yg putih dgn yg hitam,padahal jawapan semuanya sama aje?
Pakcik : Mestilah...sebab biri-biri yang putih itu pakcik yang punye.
Pemuda : Ooo, gitu ke...abis tu yang hitam tu sapa punye?
Pakcik : Yang hitam pun sama...(^_^)

Indah

۞ Surah Al-Fatihah dapat memadam kemurkaan Allah SWT.
۞ Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.
۞ Surah Ad-Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.
... ۞ Surah Al-Waqi’ah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.
۞ Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur.
۞ Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.
۞ Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.
۞ Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.
۞ Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.
۞ Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was.
Seterusnya, bagi menangani Syaitan Durjana.


Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan terhiris
Tetapi akan terasa INDAH ketika kita menyedari itu sebahagian dari kasih Illahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tetapi akan terasa INDAH ketika kita menyedari...
Bahawa Allah sedang menyapa dengan cintaNya agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tetapi akan terasa INDAH ketika kita mampu membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan dihina
Tetapi akan terasa INDAH kalau itu sebahagian dari penyucian diri...
Dan ikhlas hanya mengharap redha Illahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang di dalamnya
Tetapi akan terasa INDAH ketika menyedari itu adalah permulaan dari kejayaan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tetapi akan terasa INDAH ketika menyedari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawal kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka kerana kehilangan
Tetapi akan terasa INDAH ketika menyedari...
Bahawa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cubaan yang terus mendera
Tetapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyedari itu sebahagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan RasulNya

~Mencari CintaNya~

Jumaat, 2 Disember 2011

Bliss

Chuck O'Rear memandu untuk melawat teman wanitanya apabila dia terpegun dengan keindahan ladang anggur yang beralun.

Bagaimana wallpaper Windows XP yang terkenal iaitu Bliss dirakam

Ramai orang melalui tempat itu tanpa mempedulikan untuk berhenti dan mengambil gambar.  Tetapi bekas jurugambar majalah National Geographic ini begitu terpesona dengan kehijauan rumput dan awan putih di langit biru California, menyebabkan dia mendapatkan kamera beliau.

Bagaimana wallpaper Windows XP yang terkenal iaitu Bliss dirakam

Tidak sesekali dia fikir shot itu akan menjadi imej yang paling banyak dilihat di atas muka bumi ini.

Foto yang diberi nama 'Bliss' itu telah dipilih oleh jurutera Microsoft sebagai wallpaper desktop untuk latar belakang (background) Windows XP mereka.

Walaupun jurugambar yang berusia 69 tahun itu telah menandatangani perjanjian rahsia, yang menjadikannya tidak boleh memberitahu berapa dia dibayar - adalah dilaporkan ia adalah lesen foto kedua paling mahal pernah dibeli.

Chuck O'Rear with Bliss

"Saya memandu laluan yang sama antara Napa dan San Francisco beberapa kali seminggu pada tahun 2002 atau 2003 tetapi ini adalah Januari apabila rumput hijau yang paling cemerlang di sini, jadi saya melompat keluar dan mengambil beberapa tembakan dan kemudian membawanya dalam perjalanan saya ," kata Encik O'Rear.

Dia tidak mahu berfikir banyak lagi tentang gambar itu selepas mengambil teman wanitanya Daphne Larkin, yang dia kahwini tidak lama selepas itu.

Ia hanya apabila dia mendapat panggilan daripada ejen dengan arkib foto Corbis memberitahunya bahawa Microsoft mahu gambar asal, dia mendapati dia telah mendapat tuah yang besar.

Tetapi tidak seperti kebanyakan pengguna PC, dia tidak dapat melihat gambar XP beliau setiap hari - kerana dia menggunakan Mac.

Bagaimana wallpaper Windows XP yang terkenal iaitu Bliss dirakam

gambar mentee dan pengarah

:)