Jumaat, 8 Mac 2013

Takdir


Tanya: kang, apa setiap orang itu sudah ditakdirkan akan masuk syurga atau neraka?
Kang: kenapa nanya seperti itu? Pengen menggugat ketetapan Allah kah? Pengen mengatakan bahawa Allah itu tidak adil?

Tanya: kok akang gitu sih responnya? Bete banget deh
Kang: Takdir itu salah satu "alat" dari Allah agar kita semakin beriman dan berprasangka positif padaNya. Jadi gunakanlah "alat takdir" ini pada tempatnya.

Tanya: duh belum paham aku nih Kang. Bererti bunuh diri itu takdir atau bukan kang?
Kang: Astaghfirullah, bunuh diri itu dosa, musibah yang besar. Jangan gunakan alat "takdir" untuk kes bunuh diri. GAK NYAMBUNG tauu

Tanya: terus kapan dong kita menggunakan alat takdir?
Kang: misalnya, kamu bawa kereta hati-hati, tapi ketabrak juga. Nah itulah takdir Allah, pasti ada kebaikan tersembunyi dalam peristiwa pertembungan itu. Itulah Iman kepada takdir
Tanya: kalau kita bawanya ceroboh dan tergesa-gesa eh terus pertembungan deh, apakah itu takdir?
Kang: itu namanya musibah, dosa menzalimi diri sendiri dan orang lain ...

Tanya: Tapi musibah itu takdir bukan?
Kang: mbuh, aku jelasin ke kamu tentang takdir tapi kok gak ngerti2 juga ya, kira-kira ini takdir atau musibah?
Tanya: wing, uing, tuing, aing, taing, twing, teuing .... Jadi kesimpulannya bagaimana ni Kang?
Kang: oke, pada bila-bila suatu "alat" digunakan?

Tanya: pas diperlukan atuh Kang. Contohnya, kalau mau minum memerlukan alat yang bernama gelas.
Kang: sip, kalau kamu BAB butuh gelas gak?
Tanya: ya tidak atuh, jijay bajay deh si akang mah
Kang: nah itu dia, "takdir" itu suatu "konsep" atau "fenomena" atau "alat" yang digunakan bilamana diperlukan. Jadi selain fenomena Takdir, masih banyak fenomena lain, seperti: musibah, dosa, zakat, solat, yang kesemua itu digunakan pada saat diperlukan.

Tanya: terus kapan dong kita menggunakan alat takdir?
Kang: ketika anda sedang melakukan segala perintah-Nya, tapi pada prosesnya kamu mendapati banyak ketidakmudahan. Maka, katakanlah "ini takdir Allah, pasti maksudNya adalah baik".
Tanya: oooh ...
Kang: jadi ketika kamu melanggar perintah Allah, namanya bukan Takdir, tapi DOSA atau MUSIBAH.

Tanya: hmmmm .... Jadi gak boleh ya Kang saya mengatakan "sudah takdir saya harus berzina dengannya"
Kang: Iya gak boleh kamu begitu, kalau kamu kata begitu namanya kamu menggugat ketentuan Allah.

Tanya: Jadi sebaiknya saya mengatakan "Zina ini adalah dosa saya, ampunilah saya Ya Allah"
Kang: hmmm, tapi kamu gak boleh berzina ...
Tanya: ya tidak lah Kang, cuman seandainya ..
Kang: tetep aja gak boleh walaupun berandai-andai kamu melakukan zina ... Bahaya tauk ..

Tanya: grrrrrrrr .... Nah, soalan terakhir deh tentang takdir, jadi takdir itu boleh diubah atau tidak?
Kang: nah bererti kamu belum ngerti penjelasan sebelumnya, kalau sudah ngerti kamu gak bakal menanyakan hal seperti itu
Tanya: Lho kok?

Kang: Oke deh, yang kamu maksud tak boleh diubah itu takdir yang sudah terjadi atau yang belum terjadi?
Tanya: Kalau yang "sudah"?
Kang: Candu, namanya juga sudah terjadi terus bagaimana mahu diubahnya? Contohnya, takdir kamu jadi cowok, mau diubah?
Tanya: Yang tidak lha Kang, nah kalau mengubah yang belum terjadi boleh gak Kang?

Kang: yey ente kumaha sih, wong belum terjadi terus apanya yang diubah? Apakah kamu tahu nanti takdirmu bagaimana?
Tanya: nggak tahu sih Kang ...

Kang: Nah itu sebabnya jangan nanya yang aneh-aneh, yang bikin hidup kamu susah sendiri. Kuncinya, cukup lakukan perintah Allah yang terbaik kerana Allah, dan semoga itu menjadi takdir yang indah bagimu.
Tanya: aamiiin ...

Wallahu a'lam

Tiada ulasan:

Catat Ulasan