Monday, 12 June 2017

Bahasa

Ibu ini namanya Prof. DR. Soheir Ahmad as-Sokari, ahli lingiustik di berbagai univesitas besar, di antaranya Georgetown University. Pernah juga menjadi penerjemah di PBB.

Beliau mengutarakan bagaimana Barat menghancurkan kemampuan bahasa arab anak muslim, yang berpengaruh besar terhadap kemajuan umat Islam.

Bercerita tentang ilmu linguistik yang membahas tentang bagaimana otak mencerna bahasa, info dll., dan bagaimana otak menyikapi hal itu dalam bahasa & kondisi apapun.

Beliau sangat mementingkan anak. "Saya menemukan perbedaan yang banyak sekali antara anak-anak kita & anak-anak negara maju. Anak kita hanya bicara bahasa `ammiyah (pasaran) sampai masuk sekolah. Seluruh kata `ammiyah yang kita pakai sekarang hanya 3 ribu kata.

Tanpa bahasa = tidak ada pemikiran, penemuan baru, khayalan, bayangan.

Jadi, anak barat ketika berumur 3 tahun, mereka punya 16 ribu kata. Sementara anak di negara arab terkurung dalam bahasa `ammiyah yang dipakai di rumahnya, yang jumlah katanya sangat terbatas, hanya 3 ribu kata.

Bayangkan! Mereka tidak bisa menggunakannya, kecuali dalam batasan yang sangat sempit.

Ketika saya mempelajari hal ini dalam bidang lingusitik, saya terkejut sekaligus kasihan pada anak-anak kita. Saya mengkhawatirkan mereka.

Setelah itu, saya baca kitab di masa revolusi Khomeini. Saya baca kitab terkenal berjudul "Militant Islam."

*Jason menyebutkan bahwa, Inggris & Prancis, sebelum menguasai kawasan Utsmani, mereka melakukan penelitian tentang penyebab kekuatan dan ketangguhan orang-orang Arab yang mampu membuka negara sekitarnya dari India sampai perbatasan Cina, dan menemukan bahwa rahasia dari semua itu adalah cara pendidikan anak Arab, yang mana itu dimulai dari 3 sampai 6 tahun pergi ke "kuttaab" (tempat pendidikan al-Qur`an) & menghafal al-Qur`an. Lalu pada usia 6-7 tahun mereka menghafal Alfiah Ibn Malik. Anak-anak itu pun perkasa. Dalam al-Qur`an ada 50 ribu kata. Bayangkan kemampuan anak-anak itu*.

Lalu Inggris & Prancis datang. Mereka yakin, "kuttaab" lah penyebabnya. Prancis pun menutup habis semua kuttaab. Mereka hilangkan di kawasan Afrika dan semua jajahannya, termasuk Suria. Meskipun ada sedikit yang tersisa di Suria saat ini.

Sementara Inggris, mereka tidak melakukan itu. Mereka menyatakan bahwa orang Mesir lah yang menciptakan agama semenjak 3500 SM. Kalau kita katakan tidak ada agama & al-Qur`an; maka mereka akan hancurkan dunia. Jadi, kita hancurkan saja al-Qur`an dengan memberikan citra buruk.

Caranya?

Mereka membuat sekolah-sekolah asing untuk anak-anak orang kaya. Namun mereka tidak mengajarkan pelajaran yang sama dengan yang mereka ajarkan di negara mereka, tapi lebih rendah. Karena bahasa level tinggi hanya untuk kalangan atas. Sementara negara-negara arab yang dijajah mereka, INDONESIA, Pakistan, India dll., semuanya belajar Inggris dengan metode yang lebih rendah dari Inggris sendiri.

Setelah itu, mereka mulai membuat sekolah-sekolah modern. Anak-anak pun mulai sekolah pada usia 6 tahun. Tiga tahun pertama, mereka dibiarkan bermain & melompat-lompat. Buat apa dia diajarkan bahasa? Akhirnya, anak-anak kehilangan masa terpenting hidupnya untuk belajar bahasa, yaitu dari lahir sampai 7 tahun, bahkan mungkin hingga 12 tahun.

Si anak yang seumur hidupnya pakai `ammiyah, ketika masuk sekolah; menemukan bahasa Arab sendiri merupakan bahasa asing.

Inggris sukses menghilangkan masa penting anak untuk belajar bahasa fushha (arab resmi), yang sebenarnya mungkin dia pakai sebagaimana kita berbicara bahasa `ammiyah. Seumur hidupnya, dia tidak mampu berbicara bahasa fushha dengan mahir. Lebih dari itu, hilanglah 50 ribu kata."

Ibu itu menjelaskan, bahwa *anak yang benar-benar dididik seperti model zaman dulu itu akan menjadi anak-anak cemerlang.*

Beliau juga menyebutkan bahwa laporan Jason itu dirahasiakan selama 75 tahun agar tidak diketahui umat Islam.

Lanjutkan menyimak langsung:
https://www.youtube.com/watch?v=LdHEc679s-k

__

Syekh Ali Jum`ah selalu mengingatkan ajaran masyayikh beliau bahwa bahasa & agama merupakan 2 sisi dari 1 mata uang...

#ayo_belajar_bahasa_arab
#Ilmu_Adalah_Solusi
#alAzhar_maju
#الأزهر_قادم

No comments:

Post a Comment